4 Kisah Para Ilmuan Yang Menyesal Karena Penemuannya

AnakRegular | Inilah kisah para ilmuan yang menyesal dengan penemuannya.

Penyesalan para Ilmuan | Ilmuwan adalah orang yang bisa menciptakan hal baru, biasanya memiliki daya kreativitas yang tinggi dan menggeluti dengan tekun juga sungguh-sungguh dalam bidang ilmu pengetahuan.

Banyak jasa serta penemuan yang telah dikembangkan oleh para ilmuan dan telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat. Kehidupan masyarakat pun menjadi lebih mudah dilakukan karena beberapa penemuan yang dulu pernah ditemukan oleh para ilmuan.

Namun tidak semua penemuan yang ditemukan digunakan untuk kebaikan, nyatanya sekarang ini banyak sekali penemuan yang dulu di kembangkan oleh para ilmuan untuk kebaikan digunakan banyak orang untuk kejahatan. 

Karenanya penemuan tersebut bukannya mendatangkan manfaat bagi banyak orang, malah memberikan dampak buruk yang selama ini tidak ingin para ilmuan terjadi. Di gunakannya penemuan-penemuan para ilmuan oleh orang yang tak bertanggung jawab membuat para ilmuan ini menyesal karena telah menelini dan membuat penemuan tersebut.

Berikut AnakRegular rangkum beberapa kisah para ilmuan yang menyesal atas penemuannya yang telah digunakan di jalan yang salah oleh banyak orang.

Empat Kisah para ilmuan yang menyesal karena penemuannya :

Kisah James Prescott Joule Penemu Hukum Kekekalan Energi 
4 Kisah Para Ilmuan Yang Menyesal Karena Penemuannya

James Prescott Joule, ilmuwan yang namanya diabadikan menjadi satuan energi Joule ini lahir di Salford, Lancashire, Inggris pada 24 Desember 1818. ia adalah anak seorang pengusaha bir yang kaya raya, namun sedikitpun ia tidak pernah merasakan pendidikan di sekolah hingga usia 17 tahun. 

Hal ini disebabkan karena sejak kecil ia selalu sakit-sakitan akibat luka di tulang belakangnya. Sehingga, ia terpaksa hanya tinggal di rumah sepanjang hari. Setelah berusia 17 tahun Joule baru bersekolah dan masuk ke Universitas Manchester dengan bimbingan John Dalton, seorang ahli kimia Inggris yang begitu terkenal. Joule dikenal sebagai siswa yang rajin belajar, rajin bereksperimen, dan juga rajin menulis buku.

Selain itu, Joule yang sangat taat kepada agama juga menemukan hukum kekekalan energi bersama dengan dua orang ahli fisika dari Jerman, yaitu Hermann von Helmholtz dan Julius Von Mayer. Hukum kekekalan energi yang mereka temukan menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat berubah bentuk menjadi energi listrik, mekanik, atau kalor. 

Berkat penemuan-penemuannya Joule menerima Medali Emas Copley, menjadi anggota Royal Society –sebuah Lembaga Ilmu Pengetahuan Inggris yang pernah dipimpin Newton selama 25 tahun. Selain itu, Joule juga menjadi Presiden Asosiasi Kemajuan Ilmu Pengetahuan di Inggris. 

Namun, meskipun begitu kehidupan Joule sangat sederhana. Tidak seperti ayahnya yang kaya raya, Joule hidup miskin dan menghabiskan masa tuanya dalam penyesalan dan kekecewaan karena banyak penemuan ilmiah digunakan untuk berperang.

Kisah David Nichols Penemu LSD

4 Kisah Para Ilmuan Yang Menyesal Karena Penemuannya

David Nichols merupakan ahli kimia asal Amerika. Ia mempelajari cara meracik bahan kimia selama 40 tahun. Ia menemukan racikan bahan kimia yang bisa menjelaskan bagaimana otak bekerja. Racikan kimianya mirip ekstasi dan asam lisergat dietilamida (LSD). 

Ia berharap temuannya ini bisa dimanfaatkan untuk mengobati depresi dan penyakit parkinson. Ia mengungkapkan hal tersebut melalui jurnal ilmiah yang ia terbitkan Ilmuwan asal Amerika ini menyesal ia telah menciptakan bahan kimia temuannya tersebut. Pasalnya, bahan kimia racikannya tersebut di bajak untuk digunakan sebagai obat-obatan illegal.

Obat-obat tersebut di jual dan beredar di jalanan. Selain itu, bahan kimia yang dijadikan obat-obatan illegal tersebut disalahgunakan hingga menyebabkan overdosis yang mengancam jiwa manusia. Dengan adanya penemuan hebat dari ilmuwan, kita sebagai manusi yang memanfaatkannya, selayaknya kita memanfaatkan sebaik mungkin bagi kesejahteraan manusia. 

Bukan malah untuk saling menyakiti sesama makhluk atau merusak lingkungan sekitar. Menurutnya, ia tidak membayangkan hasil temuannya bisa seperti itu. "Ini akan menjadi bencana besar, yang tak kubayangkan ketika melakukan penelitian. Ini benar-benar menghantuiku." Ini sangat mempengaruhinya.

Kini, saat ia bekerja membuat molekul, pernyataan pertama yang terlintas di pikirannya adalah: "Apakah ini akan membuat masalah". Jika berpotensi, Nichols mengaku akan serta-merta menghentikan penelitiannya. Setidaknya delapan orang tewas akibat penelitiannya yang disalahgunakan. 

Bahkan Wall Street Journal tahun lalu, mengabarkan, hasil penelitian Nichols jadi favorit para peracik obat ilegal di Eropa. Saat mendengar ada yang tewas karena temuannya, Nichols mengaku langsung terduduk di kursinya.

Kisah Mikhail Kalashnikov Penemu Senapan Mesin

4 Kisah Para Ilmuan Yang Menyesal Karena Penemuannya

Penemu senapan mesin yang paling terkenal di dunia, Mikhail Kalashnikov, mengaku menyesali temuannya. Laporan yang terungkap menyebutkan penemu senapan Kalashnikov itu menulis surat bernada penyesalan kepada para pemimpin Gereja Ortodoks Rusia sekitar satu setengah tahun lalu.

Wartawan BBC di Moskow, Steve Rosenberg, melaporkan dalam surat itu dia -sebagai penganut Kristen Ortodoks- mempertanyakan apakah dia bersalah atas sejumlah besar kematian yang disebabkan oleh senapan ciptaannya.

Kalashnikov mengaku pertanyaan itu menyebabkan penyesalan dalam dirinya. "Semakin panjang saya hidup, pertanyaan itu semakin mengebor otakku dan saya tertanya-tanya mengapa Tuhan mengizinkan manusia memiliki keinginan jahat, kemarahan, ketamakan dan keinginan menyerang," seperti tertulis dalam suratnya.

Namun seorang juru bicara para pemimpin gereja mengaku bahwa jika senjata digunakan untuk membela negara, Gereja Kristen Ortodoks mendukung penciptanya maupun tentara yang menggunakannya. Senapan mesin Kalashnikov merupakan senjata paling populer di dunia. 

Lebih dari 100 juta senapan Kalashnikov terjual di seluruh dunia. Mikhail Kalashnikov sendiri mendapat gelar penghormatan Pahlawan Rusia dan meninggal dunia pada usia 94 tahun, akhir Desember 2013, dan dimakamkan secara kenegaraan.

Kisah Alfred Bernhard Nobel Penemu Dinamit 

4 Kisah Para Ilmuan Yang Menyesal Karena Penemuannya

Alfred Bernhard Nobel adalah seorang ilmuwan terkenal, penemu, pengusaha sukses dan pendiri dari Penghargaan Nobel (Nobel Prize). Ia lahir pada tanggal 21 Oktober 1833, di Stockholm, San Remo, Swedia. Penemu Dinamit ini menemukan temuannya saat tanpa sengaja, ia melihat nitro gliserin yang cair menetes ke tanah yang berkapur. 

Perpaduan antara nitro gliserin dengan tanah berkapur itu maka lahirlah dinamit yang cukup aman. Ia pun memproduksi dinamit dan menjadi kaya raya. Nobel kemudian menamai temuannya itu sebagai powdery mixture dynamite (campuran serbuk dinamit). Setelah melakukan penyempurnaan ia mematenkan temuannya tahun 1867.

Bahan peledak dengan detonator itu kemudian lebih dikenal sebagai dinamit. Dinamit ini ternyata sangat disukai pasar. Perusahaan pertambangan, konstruksi dan militer melakukan pesanan besar-besaran kepadanya. Mereka memilih dinamit, karena cenderung lebih aman daripada jenis bahan peledak lain di masa itu. 

Sementara militer menyukai dinamit karena sifat ledakannya yang dahsyat dan bisa dikontrol. Nobel kemudian membangun banyak pabrik dinamit diberbagai tempat di dunia. Dari dinamit dan bahan peledak generasi berikutnya yang diproduksinya, Nobel semakin kaya dan ternama. 

Selain dinamit, ia juga telah membuka jalan untuk penyempurnaan temuan bahan artifisal dari karet, kulit, sutra dan batu jenis tertentu.

Namun, seiring dengan penggunaan dinamit sebagai senjata dalam peperangan yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban, Nobel pun menyesal. Akhirnya, dalam wasiatnya menyebutkan agar sebagian hartanya disumbangkan untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan perdamaian. 

Pernyataan Nobel yang dipublikasikan pada 1888 sebelum wafatnya di sebuah surat kabar Prancis menyatakan bahwa dia mengutuk penemuan dinamitnya sehingga membuat dirinya memutuskan untuk meninggalkan sejumlah warisan bagi dunia seusai kematiannya.

Pernyataan yang ditulis di surat kabar tersebut menyatakan “le marchand de la mort est mort” (Pedagang Kematian Meninggal) dan lebih lanjut menuliskan, “Dr. AlfredNobel yang telah menjadi kaya raya menemukan sejumlah cara untuk membunuh manusia lebih cepat dari yang pernah ada sebelumnya itu, kemarin telah meninggal dunia.” 

Nobel memang menjadi kaya dan terkenal akibat dinamit, namun ia merasa kecewa karena dinamit justru digunakan pihak militer untuk tujuan perang dan menghancurkan umat manusia. Nobel yang sangat cinta damai dan membenci perang, sebenarnya menginginkan dinamit dipakai untuk tujuan pembangunan.

Kawan, itulah beberapa kisah dari para ilmuan yang menyesal karena penemuannya. Kita tahu pada awalnya para ilmuan yang melakukan penelitian dan melakukan berbagai eksperimen bertujuan untuk memberikan kebaikan dan kemudahan bagi banyak orang.

Tak pernah terlintas di hati para ilmuan untuk membuat sebuah penemuan yang mendatangkan malapetaka bagi banyak orang. Sudah sepantasnya kita berterima kasih kepada para ilmuan yang sudah menghabiskan banyak waktu dalam hidupnya untuk membuat sebuah penemuan yang kini telah kita gunakan.
loading...

0 Response to "4 Kisah Para Ilmuan Yang Menyesal Karena Penemuannya"

Post a Comment

Silahkan berkomentar Sesuai dengan Topik yang dibahas..