7 Orang Asing Yang Cinta Mati Pada Indonesia

Cinta tanah air serta berkorban untuk negara adalah kewajiban kita sebagai warga negara. Sebagai warga Indonesia sudah sepantasnya kita saling membantu dan membangun satu sama lainnya. Walau berbeda bahasa, suku, dan ras kita tetap sama mempunyai satu bahasa dan satu kebangsaan yakni Indonesia di dada.

Seperti yang tertera dalam pembukaan Pancasila, yang berisikan persatuan Indonesia, tidak ada perbedaan tidak ada halangan dan tidak ada larangan untuk kita berkorban dan berjuang atas nama bangsa Indonesia. Cinta kita kepada Indonesia adalah suatu kewajiban yang harus kita lakukan, karena masa depan Indoensia tergantung kepada kita yang memajukannya.

Indonesia adalah segalanya, semua ada di Indonesia dan tak ada alasan untuk berkata tidak bagi kemajuan Indonesia. Jangan sampai cinta dan pengabdian kita kalah dengan orang-orang berikut ini. Walau bukan orang Indonesia dan tidak memiliki hubungan darah dari keturuan Indonesia, orang-orang Asing ini begitu cinta mati kepada Indonesia.

Saking cintanya akan keindahan serta keberagaman yang ada di Indonesia para bule ini rela meninggalkan negara asalnya hanya untuk tinggal dan memajukan Indonesia. Siapa saja mereka, dan apa yang telah membuat mereka jatuh cinta begitu besar pada Indonesia, berikut adalah ulasan singkatnya :


Carlos Ferrandiz (Spanyol)

7 Orang Asing Yang Cinta Mati Pada Indonesia

Bagi sebagian besar warga negara asing, Indonesia adalah negara indah yang biasa dijadikan tujuan untuk berwisata. Namun bagi Carlos Ferrandiz, Indonesia memiliki arti lebih dari itu.  Pria asal Spanyol ini begitu mencintai Indonesia. Berawal dari kekagumannya atas pantai-pantai di Indonesia, ia mulai tertarik berpetualang lebih dalam di Indonesia.

Kualitas pendidikan adalah hal yang paling disorot oleh Carlos. Ia menganggap pendidikan di Indonesia, khususnya di Sumbawa sangat memprihatinkan.  Tak ingin berdiam diri, Carlos memutuskan untuk tinggal lebih lama di Sumbawa. Singkat cerita, Carlos mengajarkan anak-anak Sumbawa berbahasa Inggris. 

Kelas Bahasa Inggris pun ia buka setiap sore. Dari situlah ia akhirnya membentuk Harapan Sumbawa Proyek. "Terpacu dari keinginan masyarakat ini untuk belajar, saya memutuskan bahwa hidup saya harus berubah untuk membantu orang orang ini. Pada titik tersebut, Harapan project telah lahir," tulis Situs www.proyectoharapan.org.

Elizabeth Karen Sekar Arum (Amerika Serikat)

7 Orang Asing Yang Cinta Mati Pada Indonesia

Apa yang dilakukan Elizabeth Karen Sekar Arum harusnya bisa menjadi bahan renungan bagi para pemuda-pemudi Indonesia. Walau berasal dari Amerika Serikat, ia begitu antusias mempelajari seni tradisional Jawa. Kini nama Elizabeth sudah cukup terkenal. Ia juga sudah pandai berbahasa Jawa dengan baik. Kemampuannya sebagai sinden pun kerap mengundang decak kagum.

Annette Horschmann (Jerman)


Bagi sebagian warga Indonesia, nama Annette Horschmann mungkin masih asing. Tapi bagi masyarakat di Sumatera Utara, nama wanita asal Jerman ini aman populer. Annette merupakan wanita yang sangat peduli dan sangat cinta dengan kelestarian Danau Toba. Bahkan ia tak segan memunguti sampah demi menjaga keindahan dan kebersihannya.

Di sisi lain, Annette juga sering mempromosikan Danau Toba di negaranya. Ia menyebut bahwa Danau Toba tak kalah indah dibanding tempat populer lainnya di Indonesia.

Robin Lim (Amerika Serikat)

7 Orang Asing Yang Cinta Mati Pada Indonesia

Berkat segala dedikasi dan pengabdiannya, Robin Lim pernah mendapatkan berbagai gelar kemanusiaan, salah satunya adalah Hero 2011 oleh CNN. Tidak berlebihan memang, wanita asal Amerika Serikat ini memiliki jasa yang besar, khususnya bagi Bangsa Indonesia.

Robin Lim memiliki jasa besar di bidang medis. Ia seolah menjadi seorang malaikat bagi keluarga miskin, khususnya bagi ibu yang tengah melahirkan. Seluruh bantuan pada proses kehamilan diberikan Robin secara gratis.

Gavin Birch (Selandia Baru)

7 Orang Asing Yang Cinta Mati Pada Indonesia

Nama Gavin Birch mungkin masih asing bagi telinga kita. Dia adalah seorang pria yang dilahirkan di Selandia Baru dan besar di Australia dan menghabiskan banyak waktunya untuk bepetualang di Indonesia. Di Australia, Gavin merupakan pengusaha restoran yang cukup sukses, ia juga membuka cabang di Bali. Kepedulian Gavin terhadap Indonesia mulai tumbuh saat melihat betapa kotor Pantai Senggigi di Lombok.

Miris melihat keadaan tersebut, Gavin lantas memutuskan untuk tinggal lebih lama di sana. Ia terkenal sebagai warga asing yang sering memungut sampah di sana. Usaha Gavin tak main-main, ia bahkan menjual rumahnya di Australia dan Bali serta memilih tinggal di Lombok barat. 

Selama tinggal di Lombok, Gavin akhirnya menikahi Siti Hawa, seorang penduduk setempat. Bahkan ia telah berpindah keyakinan menjadi seorang muslim dan mengganti namanya menjadi Husin Abdullah. Pejuang hebat ini akhirnya harus menghadap Ilahi pada 2010 lalu. Terlalu banyak jasa yang ditinggalkan oleh Gavin untuk Indonesia.

Aurelien Brule (Prancis)

7 Orang Asing Yang Cinta Mati Pada Indonesia

Usia Aurelien Brule masih sangat muda saat memutuskan untuk mengabdi pada Indonesia, 16 tahun. Pemuda asal Prancis ini sangat peduli dengan kehidupan owa-owa, salah satu jenis primata di Kalimantan dan Sumatera.

Kecintaan Aurelien terhadap owa-owa sudah merekah sejak ia masih berusia 12 tahun. Saat itu ia sedang diajak oleh kedua orang tuanya mengunjungi kebun binatang di negaranya. Mimik sedih dan perilaku penyendiri owa-owa mampu menarik perhatian Aurelien muda.

Saking cintanya pada owa-owa, Auerelien pernah merilis buku berjudul yang membahas hewan langka tersebut. Ia mulai tertarik terhadap Indonesia setelah khawatir terhadap owa-owa di hutan Kalimantan yang sedang terbakar.

Andre Graff (Prancis)

>7 Orang Asing Yang Cinta Mati Pada Indonesia

Pria yang satu ini mampu membuat seluruh dunia terutama Indonesia merasa kagum dengannya. Yah Andre Graff merupakan seorang pria asal Perancis yang mengabadikan hidupnya untuk Indonesia! Hah, bagaimana mungkin orang asing sepertinya peduli dengan bangsa yang bukan negaranya?

Pasalnya pria ini telah menggali dan berusaha untuk mengembangkan sumur yang ada di Sumba. Hal ini ia lakukan akibat merasa miris dengan keadaan Sumba yang kekurangan air. Oleh karenanya, Andre pun memiliki nama baru yakni Andre Sumur.


t;/noscript>

loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.