Kebiasaan Aneh Orang Orang Jenius di Dunia

AnakRegular | Inilah 7 Orang Jenius Di Dunia yang Memiliki Kebiasaan Aneh lain dari yang Lain :

Kebiasaan Aneh Orang Orang Jenius di Dunia

Jenius adalah sebuah ungkapan yang ditujukan bagi orang-orang yang memiliki kemampuan tak biasa yang berbeda dengan yang lainnya. Kita mengenal Steve Jobs, Bill Gates, hingga Albert Einstein yang merupakan tokoh-tokoh jenius di dunia. Dengan kejeniusannya mereka telah merubah dunia. Semua orang di dunia mulai terbantu dengan penemuan yang mereka temukan.

Namun dibalik kejeniusannya, sejumlah tokoh dunia ternyata memiliki kebiasaan yang cenderung aneh. Entah karena pemikirannya yang begitu mendalam atau memang keingintahuan yang tinggi sehingga mereka berperilaku demikian. Sehingga banyak orang tidak mengerti dengan apa yang dilakukannya.

Tak jarang, sejumlah ilmuwan juga dikenal dengan kepribadian eksentrik atau polimatik sehingga tidak bisa dibaca pikirannya oleh orang biasa. Berikut ini ada beberapa kebiasaan aneh yang kerap dilakukan tokoh jenius dunia, yang mungkin belum Anda ketahui.


Steve Jobs

Siapa yang tidak mengenal Steve Jobs. Mendiang mantan CEO Apple Inc ini lahir di San Francisco, California, Amerika Serikat. Dibalik kejeniusannya menciptakan teknologi masa kini, ternyata dia selalu bersikeras untuk mengecat putih semua dinding. 

Tak jarang, pria yang pernah mendapat penghargaan National Medal of Technology and Innovation ini menggunakan sarung tangan putih untuk membersihkan debu.
"Setiap kali melihat ada bintik di mesin atau lantai pabrik Apple, dia selalu membersihkannya. Bahkan saat dia sekarat karena menderita kanker, Jobs juga meminta untuk merancang ulang oksigennya karena dianggap kurang bersih," ujar salah seorang pegawai, Coleman.
"Saat dia terbaring di ranjang rumah sakit, dia juga pernah merobek oksigen karena membenci desainnya. Tentu, ini sangat mengejutkan para dokter, Jobs kemudian memerintahkan mereka untuk memberikan lima desain masker baru," lanjutnya.
Thomas Jefferson

Mantan Presiden Amerika Serikat, Thomas Jefferson juga memiliki kebiasaan aneh. Dia selalu membaca 15 jam sehari untuk menyelesaikan kuliah dalam 2 tahun. Selain itu, dia juga selalu menghitung setiap sen uang di tabungannya.

Selama 60 tahun, menurut pengawas di Monticello, Jefferson selalu mengamati setiap sen di buku rekening. Bila ada yang terlewat, dia bisa seperti orang kebingungan dan akan menanyakannya.

Alfred Kinsey

Biolog asal Amerika Serikat ini begitu tertarik dengan penelitian seks. Dia pernah meneliti 8.000 orang mengenai sejarah seks mereka. Tak hanya itu dia merupakan satu-satunya orang yang memiliki koleksi buku seks terbanyak di dunia dan menomorinya satu per satu. Dia mengatakan, memiliki 7985 buku seks di lemarinya.

Dibalik kejeniusannya, ternyata Kinsey juga tertarik dengan seni keramik. Dia termasuk kolektor seni keramik dari Peru. Anehnya, dia pernah tiba-tiba keluar dari koper lusuh dan kantong plastik oranye dari sebuah department store di Budapest.

Howard Gardner dari Harvard mempelajari keanehan ini dan menemukan, orang-orang jenius cenderung mengisolasi diri dan egois. Mereka menganggap, tanpa pengorbanan besar tidak akan mampu menggapai prestasi.

Tapi dalam beberapa kasus seperti Mahatma Gandhi mereka melakukan eksistensi dengan melakukan pertapa. Ada pula yang mengisolasi diri seperti Einstein atau Alexander Graham Bell. Sedangkan dalam kasus Picasso, melibatkan eksploitasi individu lainnya.

"Secara pribadi, Anda mungkin tidak perlu khawatir batasan antara jenius dan keanehan. Tapi Anda bisa belajar dari orang-orang jenius tersebut mengenai apa yang mereka lakukan karena mereka mencintainya. Jadi walaupun mereka menghabiskan waktu, mereka selalu menikmati prosesnya dan akhirnya sukses," kata Gardner.

Sir Isaac Newton

Dengan begitu banyaknya kontribusi di bidang fisika dan mekanika, Sir Isaac Newton terkenal sebagai pemikir ulung. Memang, dari berbagai jajak pendapat mengenai kedua ilmuwan ini menunjukkan bahwa publik sepakat kalau Newton bahkan melebihi Einstein dalam hal pengaruh. 

Menurut ensiklopedia Britannica Newton mengalami psychotic tendencies dan mood swings. Selain itu, berbagai surat yang dibuatnya menyimpulkan bahwa secara teoritis ia menderita skizofrenia. Ayah Newton meninggal sebelum ia lahir, dan ia dipisahkan dari ibunya antara usia dua dan 11.

Gangguan mental yang dialaminya mungkin akibat dari trauma yang berkepanjangan akibat masa kecilnya.

Ludwig van Beethoven

Kontribusi Beethoven di dunia musik sangat monumental. Kegairahannya dan musikalitasnya yang begitu intensif dan cemerlang membawa musik instrumental ke jenjang yang baru. Namun, sang komposer memiliki kehidupan yang sukar. Ayahnya seorang pemabuk berat dan besar dalam keluarga yang tidak harmonis sampai umur 18 tahun.

Satu masalah tragis yang dihadapinya adalah bahwa ia harus mulai kehilangan pendengarannya sejak berumur sekitar 30 sampai 49 tahun, yang sepertinya dampak dari pemukulan yang dilakukan ayahnya. Hebatnya, ia justru sanggup menggubah karya karya masterpeace-nya saat ia benar-benar tuli.

Beethoven beberapa kali menuliskan sejumlah surat kepada saudaranya, banyak dari tulisan itu menceritakan keinginannya untuk bunuh diri. Francois Martin Mai berpendapat bahwa sang maestro terindikasi mengidap bipolar depression, hal itu dituliskannya dalam buku “Diagnosing Genious”. 

Mai juga menduga kuat bahwa Beethoven banyak menghabiskan masa hidupnya mengidap bipolar disorder.

Edgar Allan Poe

Terkenal dari puisinya yang berjudul “The Raven” Edgar Allan Poe, seorang penulis yang sering mengarang kisah-kisah detektif dan cerita horror. Ia memiliki gaya penekanan yang kuat dan terstruktur dalam cerita-ceritanya. “The Murders in the Rue Morgue”, yang terbit tahun 1841, disebut-sebut sebagai kisah modern detective pertama. 

Sekalipun memiliki skill menulis, Poe terkenal sebagai seorang pemabuk, dari surat-suratnya terungkap bahwa ia bermasalah dengan suicidal thoughts.

Tidak ada yang tahu penyebab dan banyak hal mengenai kematiannya di umur 40 tahun, tapi mungkin karena sakit jantung yang disebabkan kebiasaannya yang suka mabuk itu. Berdasarkan pengamatannya pada surat-surat Poe, Kay Redfield Jamison berspekulasi bahwa Poe mengidap manic-depressive, atau yang sekarang disebut bipolar disorder. 

Di dalam bukunya, dia beranggapan kreatifitas yang dimiliki seorang Poe berkembang dari sebuah kegilaan. Dia menulis “mind-sickness dapat memunculkan cosmic-perspectif yang membuahkan kreatifitas mengalir deras”.

Vincent van Gogh

Lukisan-lukisan Vincent van Gogh , seperti “Starry Night” dengan cepat dikenali dari keunikan dan ekspresi sapuan kuas. Namun, itu tidak membuat van Gogh mendapatkan popularitas sampai pada kematiannya. Tetapi sekarang ia dianggap salah satu yang terbesar dalam sejarah pelukis. Kehidupan Van Gogh sangatlah tersiksa. 

Hampir semua orang mengenalnya sebagai seorang pelukis yang memotong sebagian telinganya sendiri. Dia diduga kuat pernah “mabuk” terpentin dan pernah mencoba makan cat. Tragisnya, ia bunuh diri pada tahun 1890.

Penulis D. Jablow Hershman dan Dr Julian Lieb mengatakan dalam buku mereka “Manic Depresi dan Kreativitas” bahwa van Gogh telah mengalami bipolar disorder. Dalam bukunya “Touched with Fire” Dr Kay Redfield Jamison menemukan kesimpulan yang sama. 

Dia juga membahas seni van Gogh dalam hubungan dengan penyakit mental. Misalnya, ia mencatat bahwa pola musiman yang khas dari suasana hati dan psikosis sejajar dengan produktivitas van Gogh, yang juga bervariasi oleh musim. Sedangkan yang lain mengira ia menderita skizofrenia
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.