Menolak Perintah Penjahat, Bocah Ini Dilempar di Atas Jembatan

AnakRegular | Inilah kisah tragis seorang bocah lelaki 12 tahun yang harus mengalami hal yang menyakitkan dilempar diatas jembatan tertinggi dan terpanjang di Amerika Tengah karena menolak perintah dari para penjahat.

Menolak Perintah Penjahat, Bocah Ini Dilempar di Atas Jembatan

Dari hari ke hari, nampaknya perilaku kriminal semakin marak terjadi. Lebih disayangkan lagi, sekarang ini banyak tindakan kejahatan yang melibatkan anak-anak didalamnya, bahkan menjadikan anak-anak yang tak berdosa menjadi korban dari kejahatan yang terbilang sangat kejam.

Hal inilah yang menimpa seorang anak laki-laki bernama Angel Ariel Escalante Perez (12) di Guatemala, meninggal dunia setelah dilempar dari atas jembatan oleh sekelompok penjahat. Kisah tragis dan mengerikan ini berawal ketika Ariel menolak perintah dari penjahat yang menyuruhnya untuk membunuh orang asing yang tak lain adalah seorang supir bus.

Saat itu, ia sedang pulang dari sekolahnya di Guatemala City. Namun, di perjalanan ia disergap oleh sekelompok pria dan menyuruhnya untuk membunuh seorang supir bus dengan menembaknya. 

Para pria jahat memberikan dua pilihan pada Ariel. Ia selamat jika ia mau membunuh, atau ia akan dibunuh jika menolak untuk membunuh. Mengingat sang ayah juga seorang supir bus, Ariel pun menolak perintah membunuh dan ia memilih untuk dibunuh saja.

Belum puas dengan apa yang dikatakan bocah tersebut para penjahat kembali memberikan dua pilihan kepada Ariel. Ia dibunuh dengan dilempar dari atas jembatan atau dibunuh menggunakan golok dan tubuhnya dicincang. Bocah 12 tahun ini pun memilih agar dirinya dilempar dari atas jembatan. 

Para penjahat itupun akhirnya benar-benar melemparkan Ariel dari atas jembatan setinggi 135 meter di Bridge Incienso, jembatan yang terletak di Guatemala. Jembatan tersebut merupakan jembatan terpanjang di Amerika Tengah. Beruntung, karena dedaunan yang ada di bawah jembatan cukup tebal, Ariel pun masih bisa bertahan.

Ia berada di tumpukan dedaunan di bawah jembatan selama 72 jam sebelum ia ditemukan. Luis Escalante melaporkan kepada pihak berwajib bahwa putranya telah menghilang. Saat dilakukan pencarian selama 3 hari, Ariel pun ditemukan di bawah jembatan dengan penuh luka dan memar di tubuhnya. 

Dengan segera, Ariel dibawa ke rumah sakit dan diberikan perawatan terbaik. Namun sayang, setelah dirawat selama 15 hari di rumah sakit, nyawa Ariel tak bisa diselamatkan. Luka pada tubuhnya terlalu parah. 

Dokter mengatakan "Jika anak ini ditemukan dalam waktu yang lebih cepat, kemungkinan besar ia masih bisa diselamatkan. Namun sayang, ia telah kami temukan dan kondisinya sangat lemah."

Menurut aktivis HAM setempat yang juga menangani kasus ini mengatakan jika peristiwa seperti ini menjadi sebuah fenomena yang mengerikan dan semakin sering terjadi di wilayah tersebut. Para penjahat memanfaatkan anak-anak agar mereka bisa lolos dari jeratan hukum. 

Semoga peristiwa seperti ini tidak pernah terjadi lagi ya. Dan semoga para penjahat di manapun dia berada bisa segera ditangkap dan mendapatkan hukuman setimpal dengan apa yang mereka lakukan.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.