5 Negara Yang Melegalkan Pernikahan Sesama Jenis

AnakRegular | Inilah 5 Negara di dunia yang lebih dulu melegalkan pernikahan sesama jenis sebelum Amerika Serikat.

5 Negara Yang Melegalkan Pernikahan Sesama Jenis

Tanggal 26 Juni 2015 telah menjadi sejarah baru bagi Negara Amerika Serikat. Pada tanggal tersebut Mahkamah Agung Amerika Serikat telah resmi melegalkan pernikahan sesama jenis bagi kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang merupakan warga negaranya.

Keputusan Mahkamah Agung tersebut tentunya banyak menuai kontroversi. Ada yang secara terang-terangan menolak keputusan tersebut ada pula yang mendukung keputusan Mahkamah Agung akan pernikahan sesama jenis tersebut.

Pernikahan sesama jenis merupakan pernikahan yang dilakukan oleh dua orang dengan identitas gender yang sama. Karena dianggap sebagai hal yang tidak pantas, terutama oleh kalangan agamawan, tidak semua negara bersedia menghalalkan pernikahan yang menjadi wujud kesetaraan bagi kaul LGBT itu.

Namun sebelum negara Amerika melegalkan secara resmi pernikahan sesama jenis, ternyata ada beberapa negara yang telah lebih dulu melegalkan peraturan ini. Beberapa negara ini malahan sudah mengakui pernikahan sesama jenis ini selama puluhan tahun lamanya.

Berikut anakregular informasikan : lima negara pertama di dunia yang mengakui pernikahan sesama jenis bagi kaum LGBT.

Belanda

Isu pernikahan sesama jenis sudah disuarakan oleh aktivis gay di Belanda sejak 1980-an. Karena tekanan yang kuat, parlemen Negeri Kincir Angin itu akhirnya membentuk komisi khusus untuk meneliti kemungkinan pernikahan itu.

Selang 15 tahun, yakni pada 1996, Belanda akhirnya melegalkan pernikahan sesama jenis. Akan tetapi undang-undang yang mengatur tentang pernikahan kaum LGBT itu baru disahkan pada 1 April 2001.

Undang-undang itu bahkan memperbolehkan pasangan sesama jenis untuk melakukan perceraian dan mengadopsi anak. Setelah undang-undang itu disahkan, tercatat sebanyak 16.000 pasangan sesama jenis melakukan pernikahan di sana.

Belgia

Tidak lama setelah undang-undang kesetaraan bagi kaum LGBT disahkan di Belanda, Belgia juga bersiap-siap melakukan hal serupa. Akan tetapi langkah itu terdengar hingga ke telinga Paus Yohanes Paulus II di Vatikan. Ia yang marah kemudian mengampanyekan bahwa homoseksual adalah tindakan tidak bermoral dan berbahaya.

Anjuran dari Paus rupanya belum cukup untuk menghalangi Belgia, dan akhirnya pada 1 Juni 2003 peraturan pernikahan sesama jenis itu disahkan. Pasangan gay yang memanfaatkan peraturan itu untuk kali pertama adalah Alain de Jonge dan Olivier Pierret.

Spanyol

Pernikahan sesama jenis pertama di Spanyol tercatat dilakukan oleh Elisa Sachez dan pasangan lesbiannya, Marcela Gracia di Spanyol pada 8 Juni 1901. Akan tetapi pernikahan itu kemudian mendapat tentangan dan mereka berdua diusir dari Negeri Matador itu.

Setelah melihat kaum LGBT yang diakui di Belanda, rancangan undang-undang (RUU) mengenai pelegalan pernikahan sejenis mulai dibahas pada 2004. Menanggapi RUU tersebut, sebanyak 600.000 masyarakat Spanyol melayangkan petisi.

Akan tetapi pada 30 Juni 2005 aturan mengenai kesetaraan bagi kaum LGBT tetap disahkan di Spanyol dengan mengantongi 62 persen suara parlemen. Emilio Mendez dan Carlos Baturin menjadi pasangan gay pertama yang menikah di Spanyol setelah peraturan itu disahkan.

Kanada

Sama seperti Belgia yang berkaca pada Belanda, kaum LGBT di Kanada juga menuntut pemerintah untuk melegalkan pernikahan sesama jenis. Tuntutan itu kemudian mendapat penolakan dari sejumlah kalangan konservatif dan agamawan.

Setelah parlemen melakukan voting, hasil akhir menyebutkan keberpihakannya pada kaum LGBT. Pada 20 Juli 2005 Kanada resmi mengakui secara hukum pernikahan sesama jenis. Setelah undang-undang itu diterbitkan, tercatat 15.000 pasangan LGBT dari berbagai negara datang ke Kanada untuk melakukan pernikahan.

Swedia

Swedia merupakan salah satu negara liberal yang sudah mengenal pernikahan sesama jenis sejak 1980-an. Akan tetapi undang-undang yang mengatur mengenai pernikahan bagi kaum LGBT itu baru disahkan pada Mei 2008.

Tidak seperti negara lain yang kerap terjadi pertentangan, di Swedia aturan mengenai pernikahan sesama jenis justru disambut dengan hangat. Sama seperti di Kanada, setelah peraturan itu dibuat, banyak pasangan LGBT dari negara lain yang melakukan pernikahan.

Nah itulah kawan negara-negara di dunia yang telah lebih dulu melegalkan pernihakan sesama jenis. Memang pernikahan sesama jenis ini sangat kontroversial. Terlebih bagi kita yang beraga muslim. Menurut agama pernikahan ini hanya akan membawa mala petaka bagi negara.

Semoga Indonesia tidak terpengaruh dengan keputusan Amerika yang melegalkan pernikahan sesama jenis.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.