5 Negara Penghasil Sampah Terbesar di Dunia

AnakRegular | Inilah 5 Negara Penghasil Sampah Terbesar di Dunia :

5 Negara Penghasil Sampah Terbesar di Dunia

Sampah merupakan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik. Dalam kehidupan sehari-hari sampah selalu berkaitan dengan benda atau bahan yang sudah tidak terpakai lagi. Di era sekarang keberadaan sampah telah menjadi suatu persoalan yang memprihatinkan bagi semua orang. Banyaknya sampah yang dihasilkan tidak sesuai dengan daur ulang yang dilakukan.

Di negara manapun terutama negara yang masih berkembang, keberadaan sampah tidak bisa terelakan lagi. Kita bisa lihat di kota-kota besar sampah selalu berserakan dimana-mana, mulai dari sampah organik, hingga sampah anorganik. Dalam ketentuannya kedua sampah tersebut haruslah di buang dalam keadaan terpisah. Namun dalam kenyataannya, kedua sampah tersebut selalu dibuang dalam satu wadah. Alhasil bau tak sedap pun kerap timbul dari sampah-sampah tersebut.

Selain itu, masalah lain yang ditimbulkan sampah bagi kehidupan manusia sangatlah besar. Selain menimbulkan bau yang sangat menyengat, sampah yang tidak di proses dengan baik bisa menjadi tempat timbulnya berbagai penyakit yang tidak di inginkan. Hal ini tentunya sangat disayangkan bukan? Kita ingin hidup sehat tapi sampah kita buang sembarang.

Berikut AnakRegular Informasikan 7 Negara di Dunia penghasil sampah terbesar di dunia  :

Amerika Serikat 

Sekitar 2006, Amerika Serikat menghasilkan sekitar 236 juta ton sampah per tahun. Pada tahun 2007, Amerika Serikat memproduksi 254 juta ton sampah. Mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, hal ini tentu sangat mengkhawatirkan.

Menurut sebuah penelitian Amerika rata-rata membuang hampir 7 pon sampah setiap hari, AS mengkonsumsi 30 persen sumber daya dunia meskipun yang menghasilkan sampah hanya 5 persen dari populasi dunia. Hal ini juga menghasilkan 30 persen sampah dunia. 

Hanya dalam setahun, orang Amerika membuang sekitar 26.800.000 ton makanan, 8.550.000 ton furnitur dan perabot, 6.330.000 ton pakaian dan alas kaki, dan beberapa ton limbah lainnya. Makanan, furniture dan perabotan, dan pakaian dan alas kaki adalah yang paling banyak dibuang. 

Selain itu Amerika Serikat juga dilaporkan menjadi negara dengan limbah elektronik terbesar di dunia saat ini. Seperti dilansir Ubergizmo, laporan penelitian dari U.N think tank pada tahun 2013 ini, Amerika Serikat masih menempati posisi teratas sebagai negara dengan e-waste paling banyak di dunia.

Dalam laporan tersebut dinyatakan jika limbah elektronik ini mencakup ponsel, smartphone, televisi, laptop dan komputer yang pada akhirnya akan menimbulkan tingkat pencemaran yang membahayakan bagi manusia dan lingkungan.

Bahaya pencemaran ini terutama berasal dari timbal, merkuri, dan zat kimia lainnya yang terkandung di dalam baterai dari setiap perangkat yang dibuang tersebut. Berdasarkan lansiran tersebut, dilaporkan jika AS membuang lebih dari 9,4 juta metrik ton limbah elektronik pada tahun 2012 saja.

Jika dilihat dari hitungan per kapita, maka setiap orang yang tinggal di AS akan bertanggung jawab untuk 30 kilogram limbah elektronik ini. Jumlah ini lebih besar empat kali lipat dari rata-rata limbah global yaitu sebesar 7 kilogram per orang.

Rusia 

Rusia, yang tidak terlalu jauh di belakang Amerika Serikat, memproduksi lebih dari 200juta ton sampah setiap tahun. Pada 2000, jumlah limbah yang dihasilkan setiap tahun oleh Rusia diperkirakan sekitar 207,4 ton. 

Jumlah itu mungkin sekali akan terus bertambah secara signifikan diatas tahun 2000 dan sekarang karena kelas menengah dan masyarakat kapitalis terus tumbuh.

Selain itu, dari laporan PBB ini juga diketahui jika China menjadi negara nomor dua pembuang limbah elektronik di dunia. Negara tirai bambu ini hanya memiliki selisih 2 juta ton jumlah limbah elektronik dibanding AS atau sebesar 7,4 juta ton.

Jepang

Sebagai negara maju ternyata Jepang pun tak pernah luput dari masalah sampah yang di hasilkan warganya. Dalam sebuah laporan dikatakan jika Jepang menghasilkan 52.360.000  ton sampah setiap tahunnya. Tentunya angka yang tak sedikit bukan?

Akan tetapi, walau sampah yang dihasilkan sangat besar cara penganggulangannya pun sangatlah tinggi. Sampah-sampah di Jepang di olah dengan cara-cara yang baik, sehingga sampah tidak menjadi persoalan yang serius bagi pemerintahan Jepang.

Italia

Italia memproduksi sekitar 29.740.000 ton sampah per tahun. Sayangnya, ada krisis sampah di daerah Naples yang telah berlangsung selama 15 tahun terakhir. Krisis ini sekarang sedang ditangani, tetapi ini bukanlah tugas yang mudah.

Jalan-jalan di Napoli selalu dipenuhi tumpukan sampah, bau busuk tercium di mana-mana dan tikus-tikus tampak bebas hilir mudik di antara tumpukan sampah. Pemandangan yang membuat para turis bergegas meninggalkan kota wisata Napoli, sekolah-sekolah ditutup dan warga di sana melakukan aksi protes.

Penyebab dari tumpukan sampah di Napoli adalah penuhnya kembali tempat pembuangan dan pembakaran sampah di sekitar Napoli. Sampah-sampah itu hanya diangkut dengan pengecualian, karena perusahaan pengangkutan sampah kota, sudah tidak tahu lagi mau ke mana dengan sampah-sampah tersebut. 

Penduduk di Napoli yang sudah sering kali mengalami masalah sampah kini benar-benar dibuat hilang akal. Setelah inisiatif masyarakat menghalangi pembangunan instalasi pembakaran dan pembuangan sampah, jalan-jalan di depan rumah dipenuhi gunung sampah. 

Kantong-kantong sampah sisa-sisa makanan menyebar bau di sepanjang jalan dan mengundang lalat-lalat beterbangan di atas tumpukan sampah. Bila siang hari tikus-tikus tampak berlompatan di antara sampah, pada malam hari gerombolan tikus yang melintas di antara sampah-sampah.

Meksiko

Meskipun Meksiko memiliki wilayah yang lebih luas dari pada Inggris, Jerman dan Jepang namun sampah yang dihasilkan tidak lebih banyak dari negara-negara tersebut. Meksiko memiliki produksi limbah tahunan sekitar 32.170.000 ton. 

Alasan yang mungkin mengapa produksi limbah tahunan Meksiko tidak lebih tinggi dari negara-negara dalam daftar sebelumnya karena perekonomian Meksiko tidak memungkinkan untuk mengkonsumsi sampah sebanyak negara-negara kaya.

Inggris Raya

Sebagai sebuah negara kepulauan yang terdiri dari berbagai negara di dalamnya, ternyata Inggris raya menjadi negara penghasil sampah tersebar di Dunia. Menurut laporan tahunan dikatakan jika warga Inggris rata-rata menghasilkan kurang dari 1/3 dari jumlah sampah yang dihasilkan Oleh Amerika.

Dari banyaknya warga Inggris raya yang mencapai lebih dari 60 juta jiwa, negara di Inggris raya memproduksi sampah sebanyak 34.850.000 ton sampah setiap tahun. Tentu bukan Angka yang cukup kecil bukan ?

Lalu Indonesia Masuk Tidak ?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mungkin Anda pembaca bisa lihat sendiri bagaimana keadaan negara kita. Bisa dikatakan negara kita memang memiliki masalah yang serius dengan sampah-sampah yang berserakan.

Apalagi kita bisa lihat di kota-kota besar seperti Jakarta, sampah sudah menjadi hal yang biasa, dan banyaknya orang yang cuek dengan keberadaan sampah-sampah tersebut. Bisa dikatakan orang-orang kita masih kurang sadar akan pentingnya pengolahan sampah, dan membuang sampah pada tempatnya.

Semoga saja di masa depan Indonesia terbebas dari yang namanya sampah, Sungai menjadi bersih dan kota pun menjadi aman dari gangguan-gangguan yang disebabkan oleh sampah.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.