Lima Bayi Yang Selamat Dan Tetap Hidup Saat Diaborsi Ibunya

Aborsi adalah salah satu tindak kriminal yang dapat menghilangkan nyawa seorang bayi tidak berdosa. Untuk itu tindakan aborsi sangat ditentang oleh hukum. Di beberapa negara bahkan pelakunya akan di ganjar dengan hukuman berat apabila tertangkap melakukan aborsi. Bahkan tak hanya pelaku, dokter atau tim medis yang membantu aborsi akan dicabut izinnya dan mendapatkan hukuman yang sama.

Adapun beberapa kasus aborsi yang diijinkan oleh pemerintah adalah aborsi yang menyangkut soal keselamatan nyawa seorang ibu atau kondisi kesehatan yang berbeda. Itupun harus melalui beberapa tahapan untuk bisa melakukannya. Namun seiring perkembangan jaman kegiatan aborsi ini sering kali dilakukan, terutama kaum muda yang tersesat dalam pergaulan bebas.

Hampir tidak ada bayi yang selamat ketika seorang ibu mengaborsi kandungannya. Bayi yang seharusnya bisa membuka mata dan melihat dunia malah harus meninggal sebelum lahir kedunia. Namun berbeda dengan bayi-bayi berikut ini. Seakan mendapatkan keajaiban mereka bisa selamat dan tetap hidup sampai sekarang walau para orang tuanya telah mengaborsi mereka ketika masih dalam kandungan.

Berikut adalah kisah nyata para bayi yang selamat dari maut dan bisa hidup sampai sekarang ketika diaborsi orangtuanya saat masih dalam kandungan :

Melissa Ohden

Lima Bayi Yang Selamat Ketika Diaborsi Ibunya

Melissa Ohden 'tidak sengaja' lahir secara prematur di tahun 1977. Kala itu, ibunya yang tengah mengandung Melissa ingin menggugurkannya. Padahal usia kandungan saat itu menginjak 7 bulan, usia yang memperbolehkan bayi dilahirkan, namun dalam kondisi prematur.

Entah karena alasan apa, si ibu Melissa tidak menginginkan keberadaannya. Ia memilih jalur aborsi dengan menggunakan air saline. Air tersebut merupakan cairan yang akan disuntikkan ke dalam rahim. Fungsinya akan membakar si bayi dalam beberapa jam, sehingga ia akan mati di dalam kandungan.

Jenis aborsi ini cukup kejam, karena bayi seperti dibakar dan akan menderita luka bakar serius sampai mati di dalam kandungan.

Keajaiban terjadi, karena air saline yang di dalam rahim ibunya tidak membakarnya. Cairan tersebut justru membuat ia lahir dan keluar dari rahim ibunya. Malangnya, ia kemudian dibuang di tempat sampah, hingga seorang perawat menemukan dan menyelamatkan nyawanya.

Kini, Melissa mengampanyekan soal aborsi untuk menyelamatkan bayi-bayi tak bersalah lainnya. Ia adalah bayi yang beruntung kala itu karena berhasil lolos dari air saline yang mengancam nyawanya. Kini, ia telah menjadi ibu, dan melahirkan anaknya di rumah sakit di mana ia pernah nyaris digugurkan.

Brandi Lozier

Lima Bayi Yang Selamat Ketika Diaborsi Ibunya

Brandi adalah salah satu bayi yang nyaris digugurkan dengan menggunakan metode air saline. Saat itu usia kandungan ibunya 4 bulan. Masih jauh dari usia bayi yang sempurna untuk dilahirkan.

Ia dilaporkan telah meninggal di dalam kandungan, sehingga petugas medis sudah bersiap-siap untuk mengeluarkan tubuhnya dan membuangnya dari rahim si ibu. Namun, betapa terkejutnya si petugas tersebut, karena ia melihat Brandi mengangkat sebelah tangannya, dan menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Brandi akhirnya berhasil diselamatkan, dan hingga kini menjadi pembicara di Colorado. Ia menyuarakan kepeduliannya karena pernah hampir menjadi korban aborsi ibunya.

Claire Culwell

Lima Bayi Yang Selamat Ketika Diaborsi Ibunya

Saat itu ibu Claire berusia 13 tahun saat menyadari dirinya mengandung. Belum menikah dan dalam kondisi ekonomi yang buruk, ia berusaha menggugurkan kandungannya. Ia keluar dari klinik dengan lega karena berpikir bahwa bayinya telah berhasil digugurkan. 

Beberapa minggu kemudian, ia menyadari bahwa rahimnya masih tumbuh membesar. Ia pun kembali ke klinik tempat ia aborsi dulu. Dokter kemudian menjelaskan bahwa ternyata ia masih dalam kondisi hamil. Pada proses aborsi sebelumnya, salah satu bayi kembar saja yang diaborsi. Satu bayi lainnya berhasil hidup.

Ibu Claire memutuskan pulang dan menunggu kelahiran anaknya. Claire dilahirkan dalam kondisi prematur dan lemah. Tubuh bagian bawah tidak tumbuh dan dalam kondisi kritis. Ia harus mengikuti beberapa terapi pinggul, paha dan kaki agar tumbuh seperti posisi normal.

Claire dibesarkan oleh ibu kandungnya. Mereka punya hubungan yang sangat baik dan saling menyayangi satu sama lain. Claire tetap bangga dan bersyukur karena ibunya tidak menggugurkannya juga.

Keira Hamsworth

Lima Bayi Yang Selamat Ketika Diaborsi Ibunya

Salah satu bayi yang berhasil bertahan dari aborsi dan tetap hidup adalah Keira. Saat itu, ibunya, Chelsea berusia 16 tahun saat mengetahui dirinya hamil. Usia kandungannya 10 minggu saat memutuskan untuk melakukan aborsi.

Chelsea kemudian pulang dan menyadari bahwa beberapa minggu kemudian, perutnya masih membesar dan usia kehamilannya tidak berhenti. Ia kembali ke dokter untuk menanyakan soal kondisinya. Ditemukan bahwa ternyata aborsi yang ia lakukan gagal.

Merasa sedih dan bersalah, Chelsea memutuskan menjaga dan mempertahankan kehamilannya. Dan akhirnya bayi Keira dilahirkan. Sayangnya, Keira lahir tidak sempurna karena salah satu tangannya hilang akibat usaha aborsi yang dilakukan ibunya. Pun demikian, bayi Keira menjadi bayi yang tumbuh ceria dan sehat.

Gianna Jenssen

Lima Bayi Yang Selamat Ketika Diaborsi Ibunya

Kisah Gianna hampir mirip seperti Melissa Ohden. Gianna dikandung oleh ibu yang tak menginginkannya. Kala itu, ibunya masih berusia 17 tahun saat mengandungnya. Ia memutuskan untuk mengaborsi bayi yang usianya menginjak trimester ketiga. Ia menggunakan aborsi dengan cara air saline untuk membunuh bayinya.

Bayi Gianna menghabiskan waktu berada di dalam rahim yang terselimuti air saline selama 18 jam. Akhirnya ia berhasil selamat dan dilahirkan paksa akibat efek air saline. Beratnya tak sampai 2 kilogram saat lahir dan berstatus bayi adopsi karena dibuang loeh ibunya.

Sayangnya, air saline sempat membakar bagian tubuhnya, dan dokter memvonisnya menderita cerebral palsy, yang membuat ia kesulitan berjalan maupun berbicara.

Orang tua angkat Gianna sangat menyayanginya, mereka membesarkan Gianna menjadi sosok yang kuat, hingga ia tidak menyerah begitu saja. Dengan niat yang besar, ia bahkan bisa hidup seperti orang lain pada umumnya. Ia mengikuti London Marathon, menjadi pembicara di mana-mana dan memotivasi banyak orang untuk membuat keputusan baik dalam hidupnya.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.