Meski Lumpuh, Lima Orang Tepat Berprestasi

AnakRegular | Inilah Lima Kisah haru orang-orang lumpuh yang tetap berprestasi di dunia :

Mempunyai kesehatan yang tidak sempurna biasanya akan membuat seseorang drop. Masalah kesehatan seperti kelumpuhan kerap menjadi masalah yang sangat besar bagi banyak orang. Apalagi kelumpuhan permanen yang tak bisa disembuhkan. Rasanya semangat untuk menjalani kehidupan ini tidak bisa didapatkan.

Namun berbeda dengan orang-orang berikut ini, dikala tubuhnya mengalami kelumpuhan dan tak bisa disembuhkan, orang-orang ini tidak putus asa. Malah dengan segala keterbatasan yang ada, mereka bisa menorehkan suatu prestasi yang sangat luar biasa. Orang-orang ini telah membuktikan bahwa kekurangan bukanlah akhir suatu perjalanan.

Berikut adalah kisah orang-orang lumpuh yang begitu luar biasa. Dimana dengan kelumpuhan yang dialaminya tidak membuat mereka menyerah dengan keadaan. Mereka tetap bersemangat dan terbukti bisa menorehkan suatu prestasi yang mengagumkan dimana orang normal pun tak mudah untuk meraihnya.

Jarrett Martin - Jadi penerjun bebas profesional

Meski Lumpuh, Lima Orang Tepat Berprestasi

Di usia 18 tahun, Jarrett Martin mengalami insiden yang membuatnya lumpuh dari bagian dada ke bawah saat melakukan atraksi terjun bebas. Sempat koma dan butuh waktu 1 tahun rehabilitasi, Martin lantas harus duduk di kursi roda.

Setelah mempelajari kontrol lalu lintas udara, Martin pergi ke Florida dan berharap dapat menjadi instruktur parasut. Ia pun tidak menyerah dan kembali melakukan terjun bebas. Dirinya bahkan mengikuti kompetisi terjun bebas di Amerika Serikat dan menarik perhatian salah satu perusahaan jasa terjun bebas internasional, Skydive Dubai.

"Saya sudah melakukan ini sepanjang hidup sehingga kejadian drastis seperti lumpuh sekali pun tidak akan menghalangi saya. Jika ada keinginan pasti ada jalan. Saya telah menemukan jalan itu dan rasanya luar biasa dapat melakukan apa yang saya cintai," kata Martin.

Roxanne Russell Roundtree -. Menulis buku memasak

Meski Lumpuh, Lima Orang Tepat Berprestasi

Sejak tahun 2008, Roxanne Russell Roundtree terserang penyakit Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) atau dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig. Akibatnya, dia tak bisa menggerakkan tubuh mulai dari leher ke bawah.

Namun tampaknya Roxanne tak betah berdiam saja. Selama 2 tahun setelah didiagnosis ALS, dia menggunakan komputer yang dapat membaca gerakan mata untuk menulis buku resep masak. Awalnya buku tersebut ditujukan untuk ibu dan adik-adiknya saja, namun keluarga lantas memutuskan untuk menjualnya. Keuntungan dari penjualan buku itu pun digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Katie Knowles - Sukses jadi model

Meski Lumpuh, Lima Orang Tepat Berprestasi

Di usia 15 tahun, Katie Knowles didiagnosis penyakit degenerasi cakram di tulang belakangnya, hipermobilitas serta spinal stenosis yang pada akhirnya mengakibatkan sciatica.

Setelah menjalani beberapa operasi termasuk mengangkat cakram di tulang belakang, Katie justru mengalami kelumpuhan dan ia hanya bisa duduk di kursi roda. Sempat pasrah, Katie memutuskan untuk menjalani fisioterapi. Berhasil! setidaknya ia kini lebih banyak menggunakan kruk ketimbang kursi roda.

Ketika iseng-iseng berfoto bersama teman dan foto tersebut diposting di internet, banyak fotografer dan perusahaan yang mencoba mengontak Katie untuk menjadi model. Tak hanya sebagai model pakaian Indie, Katie juga secara sukarela menjadi model dari Models of Diversity, agensi model di Inggris yang mengampanyekan kesetaraan hak dan kesempatan untuk para difabel di dunia modelling.

Lily Putman - Juarai kontes kecantikan

Meski Lumpuh, Lima Orang Tepat Berprestasi

Lily Putman (7) lahir dengan spina bifida (semacam kelainan pada tulang belakang) dan hidrocefalus. Kondisi itu membuat ia mengalami kelumpuhan dari pinggang ke bawah. Namun, baru-baru ini Lily memenangkan kontes kecantikan yang digelar salah satu agen model lokal di Shoreham, Sara's Star. Selama ini Lily memang ingin sekali ikut kontes kecantikan. Namun, kondisi menggunakan kursi roda sempat membuat hati Lily ciut.

Sebelum mengikuti lomba, Lily selalu tekun berlatih. Sang ibu, Lisa bahkan mengajari Lily untuk jangan lupa melakukan kontak mata dengan juri. Kemudian, Lily diminta selalu menebar senyum kepada audiens yang hadir di acara tersebut. Berhasil! Lily melakukannya dengan baik selama kontes berlangsung. Bocah itu pun sukses menjuarai kontes kecantikan itu, mengalahkan 30 kontestan lainnya yang memiliki kondisi tubuh normal.

Callum Brown dan Lily Gordon Ikut kompetisi triathlon

Meski Lumpuh, Lima Orang Tepat Berprestasi

Meski memiliki kekurangan fisik, Callum Brown (10) dan Lily Gordon (9) tetap bersemangat mengikuti kompetisi triathlon yaitu Children's Disability Triathlon yang memang khusus diadakan untuk anak-anak dengan kelumpuhan.

Beberapa tantangan yang diberikan dalam kompetisi ini di antaranya berenang, bersepeda dan berlari. Aktivitas ini hampir mustahil dilakukan oleh Callum dan Lily sebelum mereka menjalani operasi di AS. Namun nyatanya, Challum mampu berenang dengan jarak 100 m, lalu berlari 1 km, dan bersepeda 4 km. Sementara Lily bisa berenang 50 m, kemudian dia bersepeda dan berjalan cepat.

Nah itulah kawan lima kisah dari orang-orang lumpuh yang tetap berprestasi walau dengan segala keterbatasan. Jangan sampai kita menyerah dengan hanya kita tidak bisa padahal kita normal dan sempurna. Kita harus berpikir orang lumpuh saja bisa kenapa kita sebagai orang normal dan sempurna tidak bisa.

Semoga bisa menjadi cerminan dan motivasi bagi kita semua kawan :
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.