6 Negara Maju Dengan Fasilitas Cuti Melahirkan Terbaik di Dunia

Kelahiran seorang anak adalah momen paling bahagia bagi setiap orang tua. Namun lahirnya anak akan mengubah pola hidup suami istri, utamanya bagi mereka yang berprofesi sebagai pekerja kantoran atau pun karyawan dalam sebuah perusahaan. Karena itulah dalam dunia kerja kita mengenal fasilitas cuti melahirkan yang diberikan kepada setiap karyawan yang sudah menikah.

Cuti melahirkan adalah sebuah fasilitas yang selalu diberikan perusahaan kepada setiap karyawan nya baik karyawan pria maupun wanita. Ketika seseorang mendapatkan cuti melahirkan, mereka diberikan hak untuk tidak bekerja selama waktu yang telah ditentukan dan akan tetap mendapatkan tunjangan dari perusahaan dimana mereka bekerja.

Saat ini sudah ada lebih 175 negara diseluruh dunia yang memberikan cuti melahirkan sekaligus tunjangan selama cuti kepada setiap pekerja. Namun hanya beberapa negara yang memberikan cuti melahirkan lebih lama kepada setiap karyawan nya. Seperti yang dilakukan oleh negara-negara berikut ini, dimana lama cuti yang diberikannya sangat panjang dan tunjangan tetap diberikan tetap 100% sesuai dengan gaji ketika bekerja.

6Negara Maju Dengan Fasilitas Cuti Melahirkan Terbaik di Dunia


Italia

Di Italia karyawati yang sedang hamil dan mendekati waktu bersalin dilarang keras untuk bekerja, khususnya dua bulan sebelum tanggal perkiraan melahirkan. Tiga bulan setelah melahirkan pun mereka masih belum diperbolehkan untuk kembali ke tempat kerja. Sebelum cuti, karyawati harus mengajukan permohonan kepada institusi penggelar jaring keamanan sosial atau INPS dan kepada si pemberi kerja. Dilampirkan pula surat keterangan medis yang menunjukkan perkiraan tanggal lahir.

Cuti melahirkan ini juga diambil oleh ayah. Nah, selama cuti melahirkan, uang saku harian diberikan sebesar 80 persen dari gaji terakhir yang dibayarkan melalui INPS, termasuk tunjangan penyakit lainnya. Sampai anak berusia delapan tahun, orang tua berhak mengambil cuti hingga enam bulan. Selama periode cuti orang tua, uang saku harian sebesar 30 persen dari gaji terakhir pun diberikan. Bahkan dalam masa kerja, cuti khusus diberikan untuk melakukan tes prenatal dan check-up kesehatan.

Inggris Raya

Di Inggris Raya, orang tua bekerja bisa mendapatkan cuti melahirkan hingga 50 minggu. Di mana di 37 minggu waktu cuti, mereka masih mendapat bayaran sebesar 90 persen dari gajinya. 

Dulu, memang hanya ibu bekerja saja yang bisa mengambil cuti melahirkan. Namun seiring berkembangnya ide dan partisipasi perempuan di berbagai bidang yang meningkat, merawat anak bukan hanya kewajiban ibu. Itu makanya ayah pun turut mendapatkan cuti melahirkan. Pasangan suami istri bisa berbagi cuti setelah kelahiran atau cuti adopsi anak.

Jerman

Jerman menjadi salah satu negara yang memberikan cuti melahirkan terbaik di dunia bagi ayah dan ibu bekerja. Cuti orang tua ini disebut Elternzeit yang berlangsung selama 12 hingga 14 bulan, dan berlaku hingga anak berusia 3 tahun. Elternzeit juga bisa diambil sampai anak memasuki usia 8 tahun. Cuti melahirkan ini bisa diambil salah satu atau kedua orang tua.

Elternzeit diambil berdasarkan kesepakan karyawan yang bersangkutan dengan perusahaan tempatnya bekerja. Selama periode cuti itu, perusahaan tidak bisa menghentikan karyawan tersebut. Akan tetapi delapan minggu sebelum cuti, perusahaan berhak untuk memberhentikan karyawannya.

Permohonan Elternzeit diajukan 7 minggu sebelumnya. Syaratnya antara lain orang tua dan anaknya tinggal bersama di Jerman. Saat menjalani cuti ini, orang tua masih bisa bekerja paruh waktu dengan batas maksimal 30 jam per minggu.

Mengingat karyawan yang mengambil cuti ini tidak dibayar oleh perusahaan, maka pemerintah Jerman memberikan Elterngeld. Besarnya uang Elterngeld adalah sekitar 65 persen dari penghasilan bersih si karyawan setiap bulan.

Norwegia

Norwegia memiliki kebijakan cuti melahirkan untuk orang tua sejak 1977. Namun sejak 1993 diberlakukan kuota cuti melahirkan untuk ayah dan ibu bekerja. Nah, ayah dan ibu berbagi cuti melahirkan yang totalnya 49 minggu dengan tetap mendapat gaji penuh. Namun bila mengambil cuti 59 minggu maka gaji yang diperoleh hanya 80 persen.

Jadi ayah dan ibu masing-masing punya kuota cuti melahirkan selama 14 minggu. Sebelum hari kelahiran, ada jatah cuti selama 3 minggu, dan ada periode cuti selama 18 minggu dengan gaji penuh yang bisa dibagi antara ayah dan ibu.

Semula, hanya 2-3 persen laki-laki yang mengambil cuti untuk merawat anak-anaknya. Namun sekarang sudah lebih dari 90 persen laki-laki yang mengambil hak cutinya. Secara konsisten mereka melaporkan memiliki ikatan kuat dengan anak-anaknya sebagai hasil adanya cuti tersebut. Hasil positif lainnya, baik ayah maupun ibu sama-sama lebih proaktif dalam membesarkan buah hatinya.

Swedia

Mulai tahun 2016 Swedia berencana memberi seluruh ayah di negara tersebut jatah cuti melahirkan selama tiga bulan. Sebenarnya Swedia telah memberi jatah cuti untuk para orang tua selama 16 bulan (480 hari) yang dapat diambil baik oleh si ayah ataupun ibunya. Namun sejauh ini, mereka hanya memberikan jatah cuti eksklusif untuk ayah selama dua bulan saja.

Bagi pegawai yang mengambil cuti melahirkan ini, mereka akan tetap menerima 80 persen gaji. Bahkan mereka juga berhak mengurangi jam kerjanya hingga lebih dari 25 persen. 'Keringanan' ini dapat diambil hingga si anak menginjak usia 8 tahun, dan ini berlaku untuk setiap anak yang dimiliki pasangan.

Justru jika jatah cuti ini tidak diambil, hak tersebut akan hangus seketika. Pemerintah memang sengaja 'memaksakan' kebijakan ini agar para orang tua di Swedia benar-benar memanfaatkan kesempatan itu dan berperan aktif dalam mengasuh anak mereka, terutama di 1.000 hari pertama yang sangat penting bagi tumbuh kembangnya.

Kanada

Di Kanada, ibu bekerja yang akan melahirkan mendapatkan hak cuti selama 52 minggu. Selain mendapat hak cuti melahirkan yang cukup lama, ibu juga tetap mendapatkan upah cuti, yaitu 55 persen untuk 17 minggu pertama dan 35 minggu sisanya dapat dibagi antara ayah dan ibu dengan jumlah yang sama. 

Untuk mengajukan hak cuti melahirkan ini, ibu harus bekerja selama 600 jam lebih dulu dan membayar asuransi selama bekerja. Keistimewaan lainnya adalah, di Kanada, perempuan yang akan melahirkan dan yang sedang menyusui tidak akan dipecat.

Nah itulah kawan negara maju dengan fasilitas cuti melahirkan terbaik di dunia. Memang dengan segala kemajuan dan fasilitas yang ada negara maju bisa memberikan yang terbaik bagi setiap pekerja di negaranya. Semoga Indonesia bisa melakukan hal yang sama dengan negara-negara maju di atas. Kita Doakan saja..
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.