Kisah Cerai Paling Konyol dan Unik di Dunia

AnakRegular | Inilah beberapa kasus penceraian paling unik dan konyol di dunia, hanya karena masalah sepele pasangan suami istri ini bercerai :

Kisah Cerai Paling Konyol dan Unik di Dunia

Penceraian paling konyol di dunia | Pernikahan adalah suatu kewajiban yang selalu dilakukan oleh setiap orang. Sebelum menjalin dan membangun rumah tangga yang bahagia pastinya seorang laki-laki akan melaksanakan pernikahan dengan perempuan yang dicintainya, begitu pula sebaliknya. Biasanya pernikahan selalu dirayakan dengan suka cita, karenanya pernikahan adalah suatu kewajiban yang sangat menyenangkan dan paling bahagia.

Ketika pernikahan sedang berlangsung banyak orang-orang mulai dari saudara, kerabat dan tamu undangan yang datang seraya memberikan ucapan selamat dan doa atas pernikahan yang telah dilakukan. Tentunya kita selalu dengar orang berkata, sakinah mawadah warohmah, tiga doa yang selalu terucap di setiap pernikahan berlangsung.

Namun keindahan cinta dan kasih pasangan yang sudah menikah tidaklah selalu berjalan dengan lancar, pastinya dalam menjalani kehidupan bahtera rumah tangga akan selalu ada masalah yang menhampiri. Bagi yang masih kuat pastinya akan mencoba mempertahankan pernikahannya, tapi bagi yang sudah menyerah, bercerai adalah jalan akhir yang selalu dilakukan.

Dalam hukum pernikahan pasangan yang berkonflik diperbolehkan menggugat cerai ke pengadilan bila dirasa permasalahan rumah tangga sudah sampai di ubun-ubun dan tidak lagi terbuka jalan damai.

Permasalahan perceraian yang beragam mewarnai lika-liku cerita pernikahan di seluruh dunia, tidak melulu soal perselingkuhan atau hal umum lainnya, tidak jarang hal sepele malah menjadi alasan seorang suami atau istri menggugat cerai ke pengadilan. Mulai dari telat menyiapkan makan malam, hingga masalah ranjang akibat kepuasan seksual.


Suami Punya kemaluan kecil, Pri Taiwan ini digugat cerai istrinya

Sebuah pengadilan tinggi di Taiwan baru-baru ini mengabulkan permohonan cerai yang diajukan seorang perempuan bernama Zhang (52 tahun) terhadap suaminya, Zhou (55 tahun). Namun, kasus perceraian ini bukan lantaran kekerasan dalam rumah tangga atau masalah ekonomi, melainkan masalah ukuran panjang kemaluan sang suami.

Situs IBtimes.co.uk melaporkan Zhang, yang merupakan seorang pegawai negeri sipil, menggugat cerai Zhou lantaran suaminya itu hanya memiliki kemaluan sepanjang lima sentimeter. Selain itu, Zhang menyatakan suaminya juga menderita lemah syahwat. Baginya, dengan keadaan seperti ini berarti Zhou sudah tidak dapat memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami yang siap sedia memberikan kepuasan seks buat dirinya.

"Kemaluannya sangat kecil, sudah seperti anak-anak sebab hanya lima sentimeter panjangnya. Saat ini kami sudah tidak pernah melakukan hubungan seksual lagi," kata Zhang.

Tak balas pesan eletronik, istri dicerai suami

Seorang pria dari Arab Saudi merasa kesal terhadap istrinya yang lebih mementingkan untuk beraktivitas dengan menggunakan perangkat mobilenya daripada harus mengurus suami dan anak mereka.

Ketika sang suami mengirimi pesan via WhatsApp karena istrinya tersebut belum pulang, pesan tersebut hanya diterima dan dibaca saja tanpa dibalas. Tentu saja hal tersebut membuat sang suami khawatir.

Setelah melihat pesannya hanya dibaca saja, sang suami memutuskan untuk mencari istrinya itu. Lama dicari dan tidak ditemukan, pria tersebut kembali ke rumahnya. Tanpa disangka, istri yang baru saja dia cari-cari tersebut ternyata sudah ada di rumah dengan selamat dan dia sedang asyik bercengkrama dengan temannya via aplikasi mobile.

Geram karena merasa beraktivitas dengan perangkat mobile lebih penting daripada harus menerima telepon atau juga membalas pesan WhatsApp-nya. pria itu dengan segera mengajukan gugatan cerai terhadap istrinya.

Istri ogah pakai make-up digugat suaminya Rp 269 juta

Jasa riasan wajah (make-up) bagi wanita memang sungguh dahsyat. Bermacam alat rias kecantikan dapat mengubah si itik buruk rupa menjadi putri jelita. Kendati begitu, ada dampak buruk dari make-up, khususnya untuk kaum hawa yang alpa atau menolak memakai riasan.

Sebuah cerita konyol terjadi di Aljazair, seorang pria yang baru menikah sehari langsung melayangkan gugatan terhadap sang istri. Tidak tanggung, pria tersebut bahkan meminta sang wanita membayar ganti rugi sebesar USD 20 ribu (setara dengan Rp 269,9 juta) di pengadilan dengan tuduhan melakukan penipuan.

Surat kabar setempat mengatakan bila sang pria malah menduga sang istri adalah seorang pencuri yang tiba-tiba muncul di dalam apartemennya. Dia merasa penampilan pasangannya itu sangat berbeda jelang malam pertama.

"Saya sungguh tidak bisa mengenali istri saya setelah dia tidak lagi menggunakan perias wajah," ucapnya kepada hakim, seperti dikutip laman Emirates247.

Diketahui, sang pria tidak pernah bertatap langsung dengan wanitanya tanpa menggunakan perias wajah sekalipun, hingga hari pernikahan mereka tiba. Pria yang tidak disebutkan namanya itu menuntut uang ganti rugi dengan alasan terpukul secara psikologis melihat fisik istrinya sangat berbeda dari bayangannya selama ini

Ratusan suami-istri di China tiap hari cerai, dipicu cuaca panas

Tingkat perceraian di Kota Guangzhou, China, sedang tinggi-tingginya. Petugas catatan sipil di kota bisnis itu sampai kewalahan menangani permintaan cerai nyaris 100 pasangan setiap hari.

Enam loket untuk melayani talak disiagakan. AsiaOne melaporkan, petugas sampai terlatih untuk secepat mungkin mengeluarkan surat cerai. Jika pengadilan menyetujui perceraian itu, bukti tertulis dapat dikeluarkan kurang dari dua jam.

"Petugas kami bekerja nonstop," kata pimpinan Dinas Catatan Sipil Guangzhou.

Tren meningkatnya perceraian di China terjadi tak cuma di Guangzhou. Sejak 2009, fenomena sosial serupa terjadi di Kota Shanghai, Zheijiang, Liaoning, Hunan, Tianjin, maupun Chongqing.

Dari analisis sementara yang dilaporkan South China Morning Post, cuaca termasuk pemicu para pasangan cekcok sampai akhirnya memutuskan mengkhiri janji suci pernikahan. Apa hubungannya?

"Memasuki libur musim panas, keluarga akan lebih sering bertemu kemudian banyak melakukan pekerjaan rumah bersama, termasuk merawat anak ataupun lansia. Perselisihan suami-istri biasanya timbul saat suasana gerah seperti itu," kata Konsultan Pernikahan dari Guangzhou, Jia Hongwu.

Faktanya, Juni sampai September adalah musim sibuk cerai di China. Lebih unik lagi, setelah ujian masuk universitas atau penerimaan SMA selesai digelar, lebih banyak orang tua di Negeri Tirai Bambu bercerai.

"Ketika masa depan anak sudah jelas, para orang tua yang memang sudah tidak cocok merasa bisa lebih jujur soal hubungannya. Mereka tak lagi harus berpura-pura akur supaya tidak menganggu konsentrasi belajar anaknya menjelang ujian," kata Jia.

Pria ini ceraikan istri karena telat masak makan malam

Pengadilan di Lagos, Nigeria, mengabulkan permintaan cerai pria bernama Olufade Adekoya (57) karena dia marah istrinya telat menghidangkan santap malam. Pengadilan itu juga menyatakan Adekoya murka kepada istrinya yang berusia 25 tahun karena menolak melayaninya ketika dia ingin berhubungan intim.

"Istri saya gagal menjalani kewajibannya sebagai seorang istri," ucap Adekoya, seperti dilansir koran the Daily Mail.  Surat kabar Vanguard Nasional mengabarkan, Adekoya telah menegur sang istri berkali-kali, namun tidak kunjung didengar. "Tidak ada alasan seorang istri membuat sang suami kelaparan, dan saya sudah muak," ucap Adekoya.

Sang istri, Olusola, menolak semua tuduhan suaminya. Dia menduga, sebenarnya sang suami ingin bersama yang perempuan lain.  Hakim Olu Adebiyi yang terlihat bingung atas alasan ini mengaku sudah berusaha mendamaikan mereka berulang kali namun semua usahanya sia-sia. 

Ini mungkin kali pertama di mana seorang pria memilih perceraian melalui jalur pengadilan resmi dengan alasan tidak lazim seperti itu di Nigeria. Pada 2008 terjadi pula sebuah kasus aneh di Nigeria, ketika seorang pensiunan menceraikan 82 dari 86 orang istrinya akibat tekanan dari pemimpin Islam yang dalam ajarannya tidak membolehkan berpoligami syariah lebih dari empat istri. 

Ada juga kasus lainnya seperti pernikahan yang hanya berlangsung beberapa jam lalu cerai lantaran sang istri ketahuan memakai bantalan di bokongnya untuk terlihat lebih menarik.

Gara-gara Bunga, Istri di cerai suami

Seorang pria Saudi menceraikan istrinya yang masih muda gara-gara bunga di kepala yang biasa dipakai pengantin wanita.

Ceritanya, pria itu tengah berjalan-jalan dengan istrinya di sebuah taman di Arab Saudi. Lalu istri pria tersebut kemudian membeli bunga dan menaruhnya di kepala seperti seorang pengantin wanita.

Pria itu meminta istrinya melepas bunga tersebut ketika mereka berpapasan  dengan seorang teman lama. Tidak tahu bahwa wanita dengan hiasan bunga di kepala adalah istri pria itu, teman lama tersebut bercanda apakah akan diterima sebagai suaminya jika ia melamarnya.

"Teman lama itu berpikir wanita dengan bunga di kepala adalah putri pria itu. Dia bertanya dengan bercanda apakah bisa menikahinya," kata surat kabar Sada dilansir Emirates 24/7, Sabtu 16 Mei 2015.

"Pria itu merasa malu dan bergegas kembali ke rumah. Dia kemudian terlibat perdebatan sengit dengan istrinya sebelum akhirnya menceraikannya," kata harian tersebut tanpa menyebutkan di wilayah Saudi mana insiden itu terjadi.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.