Aneh, 4 Wanita Ini Menderita Ketika Berada di Tempat Ber-Wfi

AnakRegular | Inilah empat orang wanita di berbagai negara yang mengaku sangat menderita ketika berada di tempat berWifi :

Di era globalisasi seperti sekarang ini, internet telah menjadi kebutuhan pokok bagi semua orang. Sama halnya seperti makanan yang dibutuhkan tubuh internet sangat dibutuhkan manusia untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti berkomunikasi hingga mengakses informasi. Tak heran untuk sekarang ini banyak orang yang memakai koneksi internet gratis atau berbayar di gadget nya agar selalu terhubung dengan internet.

Salah satu layanan internet gratis yang menjadi favorit semua orang adalah Wifi. Hampir di semua tempat kita bisa mendapatkan wifi gratis mulai di restoran, sekolah, atau di perkantoran wifi gratis bisa kita dapatkan. Adanya wifi gratis tersebut tentunya membuat orang akan selalu terhubung dengan internet. Untuk itu tempat-tempat yang menyediakan wifi gratis selalu diincar banyak orang.

Meski begitu, keberadaan wifi juga bisa membuat seseorang menderita. Sinyal wifi yang memancar di berbagai tempat telah membuat orang-orang yang alergi wifi merasakan hidup seperti di neraka. Bahkan beberapa dari pengidap alergi Wifi mengaku mengalami kondisi tidak mengenakkan jika berada di area ber-Wifi. Untuk itu mereka lebih banyak menghabiskan waktu di di rumah atau tempat-tempat di pelosok yang tidak ada signal wifi-nya.


Sarah Dacre
Aneh, 4 Orang Ini Menderita Ketika Berada di Tempat Ber-Wfi

Pada 2007 silam, dikabarkan ada seorang perempuan asal Inggris yang mengaku alergi terhadap radiasi gelombang elektromagnetik. Menurut Dacre, hal pertama yang paling membuatnya rentan alergi adalah router WiFi, lalu ponsel.

Gelagat alergi dirasakannya sejak sekitar tahun 2002. Ketika itu dia masih sangat sibuk dengan berbagai kegiatan. Saat merasakan gejalanya, dia menyangka itu rasa pusing biasa karena kelelahan. Tapi ternyata ia mengidap electro-magnetic radiation (EMR). Untuk itu disetiap tempat yang ada Wifi ia selalu merasa menderita.

Pengidap EMR bisa mengalami kerontokan rambut, rasa sakit, tekanan darah tinggi, gangguan pencernaan dan ingatan, serta sakit kepala dan pusing.

Untuk melindungi diri, Dare mengecat dinding rumahnya dengan cat magnolia. Sebelum dicat, dinding rumah dilapisi dengan lembaran timah. Jendelanya pun berlapis jaring perak. Sementara jika bepergian, ia selalu mengenakan penutup kepala khusus berwarna perak serta jaring yang menutupi wajah dan leher.

Stefanie Russell

Aneh, 4 Orang Ini Menderita Ketika Berada di Tempat Ber-Wfi

Stefanie Russell, nenek berusia 73 tahun dari Inggris ini mengaku menderita dengan kehadiran sinyal seluler atau WiFi di rumahnya. Sebab sinyal itu akan membuatnya sakit kepala hingga mual.

Meskipun dokter belum memberikan diagnosis untuknya, namun Russell sudah menghabiskan 4.000 poundsterling untuk mengecat rumahnya secara khusus. Tak hanya satu, tetapi cat khusus yang digunakan di rumahnya mencapai empat lapis sebagai penangkal sinyal.

Martine Richard

Martine Richard begitu menderita jika ada sinyal WiFi di sekitarnya. Sinyal WiFi membuatnya menderita sakit kepala, mual dan pusing selama bertahun-tahun. Dia bahkan harus pindah ke peternakan di pedesaan yang tidak ada koneksi internet.

Atas apa yang dialaminya, Martine mengajukan gugatan ke pengadilan. Pengadilan memenangkan kasusnya, sehingga pemerintah harus memberikan sekitar Rp 12 juta kepadanya.

Alergi WiFi atau yang juga dikenal dengan Electromagnetic Hypersensitivity Intolerance Syndrome (EHS) sering disebut sebenarnya tidak ada. Namun kondisi Martine dianggap sebagai kecacatan oleh pemerintah, sehingga dia mendapat semacam ganti rugi.

Mary Coales
Aneh, 4 Orang Ini Menderita Ketika Berada di Tempat Ber-Wfi

Mary Coales mengaku sakit dan menderita jika terkena radiasi dari alat elektronik. Perempuan 64 tahun lulusan Cambridge University ini kerap merasakan sakit tak tertahankan di area mulut ketika terpapar sinyal elektronik.

Dengan banyaknya orang yang membawa telepon genggam serta tempat yang memasang WiFi, Mary pun merasa sangat tersiksa. Ia jadi tak bisa pergi ke sembarang tempat selain ke rumah teman yang WiFi-nya bisa dimatikan. Kondisi ini dialaminya sejak 2012 lalu.

Ternyata ia mengalami Electromagnetic Hypersensitivity intolerance Syndrome (EHS). Untuk melindungi dari dari WiFi serta sinyal yang membahayakan, Mary menggunakan sebuah atasan yang terbuat dari kain tipis berwarna silver serta material polyamide. Busana itu ia namakan Aaronia Shield.

Karena bajunya yang tak biasa, Mary kerap mendapat tatapan aneh. Tapi bagaimana lagi, mau tak mau dia harus memakai baju itu demi bisa bertahan dari sinyal WiFi.

Nah itulah kawan, empat wanita yang merasakan sakit dan menderita ketika berada di tempat-tempat ber-Wifi. Memang aneh disaat orang sangat butuh dengan adanya wifi, mereka malah menjauh. Semoga bisa menambah pengetahuan dan menambah wawasan Anda.


loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.