9 Tradisi Unik Merayakan Lebaran Di Berbagai Negara

AnakRegular | Inilah Tradisi Unik Merayakan Lebaran Di Berbagai Negara Dunia.

9 Tradisi Unik Merayakan Lebaran Di Berbagai Negara

Lebaran adalah salah satu momen paling penting dan membahagiakan bagi umat muslim seluruh dunia. Setelah melaksanakan ibadah puasa 30 hari lamanya di bulan suci Ramadhan, lebaran menjadi puncak kemenangan bagi semua umat muslim dunia. Di hari lebaran semua keluarga dan kerabat yang datang dari berbagai daerah kumpul dalam satu tempat untuk merayakan hari kemenangan secara bersama-sama.

Dalam merayakan hari lebaran, tak jarang bayak tradisi yang dilakukan. Setiap daerah dan negara tentunya memiliki tradisi unik dalam menyambut dan merayakan hari kemenangan tersebut. Di Indonesia yang dikenal sebagai negara muslim terbesar di dunia, perayaan lebaran selalu identik dengan tradisi mudik, bagi-bagi THR, silaturahmi dan juga acara sungkeman yang dilakukan anak-anak muda kepada orang yang lebih tua.

Sementara di hari Lebaran juga tak pernah lepas dari berbagai santapan yang beragam. Ada ketupat, rendang, opor ayam, dan lainnya yang menjadi sajian wajib ada ketika lebaran tiba. Di malam terakhir puasa menuju hari kemenangan atau yang dikenal dengan malam takbiran, masyarakat muslim di Indonesia pun memukul bedug sambil mengumandangkan takbir sebagai tanda datangnya hari kemenangan.

Lantas bagaimana dengan tradisi lebaran di berbagai negara di dunia, yuk kita simak bersama-sama tentang : 9 Tradisi Unik Menyambut Lebaran di Berbagai Negara Dunia :

Malaysia

Tradisi lebaran di Malaysia sangat mirip dengan tradisi di Indonesia. Masyarakat negeri tetangga ini juga menyiapkan makanan khas lebaran seperti ketupat dan rendang, yang juga menjadi makanan khas lebaran masyarakat Indonesia. 

Anak-anak juga memberi hormat serta mencium tangan orang yang lebih tua, sementara orang dewasa yang sudah berpenghasilan memberikan uang hari raya kepada keluarga yang lebih muda. Setelah melakukan shalat Ied dan menikmati hidangan khas lebaran, mereka pun berziarah ke makam sanak saudara yang telah meninggal.

Arab Saudi

Di Arab Saudi, perayaan lebaran selalu identik dengan pertunjukan seni. Setiap lebaran pasti selalu diisi dengan kesenian, seperti pagelaran teater, pembacaan puisi, parade pertunjukan musik, tarian dan sebagainya. Selain itu, masyarakat di sana juga memiliki kebiasaan untuk mendekorasi rumah mereka dengan hiasan-hiasan khas lebaran. 

Untuk menu khas lebaran, umat muslim Arab Saudi menyantap daging domba yang dicampur dengan nasi dan sayuran tradisional setelah melakukan shalat ied. Setelah makan bersama, barulah mereka mengunjungi sanak saudara dan tetangga untuk bersilahturahmi. Anak-anak pun akan mendapatkan bingkisan-bingkisan lebaran yang berisi permen, coklat dan makanan lainnya.

Turki

Masyarakat Turki menyebut perayaan Idul Fitri dengan kata “Bayram”. Pada hari Bayram biasanya mereka mengenakan pakaian khas Turki yang dikenal dengan Bayramlik dan saling mengucapkan salam “Bayraminiz Kutlu Olsun”, “Mutlu Bayramlar”, atau “Bayraminiz Mubarek Olsun”. 

Sama halnya dengan di Indonesia, orang yang lebih muda akan mencium tangan dan bersujud kepada orang yang lebih tua. Selain itu, anak-anak di sana juga akan berkeliling ke rumah sanak keluarga dan tetangga untuk mengucap salam Bayram dan doa. 

Sebagai balasannya, mereka akan menerima hadiah berupa coklat, permen, uang koin, dan manisan tradisional Turki seperti Baklava dan Lokum. Namun pada saat shalat ied, hanya kaum pria saja yang berangkat ke masjid, sementara kaum perempuan tetap tinggal di rumah.

China

Dari kurang lebih 56 etnis yang menghuni Republik Rakyat China, 10 diantaranya mayoritas memeluk agama Islam. Perayaan Idul Fitri di beberapa daerah dengan mayoritas penduduknya muslim seperti di Xinjiang dan Yunnan, tergolong cukup meriah. Setelah mengikuti shalat Ied, umat muslim di sana akan bersilahturahmi dan makan bersama dengan sanak keluarga dan tetangga terdekat. 

Masing-masing dari mereka mengenakan pakaian khas lebaran, kaum pria mengenakan jas khas dan kopiah putih, sementara wanita menggunakan baju hangat dan kerudung. Seusai bersilahturahmi, umat muslim akan mengunjungi makam leluhur dan makam tokoh muslim setempat untuk membersihkan makam dan membacakan doa. Doa juga ditujukan kepada ratusan ribu umat muslim yang meninggal selama masa pemerintahan Dinasti Qing dan Revolusi Kebudayaan.

Australia

Walaupun agama Islam termasuk agama minoritas di Australia, namun umat muslim di sana diberi kebebasan untuk menjalankan hak dan kewajiban mereka untuk beragama. Banyak pula perusahaan yang meliburkan karyawan-karyawan nya yang muslim agar mereka bisa beribadah dan merayakan Idul Fitri bersama anggota keluarga. Lebaran di Australia juga dimeriahkan dengan festival multi kultur yang melibatkan umat muslim dan juga non muslim, bahkan pejabat negara pun bersedia hadir dalam acara tersebut.

Nigeria

Di Nigeria, Idul Fitri dikenal dengan sebutan “Sallah Kecil” dan masyarakat di sana saling mengucapkan salam “Barka Da Sallah” yang berarti “Salam Sejahtera di Hari Raya”. Seperti yang diketahui, Nigeria dihuni oleh umat-umat beragama Islam dan Kristen yang hidup saling berdampingan serta saling menghormati. Oleh karena itu, saat umat muslim merayakan lebaran, banyak pula umat Kristen yang ikut berpartisipasi dalam perayaan tersebut, dan begitu juga sebaliknya.

Suriname

Kebanyakan penduduk Suriname merupakan keturunan Suku Jawa, jadi tidak heran jika terdapat kemiripan antara budaya di sana dengan budaya Jawa. Penetapan hari Idul Fitri di negara ini juga mengikuti budaya jawa dengan melakukan penghitungan menggunakan penghitungan ala primbon yang merupakan peninggalan nenek moyang dari Jawa sejak dulu.

India

Pada saat Idul Fitri, umat muslim di India berkumpul di Masjid yang menjadi pusat perayaan Idul Fitri di New Delhi, untuk melakukan shalat Ied bersama. Setelah melakukan shalat, mereka akan berbincang-bincang sambil menikmati hidangan khas lebaran. Jika di Indonesia ada ketupat dan teman-temannya, di India juga ada satu hidangan khusus yang selalu ada saat lebaran, yaitu Siwaiyaan yang merupakan campuran bihun manis yang dihidangkan bersama susu dan buah-buahan kering.

Amerika Serikat

Masyarakat muslim di Amerika Serikat merayakan Idul Fitri dengan khidmat dan saling mengabarkan mengenai datangnya hari raya kemenangan ini melalui internet dan sambungan telepon. Bagi mereka, shalat Ied merupakan hal yang terpenting dalam setiap perayaan Idul Fitri. 

Pada saat melakukan shalat, mereka memohon ampunan dan dinasehati untuk saling memanfaatkan serta menghentikan kebencian antar sesama. Seusai melaksanakan shalat dan mendengarkan khotbah, mereka akan saling memeluk dan mengucapkan selamat Idul Fitri satu sama lain. Karena kebanyakan umat muslim di sana merupakan imigran, saat lebaran mereka memakai pakaian khas dari negara asalnya masing-masing.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.