4 Miliader Dunia Yang Dulunya Hidup Susah Menjadi Pengungsi

Saat ini ribuan pengungsi suriah sedang putus asa dengan kehidupan di negaranya, hampir tidak ada kehidupan yang tenang serta bahagia disana. Setiap menit suara senjata terus menghiasai suasana seram di negara suriah. Untuk itu banyak warga Suriah yang kabur ke negara lain yang berada di Eropa guna mencari kehidupan yang lebih baik.

Sementara itu pemimpin di negara-negara Eropa tengah dihadapi dilema, antara menerima pengungsi untuk memberantas krisis kemanusiaan dengan ketakutan jumlah imigran yang banyak sehingga menimbulkan pengangguran baru yang lebih banyak. Ada yang setuju ada pula yang menolak para pengungsi ini.

Kehidupan keras sebagai seorang pengungsi nyatanya telah lebih dulu dialami oleh orang-orang sukses dan kaya raya di dunia saat ini. Sebelum menjadi kaya dengan harta yang melimpah, para miliader ini terlebih dahulu mengalami hal yang menyakitkan menjadi orang asing di negara yang bukan tempat lahirnya. Meski begitu pada akhirnya mereka menjelma menjadi orang yang disegani dan dipandang tinggi oleh orang lain.

Berikut adalah kisah pilu para miliader dunia yang dulunya adalah seorang pengungsi dan korban konflik di negara kelahirannya :

Jan Koum

4 Miliader Dunia Yang Dulunya Hidup Susah Menjadi Pengungsi

Siapa yang menyangka bahwa pendiri WhatsApp, yaitu Jan Koum dulunya adalah orang miskin yang mempunyai kehidupan sangat susah. Saat muda di 1990an, Koum bersama ibunya pindah dari Ukraina ke AS. Awal kehidupannya di AS cukup susah, dan bergantung kepada tunjangan makanan dari pemerintah.

Pada 2009, pria yang dropout dari kuliah ini mulai mengembangkan WhatsApp yang sekarang dipakai lebih dari 1 juta orang per hari. Bahkan tahun lalu, aplikasi ini dibeli oleh Facebook dengan nilai US$ 19 miliar.

Sergey Brin

4 Miliader Dunia Yang Dulunya Hidup Susah Menjadi Pengungsi

Dari jagad teknologi, ada 2 orang miliuner yang kecilnya hidup sebagai pengungsi. Pertama adalah pendiri Google, Sergey Brin. Pada 1970an, Sergey kecil meninggalkan Rusia bersama keluarganya dan pindah ke AS. Saat kuliah di Stanford University, Sergey bertemu Larry Page dan mulai mendirikan Google. Jumlah harta Sergey saat ini diperkirakan mencapai US$ 35 miliar atau sekitar Rp 455 triliun.

Frank Lowy

4 Miliader Dunia Yang Dulunya Hidup Susah Menjadi Pengungsi

Lalu ada juga Frank Lowy, pendiri Westfield Group dan salah satu orang terkaya di Australia. Lahir di Slovakia, pengusaha pusat perbelanjaan ini meninggalkan Eropa usai Perang Dunia II, dan sampai di Australia pada 1952. Pria berumur 84 tahun ini menjadi salah satu figur bisnis paling berpengaruh di negeri kanguru.

George Soros

4 Miliader Dunia Yang Dulunya Hidup Susah Menjadi Pengungsi

Pria ini mengungsi dari Hungaria pada 1947 setelah berhasil selamat dari penguasaan Nazi sepanjang Perang Dunia II. Soros kabur ke Inggris, sebelum akhirnya menetap di Amerika Serikat.  Soros saat ini menjadi salah satu orang terkaya di dunia, lewat bisnis investasi atau hedge fund yang dimulainya pada 1960an. Kekayaan Soros menurut Forbes mencapai US$ 24,2 miliar, atau sekitar Rp 338 triliun.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.