7 Orang Yang Meminta Dokter Mengamputasi Bagian Tubuhnya

Dalam dunia medis, amputasi biasanya akan dilakukan pada orang yang mengalami kecelakaan fatal yang menyebabkan jaringan tubuh menjadi rusak atau bisa juga dilakukan para orang yang terserang suatu penyakit yang menyebabkan rusaknya jaringan tubuh. Bagian tubuh yang rusak dan tidak bisa di selamatkan biasanya akan di amputasi.

Ketika tubuh di amputasi tentunya kesempurnaan badan seseorang akan berkurang. Untuk itu banyak orang yang tidak mau bahkan tidak ingin kehilangan bagian tubuhnya. Karena jika bagian tubuh tidak lengkap orang tersebut akan dianggap cacat oleh orang lain. Terlebih perlakuan orang cacat dengan orang normal sangatlah berbeda.

Namun beda halnya dengan kisah orang-orang dibawah ini, di kala orang lain tidak ingin kehilangan bagian tubuhnya mereka malah ingin meminta dokter untuk mengamputasi bagian tubuhnya. Dengan berbagai alasan dan faktor khusus permintaan mereka ada yang dikabulkan oleh dokter ada pula yang ditolak karena alasan tertentu.


Claire Jones

7 Orang Yang Meminta Dokter Untuk Mengamputasi Bagian Tubuhnya

Bagi sebagian wanita, munculnya varises di kaki sangatlah mengganggu penampilan mereka. Namun bagi Claire, varises ini tak hanya mengganggu tapi juga mengerikan. Sebab ia mengidap venephobia atau ketakutan yang berlebihan terhadap pembuluh darah, termasuk varises.

Gejala fobianya sudah terlihat sejak kecil, dan ketika beranjak remaja, ia cenderung menghindari wanita-wanita tua di lingkungannya, terutama yang memakai rok selutut karena takut varises mereka kelihatan. Ia bahkan menghindari aktivitas yang mengeluarkan banyak tenaga karena ia tak mau pembuluh darahnya sendiri kelihatan.

Sampai akhirnya di tahun 2012, varises muncul di kaki Claire. Dan tak disangka ibu tiga anak itu sampai memohon kepada dokter agar kedua kakinya yang sehat diamputasi. Dokter tentu menolak permintaannya, lantas merujuknya untuk menjalani terapi psikis.

Zheng Yanliang

7 Orang Yang Meminta Dokter Untuk Mengamputasi Bagian Tubuhnya

Pada bulan Januari 2011, Zheng merasa sakit luar biasa di kakinya. Namun obat yang telah diberikan dokter juga tidak mempan. Hingga akhirnya ia disarankan untuk diamputasi.

Tetapi karena keterbatasan dana, pada suatu malam di bulan April 2012, Zheng memutuskan memotong kaki kanannya sendiri dengan gergaji besi dan pisau buah, sedikitnya kurang dari 15 cm di bawah pinggulnya. Petani miskin asal Hefei, Tiongkok ini mengaku terpaksa melakukannya demi menyelamatkan diri.

"... Saya menggunakan pisau untuk mengiris kulit dan menariknya kembali sehingga saya bisa melihat tulang. Kemudian saya menggunakan gergaji untuk mengiris tulang setelah membebatkan ikat pinggang di sekitar kaki untuk menghentikan aliran darah," papar Zheng.

Amit Vigoda

7 Orang Yang Meminta Dokter Untuk Mengamputasi Bagian Tubuhnya

Amit terlahir dalam keadaan patah tulang di kaki kanannya. Ia mengidap sebuah kelainan ortopedi langka yang disebut 'congenital pseudoarthrosis of tibia and fibula with osteofibrous dysplasia'. Gangguan ini membuat kaki kanan Amit terus-menerus mengalami patah tulang.

Saat itu dokter menawarkan pilihan untuk mengamputasi kaki Amit atau menunggu Amit berumur 1-2 tahun baru diamputasi. Mereka lantas memilih agar Amit mendapatkan serangkaian operasi demi mencegah kakinya diamputasi.

Namun dari tahun ke tahun, Amit mulai tak tahan dengan nyeri yang ia rasakan di kedua kakinya. Selama ini Amit juga hanya bisa berjalan dengan kruk atau bahkan merangkak. Tak peduli dioperasi berapa kali, Amit tetap mengalami patah tulang. Hingga akhirnya di usia 11 tahun, Amit meminta sendiri kakinya diamputasi.

Kaleo Niko

7 Orang Yang Meminta Dokter Untuk Mengamputasi Bagian Tubuhnya

Kondisi Kaleo mirip-mirip dengan Amit. Bedanya, Kaleo mengidap arthrogryposis atau penyakit bawaan langka di mana otot-otot dan tendon penderitanya tidak berkembang secara alami sejak lahir. Kebetulan pada kasus Kaleo, yang terserang arthrogryposis adalah kakinya, sehingga ia banyak menghabiskan waktu di atas kursi roda.

Namun meski telah berulang kali dioperasi untuk memperbaiki bentuk kakinya, Kaleo malah terjebak dalam rasa sakit yang tak berkesudahan. Bahkan ketika berjalan, Kaleo merasa ada nyeri yang menusuk-nusuk di kakinya. Tak tahan, Kaleo kemudian meminta dokter untuk mengamputasi kedua kakinya.

Danielle Bradshaw

7 Orang Yang Meminta Dokter Untuk Mengamputasi Bagian Tubuhnya

Gadis asal Inggris ini terlahir dengan kondisi yang disebut 'developmental dysplasia' pada pinggul dan lutut kanannya. Akibatnya pinggul Danielle sering terkilir dan kaki kanannya tidak stabil. Ia pun hanya bisa beraktivitas di atas kursi roda atau memakai kruk. Namun di usia 11 tahun, Danielle meminta dokter memotong kaki kanannya karena ia ingin menjadi pelari cepat.

Setelah kaki kanannya yang tak berguna diamputasi, ia bisa memakai kaki prostetik dan menjadi pelari. Tetapi lama-kelamaan kaki kirinya mengalami kerusakan tendon sehingga memperlambat pergerakannya. Danielle pun mengajukan permintaan amputasi kepada tim dokter yang sama. Bila keduanya memakai kaki prostetik, gadis ini yakin ia bisa berlari lebih cepat, bahkan mencoba olahraga lain yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Chloe Jennings

7 Orang Yang Meminta Dokter Mengamputasi Bagian Tubuhnya

Sejak kecil, wanita ini ingin kakinya lumpuh atau memakai perban. Ia didiagnosis mengidap Body Integrity Identity Disorder (BIID), kelainan psikologis langka yang menyebabkan penderitanya merasa ingin cacat atau tidak bisa memfungsikan tubuhnya. 

Di usia 9 tahun, Chloe juga menolak divaksin polio demi mendapatkan kelainan pada kakinya. Saat remaja, ia juga pernah mencoba terjun dari ketinggian 1,3 meter sambil naik sepeda, namun ia hanya cedera di leher dan memar.

Di usia remaja, ia tercatat sudah mematahkan tulangnya sebanyak lima kali dan sengaja melakukan olahraga berbahaya seperti ski dan memanjat pohon. Setiap kali sendirian di rumah, Chloe juga sering berpura-pura membalut kakinya dengan perban, atau menggunakan kursi roda untuk berjalan.

Jonathan Metz

7 Orang Yang Meminta Dokter Mengamputasi Bagian Tubuhnya

Di tahun 2010, lengan kiri Jonathan terjepit saat membetulkan perapian di rumahnya. Sayangnya karena tungku perapian itu terletak di basement rumahnya, teriakan minta tolong Jonathan tak didengar siapapun. Setelah beberapa jam, Jonathan dibuat panik ketika melihat luka di lengannya mulai mengeluarkan bau busuk.

Terinspirasi oleh tokoh serial TV kesukaannya sewaktu kecil, yaitu McGyver, Jonathan kemudian memutuskan memotong lengannya dengan sebilah pisau. Hal ini terpaksa ia lakukan demi menyelamatkan nyawanya.

Setelah mengumpulkan nyali, Jonathan mulai mengiriskan pisau ke lengannya. Namun ia akhirnya berhenti melakukannya karena kesakitan, meninggalkan lengannya dalam keadaan nyaris putus. Beruntung kemudian polisi datang menyelamatkannya.

Nah itulah kawan, kisah orang-orang yang meminta dokter untuk mengamputasi bagian tubuhnya. Memang keinginan dan kondisi seseorang sangatlah berbeda, dan tak sedikit dari mereka yang bahagia dan merasa jadi orang normal ketika permintaan amputasi kepada dokter telah dikabulkan.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.