Blossom, Sapi Tertinggi di Dunia Mati Di Usia 13 Tahun

AnakRegular | Sapi Tertinggi di dunia bernama Blossom akhirnya mati di usia 13 tahun karena suatu cedera di kakinya.

Blossom, Sapi Tertinggi di Dunia Mati Di Usia 13 Tahun

Sapi Tertinggi di dunia akhrinya mati | Kabar duka datang di keluarga Patty Hanson, keluarga tersebut harus rela kehilangan sapi peliharaannya bernama Blossom. Blossom bukan lah sapi biasa, saat ini Blossom merupakan pemegang rekor Guinness World Record sebagai sapi tertinggi di dunia dengan tinggi mencapai 1,95 meter.

Blossom mati dalam usia 13 tahun, sapi tertinggi tersebut mati karena cedera yang dialami pada kakinya. Untuk mengenang kematian Blossom, Guinness World Record pun memberi gelar baru untuk hewan penghasil susu ini, yakni sapi tertinggi yang pernah hidup.

Blossom adalah sapi milik Patty Hanson, yang tinggal di sebuah peternakan di Orangeville, negara bagian Illinois, AS. Tahun lalu, para staf Guinness mendatangi peternakan itu dan mengambil foto Blossom dan Patty.
"Hal paling lucu dari Blossom adalah bagaimana dia tak terganggu dengan berbagai perhatian dan publikasi yang mengelilinginya. Sepanjang dia mendapat makanan, mandi harian, dan garukan di telinga, maka semua sudah cukup bagi dia," ujar Patty.
Patty memiliki Blossom sejak sapi itu berusia delapan pekan. Sejak lahir, ukuran Blossom sudah dua kali lebih besar dibanding sapi lain pada umumnya, dan tubuhnya semakin besar seiring bertambahnya usia.

Patty memperlakukan Blossom seperti halnya hewan peliharaan. Patty bahkan kerap menghabiskan waktu di ladang hanya untuk bermain bersama Blossom.
"Kami mencatat hewan-hewan berukuran tinggi dalam Guinness World Records dengan rasa hormat yang tinggi karena keunikan dan kelangkaan mereka," ujar pemimpin redaksi Guinness World Records, Craig Glenday.
"Kami sangat berduka saat mendengar kabar kematian Blossom karena dia adalah hewan yang menakjubkan dan sangat ramah. Pemiliknya juga sangat hebat dan sangat mencintai Blossom," tambah Glenday.
"Dia (Blossom) adalah salah satu yang menonjol dalam buku yang akan kami terbitkan, dan saya harap dunia akan menikmati foto-foto Blossom," lanjut Glenday.
Blossom mati pada 26 Mei di rumahnya peternakan Illionis setelah menderita cedera kaki serius. Dia ditemukan tidak bisa berdiri di padang rumput favoritnya. Dokter hewan yakin ia tergelincir di lumpur yang melukai ligamen di pinggulnya.

Pat Hanson pun mengunggah foto hewan tersebut di Facebook, dan menuliskan bahwa sapinya itu mencari makan di padang rumput yang lebih mulia.
"Saya harus membuat keputusan yang sulit. Saya tidak akan membiarkan dia menderita. Ini adalah tindakan kebaikan terakhir yang bisa Anda lakukan untuk hewan yang Andai sayangi, tapi jelas sangat sulit," tulisnya.
Blosom dimakamkan di padang rumput favoritnya, menghadap peternakan yang dikenal sebagai rumahnya.

Rekor untuk sapi tertinggi sebelumnya dipegang Mount Katahdin, seekor sapi jenis Holstein-Durham, pada 1906-1910 dengan tinggi 1,88 meter dan ukuran keliling tubuh mencapai 3,96 meter.

Berikut adalah cuplikan video dari Blossom, Sapi Tertinggi di dunia yang akhirnya mati :

loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.