6 Tradisi Mudik Di Berbagai Negara Dunia

AnakRegular | Inilah Enam tradisi mudik di berbagai negara dunia :

Tradisi mudik merupakan kebiasaan yang masih belum tergantikan meski dengan adanya teknologi telekomunikasi seperti handphone untuk mengucapkan selamat hari Idul Fitri. Mudik merupakan kesempatan untuk bertemu sanak keluarga dan sekaligus merayakan Idul Fitri bersama keluarga dan kerabat di kampung halaman.

Di Indonesia mudik bisa dikatakan sebagai fenomena yang unik dan jarang  ditemukan di negara lain. Biasanya para pemudik akan melakukan perjalanan jauh dari kota ke kampung sekitar 1 minggu sebelum hari H dan arus balik dalam seminggu setelahnya.

Namun tradisi mudik tak hanya dilakukan oleh masyarakat Indonesia saja. Di berbagai negara seperti Malaysia dan China pun tak luput dari kegiatan mudik yang menjadi rutinitas setiap tahunnya. Hampir sama dengan pemudik Indonesia, para pemudik Luar negeri ini selalu berangkat berbondong-bondong pergi dari kota besar untuk pulang ke kampung halaman.


China
6 Tradisi Mudik Di Berbagai Negara Dunia

Di China budaya rutinitas mudik biasa dilakukan saat hari raya Iimlek, sama seperti Idul Fitri dimana kita saat itu merupakan momen yang pas untuk saling silaturahmi satu sama lain. Sebagian besar masyarakat di China lebih memilih pulang ke kampung halamannya untuk merayakan imlek dengan keluarganya atau pergi ke daerah pedesaan.

Bisa dibayangkan bagaimana macetnya jalanan disana. Seperti yang sudah kita ketahui China merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di seluruh dunia. Yang beda di China pada saat mudik mereka menyiapkan hadiah buat diberikan sama orangtua dan kerabat, disana juga biasanya mengenakan pakaian dan perhiasan terbaik yang secara tidak langsung menggambarkan tingkat kemakmuran di daerah perantauan mereka.

Korea Selatan

6 Tradisi Mudik Di Berbagai Negara Dunia

Budaya mudik di Korea bisa dilihat saat Chuseok yaitu hari libur resmi dan dirayakan secara besar-besaran pada bulan ke-8 di hari ke-15 penanggalan bulan. Hari Chuseok juga biasa disebut hari panen, festival bulan musim panen, atau hangawi (hari besar ditengah musim gugur).

Buat masyarakat di Korea kalau sudah mendenger kata Chuseok maka hal-hal yang terlintas dipikiran mereka itu kemacetan parah, mudik, dan peringatan arwah leluhur. Jadi Chuseok itu juga merupakan kesempatan masyarakat Korea untuk mengucapkan syukur kepada arwah leluhur, melakukan ritual seperti Charye dan Seongmyo dan menghabiskan waktu dengan makan dan minum bersama keluarga.

Jika orang Indonesia punya makanan ketupat saat lebaran, orang Korea pun memiliki makanan khas saat Chuseok yaitu kue Songpyeon yang terbuat dari tepung beras yang berisi kacang atau wijen. 

Saat malam sebelum Chuseok setiap anggota keluarga akan duduk bersama membuat kue tersebut. Kalau buat yang masih single alias jomblo mereka akan buat Songpyeon yang sangat bagus karena katanya bisa membuat mereka dapat pasangan yang cantik dan tampan nantinya.

India

6 Tradisi Mudik Di Berbagai Negara Dunia

Di India, setiap tahunnya masyarakat akan pulang kampung untuk merayakan Festival Cahaya atau Diwali (Deepavali). menurut kalendar Gegoleran Gregorian, biasanya perayaan ini jatuh pada bulan Oktober atau November, dan dirayakan selama 5 hari berturut-turut. 

Saat hari perayaan rumah-rumah disana didekorasi dengan kilauan dimana-mana dan malam Diwali pun meriah dengan petasan-petasan di sepanjang jalan.


Sebelum hari Diwali biasanya kereta-kereta disana pasti sudah ramai, karena perjalanan mudik ke kampung halaman saja disana dijadikan semacam ritual. Jika tidak ingin kehabisan tiket kereta calon pemudik harus pesan tiket dari jauh-jauh hari, biar kebagian kursi. Selain ramai oleh pemudik, ditambah juga oleh ramainya wisatawan yang berlibur saat hari raya diwali, bisa dibayangkan seperti apa padatnya jalanan di India.

BangLadesh

6 Tradisi Mudik Di Berbagai Negara Dunia

Kegiatan mudik Idul Fitri pun ke kampung halaman masing-masing sangat ramai di negeri ini, kerena Bangladesh merupakan negara yang mayoritasnya adalah muslim. Beberapa hari sebelum Idul Fitri arus mudik di Bangladesh sudah sangat terlihat padat merayap menyerbu terminal bus, kereta api, dan perahu sungai demi mendapatkan tiket mudik.

Kabarnya kereta api menjadi transportasi mudik favorit disana karena masyarakat disana sangat menghindari perjalanan darat yang jalanannya rusak parah dan bergelombang akibat musim hujan.

Malaysia

Sama seperti Bangladesh, negara tetangga kita Malaysia pun merayakan Idul Fitri karena mayoritas masyarakatnya yang memeluk agama islam. kalau istilah mudik di indonesia namanya pulang kampung, kalau di Malaysia istilah disana dinamakan balik kampung.

sebelum mudik biasanya mereka sibuk belanja di pusat perbelanjaan dan masyarakat kampung yang sibuk berbenah menyambut kedatangan anak-anak dan kerabatnya dari kota. Saling maaf memaafkan sesama anggota keluarga dan kerabat hingga menyempatkan untuk mengunjungi makam keluarganya yang sudah meninggal. 

Tradisi memberi uang alias THR juga ada di negara ini. Bedanya di Malayia mereka punya dua kali hari mudik, saat Idul Fitri dan juga saat Imlek, karena saat libur Imlek orang-orang di Malaysia memanfaatkan liburnya untuk balik kampong.

Turki

Festival Gula atau Seker Bayram adalah istilah Idul Fitri bagi orang Turki. Ritual mudik yang dilakukan negara ini sama dengan apa yang dilakukan oleh umat Muslim di Indonesia, seperti tradisi pulang ke daerah asal, melakukan sungkeman kepada orang tua, bermaaf-maafan, mengunjungi makam keluarga atau kerabat. 

Akan tetapi ada sedikit perbedaan dengan Indonesia dimana kegiatan mengunjungi makam keluarga di Turki dilakukan secara besar-besaran dan ditandai dengan maraknya kemunculan pasar bunga di beberapa daerah di negara tersebut.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.