Empat Pelaut Dunia Yang Hilang Ketika Menjalankan Misi

Sejarah perkembangan dunia hingga menyebar nya bangsa eropa ke seluruh dunia tak pernah lepas dari peranan para pelaut. Para penjelajah samudera ini telah membuat perubahan dengan menghubungkan antara Eropa dengan dunia. Berkat para penjelajah juga semua perkembangan ilmu pengetahuan bisa mendunia.

Salah satu penjelajah dunia paling terkenal adalah Chirtophher Columbus, pelaut asal Spanyol ini adalah penemu dari benua Amerika yang kini telah menjelma menjadi negara maju dan adidaya seperti Amerika Serikat dan kanada. Selain itu melalui para pelaut pula lah ekspedisi penjajahan negara-negara Eropa di mulai.

Dengan segala tekad dan keberanian para pelaut ini berjuang dalam waktu yang lama guna menghadapi rintangan besar yang ada di laut, hingga pada akhirnya menemukan sesuatu yang sebelumnya tak pernah terbayangkan. Seperti teori bumi itu bulat juga dibuktikan oleh para pelaut eropa. Namun tak semua pelaut sukses mengarungi lautan, nyata ada juga pelaut yang hilang bahkan tak pernah ditemukan hingga sekarang.


Jean-Francois de Galaup Lapérouse

Empat Penjelajah Dunia Yang Hilang Ketika Menjalankan Misi

Pada tahun 1785, Raja Perancis Louis XVI mengirim Jean-Francois de Galaup Laprouse, seorang penjelajah untuk misi pembuatan peta dunia. Laprouse mencapai Australia tahun 1788, tetapi setelah meninggalkan Botany bay, armadanya justru menghilang. Sebuah misi penyelamatan dilakukan pada tahun 1719, tetapi belum berhasil menemukan jejaK Laprouse beserta dua kapal dan 225 awak kapalnya.

Bukti kehilangannya mulai muncul justru 40 tahun pasca dirinya menghilang. Tahun 1826b Peter Dillon, seorang kapten Irlandia mempelajari dari nativigator bahwa ada dua kapal yang pernah tenggelam di dekat pulau Vanikoro. Setelah berlayar ke wilayah itu, Dillon menemukan jangkar dan reruntuhan kapal lainnya yang kemudian dikonfirmasikan adalah dua kapal milik Laprouse.

Dalam putaran cerita yang aneh, penduduk setempat mengklaim bahwa beberapa pria bahkan kelompok "chief" bertahan hidup beberapa saat di Vanikoro, sebelum akhirnya mereka membangun sebuah perahu sederhana dan melaut. Jika misteri tenang si "chief" benar adalah Laprouse, in berarti bahwa dirinya berhasil bertahan selama beberapa tahun lebih lama dari apa yang dipercayai oleh orang-orang sebelumnya.

Gaspar and Miguel Corte-Real

Empat Penjelajah Dunia Yang Hilang Ketika Menjalankan Misi

Sebuah kebetulan yang miris, dua orang petualang bersaudara Gaspar dan Miguel Corte-Real menghilang di garis pantai modern Kanada. Pada tahun 1501 Gaspar dikabarkan memimpn tiga armada kapal yang melakukan ekspedisi ke pantai Newfoundland.

Setelah mengklaim sekitar 60 orang penduduk asli sebagai budak, dirinya menugaskan adiknya, Miguel untuk membawa mereka kembali ke Portugal. Gaspar berencana untuk menyusul, tetapi sayangnya dia dan kapalnya tidak pernah terlihat lagi.

Miguel kembali ke dunia penjelajahan lagi pada tahun 1502 dengan tujuan untuk melakukan pencarian pada kapal saudaranya yang hilang. Miguel melakukan pencarian dengan menggunakan tiga caravel menuju Newfoundland, dan masing-masing caravel melakukan pencarian secara terpisah. Setelah pencarian, kedua caraval kembali pada titik pertemuan yang disepakati, namun caraval milik Miguel tidak pernah kembali, menghilang tanpa jejak.

Nasib kedua bersaudara itu masih menjadi misteri hingga kini, namun ada bukti yang menunjukkan bahwa Miguel mungkin tidak mati saat dia menghilang. Pada tahun 1918, seorang Profesor Universitas Brown menemukan prasasti batu di Dighton, Massachusetts. 

Tertulis tahun 1511, prasasti tersebut menuliskan "Miguel Corte-Real, by the will of God, here leader of the Indians" yang artinya "Miguel Corte-Real, oleh kehendak Tuhan, di sini pemimpin dari orang-orang indian".

Jika prasasti tersebut asli, ini akan menunjukkan bahwa Miguel bertahan dalam dunia baru setidaknya selama 9 tahun. Bahkan yang lebih mengesankan, prasasti tersebut menyiratkan bahwa Miguel bergabung dan bahkan menjadi pemimpin suku pribumi.

George Bass


George Bass dikenal menghilang dalam perjalanannya menemukan selat antara Australia dan Tasmania. Bass memulai karirnya sebagai dokter bedah kapal di Royal Navy. Bass mulai mendapatkan reputasinya sebagai penjelajah setelah dirinya mengamati pantai timur Australia dari sebuah kapal kecil yang disebut The Tom Thumb.

Datang dengan harapan untuk menjadi seorang saudagar kaya, Bass kembali ke Australia dengan menggunakan sebuah kapal dagang yang bernama Venus. Ternyata apa yang direncanakan tidak berjalan sesuai harapan, Bass memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Amerika Selatan dalam sebuah misi perdagangan gelap Spanyol. Dia melakukan pelayaran pada Februari 1803 tetapi ternyata menghilang dengan krunya di Samudra Pasifik dan tidak pernah terlihat lagi setelahnya.

Versi lain dari cerita mengatakan bahwa sementara kapal Venus tenggelam di Samudra Pasifik, Bass dan beberapa anak buahnya berhasil sampai di pantai Chili. Namun, sayangnya disana dia tertangkap sebagai penyelundup dan dipaksa untuk menghabiskan sisa hidupnya sebagai kuli di pertambangan perak di Spanyol.

Percy Fawcett

Empat Penjelajah Dunia Yang Hilang Ketika Menjalankan Misi

Dalam berbagai daftar orang hilang penjelajahan hutan Amazon yang diperkirakan telah merenggut nyawa lebih dari satu orang ini, tidak ada satupun yang lebih terkenal dari nama Percy Fawcett. Dia diperkirakan menghilang pada tahun 1925 dalan pencariannya mengenai kota mitos yang hilang. Sebagai salah satu tokoh yang gemilang pad masanya,karena karyanya yang hebat dalam membuat peta mengagumkan untk belantara Brazil dan Bolivia.

Fawcett memulai perjalanannya dengan keyakinan adanya sebuah kota mitos yang hilang bernama "Z" yang menurutnya ada di suatu tempat di wilayah yang belum pernah dijelajahi oleh Mato Grooso, seorang penjelajah dari Brasil.

Fewcett yang melakukan perjalanan bersama cucu tertuanya dan seorang pemuda bernama Raleigh Rimmell, berangkat mencari kota mitos yang hilang. Tetapi setelah surat terakhir yang dikirimnya di mana surat itu mengabarkan bahwa dirinya telah merambah ke wilayah yang belum dipetakan, kelompok penjelajah tersebut menghilang tanpa jejak.

Nasib mereka masih menjadi misteri. Kebijakan konvensional menunjukkan bahwa para penjelajah tersebut dibunuh oleh musuh Indian, sedangkan teori lain menyalahkan malaria, dan serangan jaguar sebagai penyebab kematian mereka. Apapun yang menjadi penyebab kematian mereka, itu telah berhasil memancing imajinasi orang lain tentang perjalanan mereka.

Pada tahun-tahun pasca menghilangnya Fewcett, ribuan calon petualang dipasang misi penyelamatan, dan tercatat sebanyak 100 orang meninggal ketika menjalankan misi pencarian tanda-tanda kehilangan Fawcett di kegelapn hutan Amazon.


loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.