Penetapan Hari Raya Idul Fitri 1436 H (Lebaran 2015) Indonesia

AnakRegular | Inilah Penetapan pelaksanaan hari raya idul fitri 1436 H atau lebaran 2015 di Indonesia .

Penetapan Pelaksanaan Lebaran (Idul Fitr 1436 H) 2015

Hari raya Idul Fitri atau lebih sering dikenal dengan sebutan Lebaran, merupakan hari yang sangat penting bagi seluruh umat islam di dunia. Di hari lebaran semua orang islam saling sapa saling bahagia merayakan hari kemenangan bersama orang-orang terdekat.

Di Indonesia sendiri hari lebaran sering digunakan sebagai hari untuk berkumpul dengan keluarga. Orang-orang yang biasanya berada di kota-kota besar pada hari lebaran pergi ke kampung halaman yang berada di kampung atau desa. Momen lebaran tentunya menjadi momen untuk saling bersilahturahmi dengan sanak sodara atau kerabat.


Nah sekedar informasi, Hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H atau lebaran 2015 berpotensi tidak bersamaan. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, lebaran kali ini akan banyak yang beda. Beberapa ormas memang menentukan jatuhnya 1 syawal dengan cara yang berbeda. 

Posisi hilal atau bulan sabit pada tanggal 29 Ramadhan pada saat diadakan rukyatul hilal tahun ini sangat tipis sehingga kemunginan tidak berhasil dilihat. Sehingga Penetapan Lebaran atau hari raya Idul Fitri 2015 berpotensi berbeda antara organisasi kemasyarakatan Islam yang satu dan yang lain maupun dengan pemerintah. Sebab, adanya perbedaan kriteria penetapan 1 Syawal 1436 Hijriah antar masing-masing ormas tersebut.

Berdasarkan hisab atau perhitungan astronomis, 29 Ramadhan bertepatan pada 16 Juli 2105, sehingga 1 Syawal atau Idul Fitri pada 17 Juli 2015. Tetapi, menurut metode rukyatul hilal atau pengamatan pada bulan sabit, kecil kemungkinan hilal terlihat pada 16 Juli 2105, sehingga usia bulan Ramadhan harus digenapkan menjadi 30 hari. Artinya, 1 Syawal diperkirakan ditetapkan pada 18 Juli 2015.

Sebagai tambahan, Muhammadiyah dan Persis telah menetapkan Hari raya Idul Fitri 1436 di hari yang berbeda, hal ini didasarkan surat edaran yang telah dikeluarkan keduanya :

Muhammadiyah Menetapkan Lebaran 2015/ Idul Fitri 1436 H jatuh pada tanggal 17 Juli 2015 :

Penetapan Pelaksanaan Lebaran (Idul Fitr 1436 H) 2015

PERSIS menetapkan Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1436 H pada tanggal 18 Juli 2015

Sedangkan berdasarkan Surat Edaran dari PERSIS, Prediksi penetapan 1 Syawal 1436 H jatuh pada Sabtu, 18 Juli 2015, kecuali jika ada Laporan Ru’yatul Hilal lebih dari 1 tempat, maka PERSIS mengikuti keputusan tersebut, seperti yang dituangkan pada Surat Edaran berikut :

Penetapan Pelaksanaan Lebaran (Idul Fitr 1436 H) 2015
Sementara Nu akan menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H setelah melakukan sidang isbat yang akan digelar pada tanggal 16 juli 2015 :

Penetapan Pelaksanaan Lebaran (Idul Fitr 1436 H) 2015


Perbedaan penentuan awal Ramadhan atau pun Lebaran terjadi karena ketidaksamaan metode serta kriteria.

NU
NU menggunakan dua metode, yakni hisab (perhitungan matematis dan astronomis) dan rukyat (pengamatan pada bulan sabit atau hilal).

Bagi NU, usia bulan telah dipastikan berdasarkan metode hisab. Tetapi, sesuai perintah Hadist, perhitungan berdasarkan hisab harus dibuktikan secara empirik, yakni melihat langsung penampakan Bulan. Sebab, Bulan bisa saja tak tampak karena terhalang, misalnya, awan atau pun masih terlalu rendah untuk dapat dilihat.

Muhammadiyah
Muhammadiyah menerapkan metode hisab saja.

Sedangkan Muhammadiyah meyakini bahwa  awal Ramadhan atau pun Lebaran cukup ditentukan berdasarkan hisab, tak perlu rukyat. Karena perkembangan ilmu teknologi dan astronomis pada saat ini sangat bagus sekali.

PERSIS
PERSIS menerapkan metode Hisab dan Rukyat

Selain perbedaan penggunaan metode itu, ada pula perbedaan kriteria dalam imkanur rukyat atau mempertimbangkan kemungkinan terlihatnya hilal. Imkanur rukyat dimaksudkan untuk menjembatani metode rukyat dan metode hisab.

Seperti diketahui, Muhammadiyah telah memutuskan bahwa tanggal 1 Syawal 1436 H (Lebaran 2015) jatuh pada hari Jumat, 17 Juli 2015. Dengan demikian bulan Ramadan tahun ini hanya 29 hari. Sementara NU, seperti biasanya, mendasarkan penetapan 1 Syawal pada rukyatul hilal. Sehingga meski di dalam penanggalan NU berdasar hitungan 1 Syawal 1436 H jatuh pada 17 Juli, namun tidak serta merta tanggal itu ditetapkan sebagai hari Idul Fitri.

Tidak tertutup kemungkinan NU menggenapkan Ramadan 30 hari jika tim rukyat yang disebar di sejumlah daerah tidak berhasil melihat hilal. Di Indonesia, perbedaan Hari Raya Idul Fitri sudah beberapa kali terjadi, namun tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.