11 Mitos Sesat Di Dunia Teknologi

AnakRegular | Teknologi tak bisa lepas dari kehidupan saat ini :

11 Mitos Sesat Di Dunia Teknologi

11 mitos sesat tentang teknologi | Hidup di era modern manusia tak bisa lepas dari teknologi. Teknologi terus berkembang setiap saatnya, dan manusia semakin tergantung terhadap teknologi. Perkembangan teknologi selalu memberikan suatu hal yang berbeda. Selalu ada yang baru dan lebih baru lagi dari teknologi yang dikembangkan.

Meski begitu, perkembangan teknologi tak serta merta memberikan perubahan yang baik bagi masyarakat banyak. Terkadang kecanduan masyarakat akan teknologi telah membuat beberapa budaya menghilang.

Teknologi tak selalu berjalan dengan mulus, pengetahuan masyarakat yang masih minim membuat teknologi ini banyak di salah gunakan dan di salah artikan. Perkembangan teknologi saat ini selalu dibarengi dengan mitos-mitos didalamnya. Dan yang lebih parahnya, mitos tersebut dipercaya oleh masyarakat. Padahal lewat uji ilmiah, mitos-mitos yang beredar di masyarakat seputar dunia teknologi terbukti salah dan menyesatkan. Apa saja?

Mengutip dari laman Business Insider, berikut 11 mitos sesat dalam dunia teknologi yang tak harus anda percayai karena telah terbukti tidak benar.

11 Mitos Sesat dalam jagat Teknologi :


Mac Kebal Virus

Sejak dulu kita selalu dicekoki dengan pernyataan jika Mac kebal akan virus. Jika kita menggunakan produk besutan Aplle ini kita tidak perlu menginstal anti virus didalamnya. Namun nyatanya kini perkataan tersebut tidaklah benar, malahan Mac hampir sama dengan Windows, sama-sama mudah terkena virus.

Tahun 2012 saja, beberapa malware ditemukan menyerang ribuan Mac. Dengan makin populernya Mac, kian banyak orang jahil membuat serangan malware ke perangkat tersebut.

Private Browsing Membuat Tidak Dikenali

Ada kesalahpahaman mengenai 'Private' dan 'Incognito' saat menggunakan browser. Dimana banyak orang yang mengira mereka menjadi tidak dikenali dengan menggunakan opsi tersebut. Padahal, dengan menggunakan opsi Private di Chrome atau Incognito di Safari, aplikasi browser tidak melacak History, mengimpor Bookmarks atau login otomatis ke sebuah akun.

Jadi, opsi Private ataupun Incognito tidak menyembunyikan identitas pengguna. Sehingga tetap berhati-hatilah saat mengunjungi sebuah sebuah laman yang "berbahaya" saat menggunakan opsi tersebut. 

Ada mitos yang mengatakan bila kelamaan mengecas akan merusak baterai. Padahal, hal tersebut tidak terbukti. Smartphone modern menggunakan baterai lithium-ion yang mana sudah pintar. Dalam artian dapat menghentikan proses charging ketika baterai telah terisi penuh.

Jangan Ngecas Sebelum Habis Baterai

Mitos ini juga populer di masyarakat. Sejatinya, mengecas sebelum baterai habis malah sangat baik. Karena tidak mengurangi siklus baterai. Siklus yang dimaksud di sini adalah penggunaan sampai habis dan dicharging kembali hingga penuh. 

Umumnya, baterai memiliki ketahanan hingga 500 siklus. Agar tetap membuat siklus baterai tak cepat habis. Sebisa mungkin jangan men-charging setelah baterai benar-benar habis. Ada baiknya ketika baterai berada antara 50-70%, lakukan isi ulang daya. 

Kamera yang Bagus Punya Megapiksel Tinggi

Ukuran megapiksel telah menjadi tolak ukur kualitas gambar. Padahal yang menentukan adalah ukuran sensor dan lensa. Jadi sebuah smartphone dengan kamera berukuran 8MP punya sensor yang berukuran besar dan lensa yang lebih bagus akan menghasilkan gambar lebih baik dibandingkan dengan smartphone dengan kamera 8MP namun memakai sensor kecil dengan lensa seadanya. 

Pentingnya Resolusi Tinggi di Smartphone

Sewaktu seseorang ingin membeli Smartphone satu hal yang selalu ditanyakan adalah resolusi dari smartphone yang akan di beli. Untuk itu semakin besar resolusi maka semakin banyak orang yang ingin membelinya.

Tapi semakin besar resolusinya bukan berarti gambarnya semakin halus. Halus tidaknya layar bergantung juga pada ukuran layar (dalam satuan inch). Perbandingan ukuran layar dan resolusi layar akan menentukan kepadatan layar tersebut yang dinyatakan dengan satuan ppi (pixel per inch), semakin tinggi nilai ppi maka semakin padat dan semakin halus. 

Semakin kecil ppi maka setiap pixel bisa semakin terlihat jelas. Mata manusia sendiri sudah tidak dapat melihat secara jelas per pixel nya jika kepadatan layarnya sudah di atas 300 ppi. 

Jangan Pakai Charger iPad Untuk iPhone

Pendiri sekaligus petinggi perusahaan analisis AEi Systems, Steve Sandler mengatakan menggunakan adapter iPad saat mengecas iPhone akan berpengaruh kinerja baterainya. Padahal laman resminya, Apple mengatakan adapter 12-watt iPad aman digunakan untuk charging iPhone. Mungkin karena Apple adalah barang kelas atas banyak orang yang tidak mau menggabungkan atau sembarangan menggunakan charger.

Jangan Mematikan Komputer Setiap Hari

Beberapa orang percaya mematikan komputer tiap malam tidak baik. Karenanya banyak yang lebih memiliki mode Sleep sehingga dapat dengan cepat menghidupkannya kembali. Padahal mematikan komputer secara berkala malah dianjurkan. Karena dapat menghemat daya dan mengurangi kerja komponen sehingga mampu bertahan lebih lama.

Berbeda jika komputer selalu di mode Sleep, bukannya komputer awet malah akan menimbulkan komputer cepat rusak, karena dalam mode sleep komputer tetap bekerja.

Magnet Menghapus Data

Menempelkan Magnet Pada Komputer Akan Menghapus Data Secara teknis tidak salah. Kita bisa menghapus isi Floppy Disk dengan menggunakan magnet. Tapi untuk menghapus data di komputer tidak mungkin dilakukan oleh magnet kulkas yang berukuran kecil. Seorang ahli dari PCMag mengatakan, dibutuhkan magnet yang cukup besar dan kuat untuk menghapus semua data pada hard drive komputer modern.

Smartphone Penyebab Kanker Otak

Isu radiasi sinyal smartphone dapat menyebabkan kanker otak sudah lama berhembus. Tapi sejatinya hal tersebut belumlah terbukti. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan National Cencer Institute yang mengatakan tidak ada pengaruh dari energi frekuensi smartphone sebagai penyebab kanker. Hal tersebut telah mereka buktikan pada sel, hewan hingga manusia.

Sinyal Penuh Jaminan Kualitas Layanan Seluler

Walaupun memiliki bar sinyal penuh tidak menjamin kualitas sinyal atau koneksi yang baik. Jumlah bar pada smartphone mengindikasikan seberapa dekat ponsel dengan tower BTS. Cepat atau lambatnya koneksi dapat dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya berapa banyak orang yang tengah mengakses jaringan tersebut.

Sama halnya dengan jaringan Wifi, jika signal terlihat penuh namun banyak orang yang sedang menggunakannya bukan tak mungkin kecepatan koneksi wifi tersebut akan melambat.

Nah kawan, itulah beberapa mitos menyesatkan yang sudah terlanjur dan banyak dipercayai orang. Jika anda memang mengaku hidup di era modern sudah saat nya Anda meninggalkan kebiasaan mempercayai mitos-mitos yang tak jelas. mempecayai mitos hanya akan membuat kita tertinggal kawan...

loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.