Lima Balita yang Ditangkap Polisi Karena Kasus Kejahatan

Sudah sangat wajar sekali jika anak anak khususnya para balita melakukan berbagai hal dalam kesehariannya. Misalnya bermain dengan teman seumurannya dan melakukan banyak hal, termasuk perilaku yang sedikit nakal. Di usia yang sangat belia tersebut tentunya anak-anak belum bisa membedakan mana hal yang baik dan mana yang buruk.

Untuk itu, ketika anak-akan sedang bermain tugas orang tua adalah mengawasinya. Dengan begitu para orang tua bisa memberikan perhatian dan memberitahukan secara langsung kepada para anaknya mana hal yang baik dan mana yang buruk. Jika para orang tua tidak bisa mengurus dan memberikan pengetahuan yang benar pada anaknya bukan tak mungkin, dewasa kelak anak akan melakukan hal yang menyimpang.

Namun senakal-nakalnya anak di usia balita tak akan pernah berurusan dengan namanya hukum, apalagi jika harus ditangkap oleh pihak yang berwajib. Sangat aneh bila ada seorang polisi yang berani dan bahkan mempidanakan seorang balita. Seperti yang terjadi pada balita berikut ini, dimana harus ditangkap polisi karena dianggap sudah melakukan kejahatan kriminal.


Polisi tuding bocah dua tahun mencuri

Polisi India dikecam pengguna Internet India setelah kedapatan menjadikan seorang balita dua tahun sebagai tersangka pencurian dan masuk tanpa izin ke properti milik pribadi. Bocah lelaki dua tahun bernama Ravi itu dianggap berkomplot dengan tiga lelaki dewasa, salah satunya adalah pamannya, untuk melakukan kejahatan tersebut.

Karena tuduhan status tersangka yang dikenakan pada Ravi membuat keluarganya tidak terima. Apalagi polisi datang ke rumah mereka hendak membawa Ravi untuk dimintai keterangan di kantor. Sang bapak segera mengadukan tindakan penyidik kepolisian di Uttar Pradesh itu itu kepada jaksa setempat.

Pejabat kepolisian setempat segera menyadari kesalahan anak buahnya, lalu memerintahkan status tersangka dicabut. Tidak jelas kenapa nama Ravi bisa dimunculkan sebagai tersangka untuk kasus pencurian kelas teri yang terjadi pada bulan lalu tersebut. Polisi juga enggan memberi keterangan tambahan, apakah balita itu diajak pamannya ketika sedang mencoleng.

Sesuai hukum India, anak di bawah tujuh tahun tidak bisa dikenai sangkaan pelanggaran pidana. Tapi ternyata polisi India berkali-kali nyaris menyeret anak yang belum akil baligh ke pengadilan. Contohnya tahun lalu, lagi-lagi di Uttar Pradesh, dua polisi diskors karena kedapatan menjadikan bocah baru satu tahun sebagai tersangka pengeroyokan.

Pada 2011, ada juga kasus bocah lima tahun dicokok polisi dengan tuduhan mengganggu jalannya pemilu kepala desa di Negara Bagian Bihar. Lalu ada juga penetapan tersangka bocah perempuan enam tahun pada 2006, dengan sangkaan membantu ayahnya kabur dari kejaran polisi.

Bayi sembilan bulan di Pakistan dituduh ingin bunuh polisi
Lima Balita yang Ditangkap Polisi Karena Kasus Kejahatan

Seorang bayi laki-laki masih berusia sembilan bulan tahun lalu muncul di sebuah pengadilan di Pakistan. Dia datang bukan untuk menemani orangtuanya, melainkan untuk menghadiri sidang terhadap dirinya setelah dituduh merencanakan sebuah pembunuhan.

Bayi bernama Muhammad Mosa Khan itu juga didakwa dengan tuduhan telah mengancam polisi dan campur tangan dalam urusan negara. Khan menghadapi tuduhan bersama anggota keluarganya, mengikuti sebuah insiden penggerebekan dilakukan polisi untuk menangkap tersangka pencuri gas di Kota Lahore. Dia diberi jaminan dan kasusnya ditangguhkan hingga 12 April.

Foto-foto dari Mosa Khan memperlihatkan sang bayi tampak hadir di sebuah pengadilan tengah memegang botol minuman sambil duduk di pangkuan ayahnya. Sebuah laporan dari polisi menduga tersangka, Mosa Khan, berusaha membunuh petugas dengan melemparkan batu ke arah mereka saat melakukan penggerebekan itu.

Bocah dua tahun dituding jarah dan bakar toko

Lima Balita yang Ditangkap Polisi Karena Kasus Kejahatan

Bayi dua tahun bernama Muhammad Sahil di Desa Muhamadpur Devpoar, India, dituduh polisi melakukan penjarahan, pembakaran properti, dan penyerangan. Polisi di Distrik Samastipur, Negara Bagian Birah, membawa sahil ke pengadilan untuk menghadapi hakim Ravi Shankar. Namun pengadilan kaget atas tindakan polisi membawa bayi dua tahun ke pengadilan dan dia akhirnya dibebaskan dengan jaminan.

Menurut laporan, seorang pemilik toko bernama Muhammad Naushad Alam mengajukan laporan ke polisi tentang tokonya yang dibakar oleh empat bersaudara. Selain dibakar dia juga dijarah senilai Rp 1,2 juta oleh empat bersaudara itu.

Sebagai respon atas laporan itu polisi mengajukan Muhammad Shoaib, 71 tahun, Muhammad Shakeel, 26 tahun, Muhammad Mohiuddin, 22 tahun, dan Sahil, 2 tahun, ke pengadilan. Dalam penyelidikan polisi setempat menyatakan laporan itu benar dan mereka menangkap Muhammad Shakeel lalu menjebloskannya ke penjara.

Mereka juga mengajukan surat penangkapan terhadap Sahil. Tapi pengadilan kemudian menyuruh polisi melepaskan dia.

Bayi satu tahun dituduh menghasut dan mengintimidasi

Polisi India di Negara Bagian Uttar Pradesh diskors lantaran menuduh bayi satu tahun menghasut dan mengintimidasi warga sebelum pelaksanaan pemilu. Laporan polisi menyebutkan bocah berumur 10-12 bulan bernama Nazim dan ayahnya, Yasin, bisa mengganggu keamanan sebelum pemilu kala itu.

Polisi setempat memang biasanya mencatat beberapa orang yang berpotensi menggangu keamanan sebelum pemilu lokal. Mereka akan ditangkap dan dibawa ke pengadilan.

Kencing di depan rumah, bayi tiga tahun dianggap melanggar ketertiban umum

Bocah tiga tahun di Piedmont, Amerika Serikat, bernama Dillan dianggap melanggar aturan kebersihan umum karena dia kencing di halaman rumahnya. Suatu hari Dillan sedang bermain di halaman rumahnya yang cukup luas. Karena sudah kebelet pipis akhirnya dia membuka celananya lalu kencing di halaman.

"Dillan membuka celana untuk kencing di luar dan sepertinya seorang polisi melihat lalu dia memberikan saya surat pelanggaran karena anak saya kencing di muka umum," kata ibu Dillan, Ashley Warden, seperti dilansir naturalnews, November 2012.

Menurut Warden, polisi bernama Ken Qualls melihat Dillan pipis dan dia menganggap anaknya telah melakukan kejahatan terhadap publik. Setelah menerima surat itu Warden mengajukan surat keberatan ke polisi. Namun surat itu ditolak oleh polisi dan Warden harus menghadapi persidangan sebulan setelah kejadian itu.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.