Negara Dengan Tingkat Obesitas Tertinggi di Dunia

Ketika zaman terus maju dan berkembang, gaya hidup manusia pun semakin berubah. Makanan yang tadinya hanya sebagai penyelamat perut dari kelaparan, kini telah beralih fungsi menjadi pemuas hawa nafsu bahkan pelipur hati yang lara. Terkadang perut yang sudah kenyang pun masih masih dipaksakan untuk terus makan.

Dulu ada ungkapan makan enggak makan yang penting kumpul, namun di era sekarang ungkapan tersebut mulai tidak berlaku. Banyak orang mengatakan kumpul enggak kumpul yang penting makan tetap jalan. Tanpa disadari, akhirnya kebiasaan makan masyarakat modern ini pun menjadi kebiasaan buruk yang mengundang berbagai penyakit mematikan.

Tak hanya makanan, dulu ketika teknologi belum begitu canggih orang-orang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bergerak yang berdampak pada kesehatan menjadi lebih baik. Namun saat semuanya menjadi serba ada dan mudah manusia malah semakin rusak dan susah. Teknologi yang tadinya diciptakan untuk memudahkan pekerjaan malah menyebabkan timbulkan masalah kesehatan.

Makanan dan teknologi, mau tidak mau telah mengarahkan manusia pada salah satu masalah kesehatan terbesar yakni obesitas. Pola makan yang tidak teratur, konsumsi makanan sembarangan, dan kurangnya aktivitas gerak karena sudah dimanjakan dengan teknologi, membuat tubuh manusia menjadi kurang bugar. Padahal kebugaran merupakan salah satu faktor terpenting untuk mencegah obesitas.


Negara Dengan Tingkat Obesitas Tertinggi di Dunia

Arab Saudi

Sebanyak 35,2 persen dari populasi mengalami obesitas. Sebanyak 37 persen perempuan di negara tersebut dianggap mengalami masalah kesehatan yang berhubungan dengan kelebihan berat badan. Bahkan sebanyak 72 persen dari kualifikasi tersebut mengalami obesitas klinis.

Mesir

Sebanyak 34,6 persen populasi di Mesir mengalami masalah obesitas. Ada 10 persen orang Mesir yang minum lima atau lebih kaleng soda setiap hari. Sebuah laporan tahun 2011 dari Euromonitor International memperkirakan 53 persen dari perempuan berumur 15 tahun ke atas akan menjadi kegemukan pada tahun 2020.

Yordania

Sebanyak 34,3 persen dari populasi di Yordania mengalami obesitas. Sebuah laporan tahun 2010 dari University of Jordan menemukan tingkat obesitas perempuan dewasa Yordania mencapai 60 persen. Jumlah ini hampir dua kali lipat dari laki-laki. 

Uni Emirat Arab

Ada 33,7 persen orang di UEA yang mengalami obesitas. Pemerintah Dubai sampai membuat sebuah tantangan bagi warganya yang mampu menurunkan berat badan dalam waktu 30 hari akan mendapatkan emas. Siapa yang berhasil menurunkan 2 kilogram akan mendapatkan emas seberat 2 gram dengan harga sekitar Rp 1 juta rupiah. Bahkan untuk memerangi obesitas pemerintah sampai mengeluarkan kebijakan melarang minum soda berukuran besar. 

Afrika Selatan

Populasi Afrika Selatan yang mengalami obesitas kini menyentuh angka 33,5 persen. Tren budaya kebarat-baratan pun dijadikan kambing hitam atas munculnya masalah ini. Bahkan hal ini membuat Afrika Selatan menjadi satu-satunya negara di Benua Afrika dengan masalah berat badan yang serius.

Meksiko

Di Meksiko, 32,8 persen dari populasinya menderita obesitas. Bahkan tujuh dari sepuluh orang Meksiko kelebihan berat badan dan tiga dari sepuluh mengalami obesitas klinis. Kongres Meksiko pun sampai menerapkan pajak 5 persen pada makanan kemasan yang mengandung sedikitnya 275 kalori per 100 gram dan biaya tambahan pada setiap liter gula jenuh yang terkandung dalam minuman. 

Amerika Serikat

Sebanyak 31,8 persen populasi di Amerika Serikat mengalami obesitas. Di negeri Paman Sam itu, hampir 1 dari 3 orang mengalami obesitas. 

Venezuela

Di Venesuela, 30,8 persen penduduknya menderita obesitas. Bahkan sebelumnya jumlahnya mencapai 38 persen. Presiden Maduro pun sampai memulai kampanye obesitas nasional dengan melahirkan instansi pemerintah baru yang bertugas mengawasi pedoman makanan di tempat-tempat yang paling berisiko, seperti di sekolah-sekolah. Padahal 20 tahun yang lalu Venezuela mengalami masalah kekurangan gizi. 

Trinidad dan Tobago

Di negara ini, jumlah penduduk yang menderita obesitas sebanyak 30 persen. Artinya, 1 dari 3 orang di negeri ini mengalami obesitas. Penelitian terbaru dari Karibia Pangan dan Gizi Institut menunjukkan obesitas di Trinidad dan Tobago, khususnya di kalangan anak-anak, meningkat dalam waktu singkat. Bahkan biaya untuk mengatasi obesitas diperkirakan mencapai Rp 60 triliun per tahun.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.