7 Negara Maju Yang Tak Memiliki Sumber Daya Alam

AnakRegular | Inilah negara-negara maju yang tidak memiliki sumber daya alam punya namun sangat terbatas), tapi bisa menjelma menjadi negara yang maju dari segi ekonomi dan disegani banyak negara.

7 Negara Maju Yang Tak Memiliki Sumber Daya Alam

Sumber daya alam merupakan istilah yang berhubungan dengan materi-materi dan potensi alam yang terdapat di planet bumi. Keberadaan sumber daya alam ini telah memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Materi alam tersebut dapat berupa benda hidup (unsur-unsur hayati), yaitu hewan dan tumbuhan. 

Terdapat pula benda mati (nonhayati), seperti tanah, udara, air, bahan galian atau barang tambang. Selain itu terdapat pula kekuatan-kekuatan alam menghasilkan tenaga atau energi. Misalnya, panas bumi (geothermal), energi matahari, kekuatan air, dan tenaga angin. 

Hampir semua negara memiliki sumber daya alam yang berbeda, namun tak semuanya diberkati kekayaan alam yang melimpah seperti Indonesia. Indonesia hampir memiliki segalanya, kekayaan alam yang ada di lautan dan daratan Indonesia memang tak terbatas. Namun semuanya tidak memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Tidak ada atau kurangnya sumber daya alam menjadikan suatu negara harus mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan serta menunjang perekonomian negara. Semakin minim sumber daya alam, biasanya semakin besar bahan yang harus diimpor. Dengan kata lain, negara yang tidak memiliki sumber daya alam harus mengeluarkan dana yang sangat besar untuk mengimpor sumber daya alam mentah dari negara lain.

Sekilas, kenyataan itu tentu terdengar menyulitkan. Faktanya, Indonesia yang dikaruniai sumber daya alam yang sangat kaya saja masih menghadapi berbagai masalah, khususnya dalam hal ekonomi. Bagaimana dengan negara-negara lain yang tidak atau hanya sedikit memiliki sumber daya alam?

Yang menakjubkan, beberapa negara mampu membuktikan mereka bisa maju, terus tumbuh dan berkembang. Serta memiliki tingkat perekonomian yang tinggi, meski menghadapi kendala dalam hal sumber daya alam. Beberapa negara berikut ini bisa menghasilkan sumber daya manusia yang mumpuni sehingga bisa memberikan kemajuan yang pesat serta tingkat ekonomi yang tinggi bagi negaranya.


Belgia

Dihimpit oleh negara-negara berkekuatan ekonomi tinggi seperti Jerman, Prancis, dan Inggris, tidak memberikan banyak kesempatan kepada Belgia untuk membangun basis manufaktur yang kuat. Belgia juga merupakan negara dengan minim kekayaan alam, dan harus mengimpor bahan baku mentah atau setengah jadi, yang kemudian diolah untuk ekspor.

Satu-satunya sumber daya alam yang dimiliki Belgia adalah batu bara. Untuk bahan-bahan baku mentah, Belgia sangat bergantung pada impor dari negara lain, sehingga Belgia pun sangat riskan terkena dampak kenaikan harga pasar dan komoditas global. Meski begitu, Belgia berhasil menjadi salah satu negara maju dalam hal ekonomi. Negeri ini mengekspor mesin dan peralatan, bahan kimia, berlian yang telah diolah, produk logam, sampai makanan.

Italia

Italia tercatat mengimpor 99,7 persen bahan bakar padat, 92,5 persen minyak, dan 91,2 persen gas alam. Fakta itu sudah cukup menjelaskan bagaimana kondisi alam Italia secara keseluruhan. Sumber daya alam Italia memang bisa dibilang sangat terbatas, sehingga kebutuhan bahan-bahan baku harus mengandalkan impor. Italia bahkan termasuk sedikit memiliki gedung tinggi pencakar langit, seperti yang biasa ada di negara-negara maju.

Tapi Italia termasuk negara maju, dengan tingkat perekonomian yang besar, bahkan terkemuka di dunia. Negara ini mengekspor produk-produk teknik, tekstil, pakaian, mesin, otomotif, peralatan transportasi, bahan kimia, logam halus, sampai barang-barang mewah. Italia juga termasuk salah satu negara yang memiliki kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Jepang

Wilayah Jepang memiliki banyak pegunungan serta gunung-gunung api yang masih aktif. Jepang juga cukup rentan dilanda bencana, seperti gempa bumi dan lainnya. Dari sisi alam, bisa dibilang Jepang adalah negeri yang kurang beruntung. Negara ini memang memiliki sumber daya alam, tapi jumlahnya sangat terbatas, dan tidak memadai untuk menopang pertumbuhan ekonomi negara dan jumlah penduduk yang cukup besar. Karenanya, untuk kebutuhan bahan baku, Jepang sangat bergantung pada impor luar negeri.

Hebatnya, meski menghadapi masalah seperti itu pun, Jepang mampu membuktikan diri sebagai negara maju dan sangat hebat dalam teknologi. Jepang mengekspor banyak hasil usaha mereka ke berbagai negara, mulai dari komputer, mobil, tembaga, besi, semikonduktor, dan lain-lain. Produk-produk elektronik mereka juga masuk ke milyaran rumah penduduk di berbagai belahan dunia.

Korea Selatan

Korea Utara memang memiliki kandungan alam yang kaya berupa mineral. Namun, Korea Selatan tidak memiliki keberuntungan yang sama. Sumber daya alam di Korea Selatan bisa dibilang sangat terbatas. Karenanya, sebagaimana Jepang, Korea Selatan juga sangat bergantung pada bahan-bahan yang diimpor dari luar negeri untuk menopang industri dalam negeri dan kebutuhan penduduk yang besar.

Kebangkitan Korea Selatan dalam industri dimulai pada era 1960-an. Selain terkenal sebagai negeri gingseng, Korea Selatan juga terkenal sebagai negara pengekspor peralatan komunikasi nirkabel, komputrer, baja, kapal, semikonduktor, otomotif, petrokimia, sampai barang-barang elektronik canggih. Saat ini, Korea Selatan telah menjadi salah satu negara yang terus berkembang dengan perekonomian yang besar.

Singapura

Dalam hal kekayaan alam, bisa dibilang Singapura tidak ada apa-apanya dibandingkan Indonesia. Dalam hal luas wilayah, Singapura hanya setara dengan salah satu kota besar di Indonesia. Tapi dalam hal kemajuan negara dan tingkat ekonomi, Indonesia kalah telak jika dibandingkan Singapura.

Singapura tidak memiliki kekayaan alam yang bisa diandalkan. Bahkan negeri itu pernah sampai mengimpor air dari Malaysia, untuk memenuhi kebutuhan penduduk di sana. Tetapi, meski begitu, Singapura menjadi negara maju dengan perekonomian yang makmur.

Singapura mengekspor makanan dan minuman, obat-obatan, bahan kimia, dan minyak halus. Sebanyak 48 persen ekspor singapura merupakan barang hasil olahan ulang yang kemudian dijual keluar (ekspor). Singapura juga memiliki kontribusi sebesar 10 persen dalam produksi semikonduktor di dunia.

Swiss

Mirip Belgia, Swiss dikelilingi oleh negara-negara industri utama seperti Jerman, Prancis, dan Italia. Yang menjadi masalah, juga mirip Belgia, Swiss tidak memiliki sumber daya alam yang bisa diandalkan, sehingga sangat bergantung pada hasil impor.

Karena kesadaran itu pula, Swiss pun memusatkan perhatian usahanya pada industri pertanian. Negara ini memiliki keunggulan dalam hal proses pengolahan makanan, memproduksi kebutuhan (makanan) multinasional, selain juga hebat dalam memproduksi jam tangan mewah. Di antara merek terkenal produksi mereka adalah Rolex dan Swatch. Sementara ekspor utama Swiss adalah bahan kimia, mesin, jam tangan, produk pertanian, dan bahan makanan.

Taiwan

Jepang menjajah Taiwan selama 50 tahun, dan selama setengah abad itu Jepang bisa dibilang menguras habis sumber daya alam yang ada di Taiwan. Ketika Perang Dunia II berakhir, Taiwan menghadapi krisis dalam hal sumber daya alam, sehingga mereka terpaksa mengimpor bahan baku dari luar negeri. Karenanya sebanyak 90 persen kebutuhan industri Taiwan diperoleh dari negara asing.

Meski begitu, Taiwan mampu mengolah keterbatasannya hingga menjadi negara maju dengan industri yang membumbung pesat, khususnya dalam bidang semikonduktor. Pada 2010, Taiwan bahkan sukses menjadi produsen semikonduktor nomor satu di dunia, menggeser Jepang yang semula menduduki peringkat atas dalam bidang tersebut. Dalam hal ekspor, Taiwan mengandalkan ekspor komputer, barang elektronik, mesin, tekstil, plastik, semikonduktor, optik, bahan kimia, dan lainnya. 

Nah hebat bukan kawan, dibalik kekurangan yang dimiliki oleh negara-negara diatas, ternyata bisa memberikan kekuatan dan kemauan untuk menjadi negara yang selalu di depan. Dengan mengembangkan pendidikan dan teknologi serta menghasilkan sumber daya manusia ternyata telah membuat negara yang tidak mempunyai sumber daya alam bisa menjelma menjadi negara yang makmur dan sejahtera.

Namun hal sebaliknya terjadi dengan negara-negara berkembang yang memiliki sumber daya alam yang melimpah tidak bisa memberikan dampak yang positif bagi penduduknya. Malah sebaliknya sumber daya alam yang dimiliki mereka jual kenegara-negara maju lalu di beli kembali oleh negara-negara berkembang.

Lantas apa yang harus dilakukan?

Alangkah baiknya negara-negara berkembang seperti Indonesia mencontoh negara-negara maju dalam menciptakan sumber daya manusia yang lebih mumpuni yang bisa mengolah dan menjadikan sumber daya alam Indonesia sebagai senjata utama dalam menciptakan perekonomian negara yang kuat dan rakyat sejahtera.


loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.