6 Rahasia Sehat dan Panjang Umurnya Anak-Anak di Jepang

Sudah bukan rahasia lagi jika kita berbicara tentang kesehatan terbaik yang ada di Jepang. Jepang merupakan negara maju dengan kesehatan terbaik di dunia. Saking sehatnya orang-orang Jepang bisa bertahan hidup rata-rata hingga 80 tahun lamanya.

Selain itu kedisiplanan serta pola makan yang seimbang sudah menjadi kebiasaan sedari kecil yang selalu di lakukan masyarakat Jepang. Untuk itu tak heran jika sebuah fakta mengatakan bahwa anak-anak di jepang merupakan anak-anak paling sehat di dunia. Lantas suatu pertanyaan terlintas di benak saya, apa rahasia dan bagaimana Jepang bisa menjadi negara tersehat di dunia?

Ternyata banyak aspek yang menjadikan Jepang sebagai negara sehat di dunia. Mulai dari kebiasaan makan hingga mengatur pola makan telah menjadi sesuatu yang wajib dan dilakukan secara terus menerus. Seperti sering jalan kaki hingga membiasakan makan siang orang orang Jepang menjadi sehat dan panjang umur.

6 Rahasia Sehat dan Panjang Umurnya Anak-Anak di Jepang



Memilih makanan yang kandungan kalorinya sedikit

Menu makan standar bagi orang Jepang adalah semangkuk kecil nasi putih, semangkuk sup miso, dan tiga lauk yang disajikan dalam piring kecil juga. Tiga jenis lauk itu beragam, bisa ikan, daging atau tahu namun dengan porsi yang tidak terlalu banyak.

"Ditambah dengan dua makanan pendamping yang berbahan sayuran," ungkap Naomi Moriyama dalam bukunya, Secrets of the World's Healthiest Children: Why Japanese Children Have the Longest, Healthiest Lives — And How Yours Can Too.

Menurut Noriyama, kuncinya bukan meniru porsi orang Jepang secara persis, tapi lebih kepada meneladani pola makannya saja. Jadi konsumsi lebih banyak buah, gandum utuh, dan ikan yang kepadatan kalorinya lebih rendah dari bahan makanan lain. Selain itu, kurangi makanan olahan, dan segala hal yang mengandung kalori berlebih maupun gula tambahan.

Membiasakan makan siang

Sekolah-sekolah di Jepang bertugas menyediakan makan siang untuk siswa-siswi mereka. Bahan-bahannya biasa diambil atau dibeli dari daerah setempat, dan diolah hari itu juga. Selain itu, sekolah tidak memperbolehkan adanya makanan yang tidak menyehatkan.

"Mau tak mau mereka jadi belajar mengonsumsi makanan sehat dan enak yang sudah ada di hadapan mereka," kata Moriyama.

Lagipula anak-anak di Jepang ikut membantu mempersiapkan dan menyajikan makan siang untuk seluruh siswa secara bergiliran. Siswa juga diajari berbagai hal tentang makanan karena ini adalah bagian dari kurikulum, di antaranya dengan mengunjungi lahan pertanian setempat, atau belajar tentang nutrisi, cara memasak, hingga table manner.

Memberi contoh makan sehat

Apa yang dilakukan orang tua pasti ditiru oleh anak-anaknya. Inilah gambaran yang coba dijelaskan Moriyama tentang gaya hidup sehat keluarga di Jepang. Sejak awal, orang tua di Jepang akan membiasakan anak-anak mereka mengonsumsi berbagai makanan sehat, baik itu buah maupun sayur. Mereka juga dibiasakan makan bersama dengan keluarga. Ini sebagai bukti bahwa orang tua mencoba meneladani kebiasaan makan sehat kepada anak-anaknya.

Di sisi lain, mereka tidak melarang anak untuk mengonsumsi gula dan sejenisnya. "Mereka tidak mengatakan habiskan makananmu atau tidak ada es krim. Tapi mereka memberi contoh makan sehat, dan tidak menunjukkan reaksi berlebih ketika anak menolak mencoba makanan baru atau tidak menghabiskan makanan mereka," terang Moriyama.

Sering jalan kaki

Bukan rahasia umum lagi jika orang Jepang gemar berjalan kaki sejak kecil. Bahkan dari hasil riset WHO ditemukan 98 persen anak-anak di Jepang memilih berjalan kaki atau naik sepeda ke sekolah.

Itu artinya dalam kesehariannya, anak-anak di Jepang selalu memenuhi standar aktivitas fisik untuk anak dari WHO, yaitu 60 menit, hanya dengan berjalan kaki ketika berangkat dan sepulang sekolah. Dan banyak di antara mereka yang tetap melakukannya bahkan sampai menjelang usia senja.

"Bila tidak memungkinkan, cari cara lain agar mereka banyak bergerak. Tip paling mudah adalah matikan perangkat elektronik selama satu jam tiap malam, lalu ajak keluarga jalan-jalan keluar rumah," saran Moriyama.

Mengonsumsi nasi

Nasi selama ini hanya dikenal sebagai makanan utama penduduk Asia. Namun banyak peneliti di Barat yang mengatakan nasi mempunyai indeks glikemi tinggi dan dapat menaikkan gula darah maupun berat badan jika dikonsumsi setiap hari.

Tapi orang-orang Jepang terbiasa menggabungkan nasi dengan makanan lain yang tidak mempunyai indeks glikemi tinggi seperti ikan, sayuran dan rumput laut.

"Bila dikombinasikan seperti ini, dampak negatif dari indeks glikemi tadi dapat diminimalkan atau bahkan dihilangkan," terang Moriyama, wanita asli Jepang yang saat ini tinggal dengan suaminya di New York.

Moriyama juga sepakat bahwa nasi terbaik terbuat dari beras merah karena kandungan nutrisinya yang lebih banyak dari nasi biasa.

Tidak terlalu membatasi diri

Benar-benar menghindari makanan tertentu bukanlah gaya hidup orang Jepang. Moriyama mengungkapkan, anak-anak di Jepang diperbolehkan untuk makan cemilan atau jajanan tapi dengan jumlah dan frekuensi tertentu.

"Untuk makanan yang tidak menyehatkan, kami fleksibel. Silakan makan pizza, es krim, kue atau keripik bersama keluarga. Tapi batasi porsinya. Agar tidak tergoda, jangan menyimpan sekantung keripik dalam rumah," sarannya.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.