Empat Teroris Wanita Paling Mematikan di Dunia

Kita tahu wanita itu selalu identik dengan kaum yang lemah dan kehidupannya selalu berkutat di dalam rumah dan dapur. Wanita sudah ditakdirkan hidup di dunia ini untuk menjadi pendamping serta menjadi ibu dalam sebuah keluarga. Dan sepintar-pintarnya wanita tetap saja ia harus taat dan patuh kepada suaminya.

Namun dalam beberapa kasus ternyata wanita bisa menjelma menjadi orang yang sangat mengerikan. Bahkan apa yang dilakukan wanita ini sangat lebih kejam dari apa yang biasa dilakukan oleh para lelaki. Seperti perilaku para wanita-wanita dibawah ini, mereka dikenal sebagai teroris wanita paling ditakuti dan mematikan di dunia.

Dengan segala aksi terorisme yang telah dilakukan, mereka telah membunuh banyak orang serta menyebabkan kerugian yang sangat besar. Atas aksi yang mereka lakukan hukuman berat pun mereka dapatkan. Mulai dari hukuman kurungan penjara hingga hukuman mati mereka dapatkan.

Nah, siapa saja para teroris wanita paling mematikan tersebut? berikut adalah empat teroris wanita paling mematikan di dunia :

Ulrike Meinhof

Teroris wanita paling fenomenal yang pertama adalah militan sayap kiri jerman yang benama Ulrike Mary Meinhof . Ulrike adalah salah satu pendiri Red Army Fraction (RAF) atau biasa juga di sebut Faksi tentara merah yang beranggotakan pemuda- pemuda garis keras di jerman.

Bersama faksi inilah ia melancarkan sejumlah aksi pembunuhan, penembakan dan peledekan di beberapa rumah pejabat, gedung pemerintah, dan beberapa bank. Gerakan ini mengatasnamakan rakyat dalam melakukan aksi mereka. Misalnya merampok bank dengan alasan mengambil uang orang kaya kaum kapitalis dan membagikan hasil rampokan kepada yang memerlukan.

Empat Teroris Wanita Paling Mematikan di Dunia

Namun sebagian besar kegiatan mereka malah menelan korban tidak berdosa. Wanita yang dulunya wartawan majalah kiri konkret ini kemudian di tangkap pada tahun 1972 dengan berbagai macam tuduhan kriminal.

Bersama pendiri RAF Andreas Baader, Ulrike di tahan di penjara Stammhaim, Jerman. Selama 4 tahun Ulrike menanti keputusan hukum pengadilan yang tak kunjung usai. Akhirnya pada 9 mei 1976 berita mengejutkan tersebar bahwa ulrike ditemukan tewas gantung diri di sel nya.

Kematianya ini sangat mencurigakan dan hingga kini orang – orang terdekat nya tidak percaya bahwa Ulrike bunuh diri.

Shahidka (Black Widows)

Shahidka merupakan sekelompok wanita peneror di rusia yang melakukan penyerangan penyerangan  yang menarik perhatian pemerintah Rusia. Mereka merupakan wanita  wanita Cechnya yang sebagian besar merupakan janda dari korban serangan Rusia di Cechnya.

Empat Teroris Wanita Paling Mematikan di Dunia

Pemimpin kelompok ini bernama Roza Nagayeva dan Mariam Taburova. Tidak hanya menyerang. Mereka juga di siapkan untuk menjadi pembawa bom bunuh diri dan berhasil meledakan bebarapa tempat umum. Salah satu penyerangan terbesar dilakukan pada september 2004. Mereka menyerang sekolah North Ossetia. Dan berhasil menewaskan 394 warga sipil, 186 diantaranya adalah anak – anak.

Rose Dugdale

Wanita yang satu ini sebenarnya bisa menikmati hidupnya dengan manis di rumah mewah. Namun Rose Dugdale yang merupakan seorang putri jutawan inggris ini malah memilih menjadi pemberontak di negerinya.

Dia bahkan melawan ayahnya sendiri dengan merampok rumah ayahnya. Rose menjadi radikal di awal tahun 1970-an saat kuliah di oxford university. Setelah lulus ia bergabung dengan gerakan sipil di irlandia utara yang bernama AIRA.

Empat Teroris Wanita Paling Mematikan di Dunia

Bersama kelompoknya ia terlibat ledakan stasiun Royal Ulster Constabulary Namun Aksinya tidak berhasil. Dengan memanfaatkan pengalamanya masuk ke rumah - rumah jutawan dan kerabat ayahnya.

Karena ulahnya ini polisi setempat menyebarkan selembaran yang berisi foto san keterangan namanya di seluruh negeri. Rose akhirnya di tangkap dan di hukum 9 tahun pada 25 juni 1974.

Patricia Hearst

Kisah hidup Patricia Hearst dan Rose Dugdale hampir mirip. Patricia adalah seorang cucu dari raja media di Amerika Serikat Wiliam Randolph Hearst. Kisah hidupnya berubah drastis ketika ia di culik oleh kelompok radikal bersenjata bernama Symbionese Federation Army (SLA).

Pada Pebruari 1974 kelompok yang di pimpin oleh Donald Defrezee ini menyerang apartemen Patty atau Patricia Hearst. Mereka menculik Patty dan memukuli tunanganya. Ketika berita Patty Hearst diculik diketahui publik seluruh Amerika Serikat geger.

Empat Teroris Wanita Paling Mematikan di Dunia

3 hari kemudian para penculik menuntut ayah Patricia untuk memberi makan semua orang yang membutuhkan di Amerika Serikat. Ayah Patricia menyanggupi hal tersebut namun tidak berhasil membuat anaknya bebas.

Patty malah memihak kepada kaum teroris dan tidak mau pulang, Dia juga beberapa kali membantu kelompok ini untuk merampok bank. Sebuah CCTV menangkap sosoknya sedang memegang senapan. Setelah beberapa bulan mengikuti kelompok ini Patty akhirnya berhasil di tangkap di sebuah apartemen bersama penculiknya.

Dipengadilan Patty mengaku di cuci otak namun dia tetap dinyatakan bersalah pada 20 maret 1976 dan divonis penjara selama 7 tahun.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.