Lima Perilaku Hewan Yang Bikin Repot Satu Negara

Hewan sebagai makhluk hidup memang mempunyai takdirnya sendiri. Hukum rimba 'siapa kuat dia bertahan' selalu berlaku meski tanpa campur tangan manusia. Karenanya habitat tempat hewan hidup sangatlah berbeda dengan manusia. Hewan-hewan selalu hidup jauh di pedalaman dimana tidak ada manusia didalamnya.

Hampir tidak ada hewan yang bisa bersahabat atau berdampingan hidup bersama manusia. Jikapun ada mungkin hanya hewan-hewan tertentu saja yang bisa menjadi teman hidup manusia seperti kucing dan anjing yang memang sedari dulu sudah sangat dekat dengan kehidupan manusia. Namun untuk hewan-hewan ukuran besar lainnya mungkin hampir tidak ada yang bisa berdampingan, kalaupun ada hanya akan membuat takut orang-orang yang ada di sekitarnya.

Seperti yang terjadi pada hewan-hewan berikut ini, terjebak serta hidup di bukan tempat habitatnya nyatanya telah membuat banyak orang panik dan ketakutan. Bahkan hanya karena satu hewan ini ada di lingkungan manusia membuat pemerintah harus mengirimkan pasukan khusus untuk mengatasinya. Nah berikut adalah Lima kisah perilaku hewan yang membuat repot satu negara di dunia:

Pemerintah Israel akan deportasi kucing dan anjing kampung

Lima Perilaku Hewan Yang Bikin Repot Satu Negara

Kisah pertama datang dari negara Yahudi Israel dimana pada beberapa waktu lalu negara yang sering berkonflik ini di buat heboh oleh banyaknya kucing dan anjing yang berkeliaran di jalan. Menteri Pertanian Israel Uri Ariel melontarkan pernyataan membuat geram pencinta hewan. Dia menyarankan agar kucing dan anjing kampung sebaiknya dideportasi dari wilayah Zionis karena populasinya terlalu banyak.

Ariel telah membahas wacana deportasi kucing dan anjing ini bersama Menteri Lingkungan Avi Gabai. Selain mengebiri hewan liar di jalanan itu, sebaiknya ada alokasi anggaran mengirim binatang tersebut ke negara lain, seperti dilaporkan surat kabar Yediot Aharonot.

Warga Israel mengutuk dan menyebut wacana kebijakan ini keterlaluan. "Masalah kucing kampung memang serius dengan jumlah mencapai dua juta ekor di jalan Israel, namun alokasi dana kebiri tidak dapat ditukar dengan inisiatif apapun," kata organisasi penyayang binatang dalam surat terbuka, seperti dilansir English Al Arabiya.

Tidak mau kalah argumen, Ariel mengatakan deportasi justru tindakan lebih baik ketimbang membuat binatang menderita karena dikebiri. Pengacara kelompok penyayang binatang, Yoel Hasson, mengatakan kebijakan itu tidak bermoral serta membuktikan pemerintah Israel sekarang berusaha menerapkan hukum agama. Jika dilakukan, pihaknya akan menempuh jalur hukum.

"Jika kita membutuhkan tambahan pembuktian dari pengaruh ekstrem keagamaan dalam kehidupan berbangsa di Israel, Menteri Ariel telah membuktikannya bila itu mengarah pada hukum Teokrasi (hukum negara adalah hukum Tuhan)," ucap Hasson.

Sekadar informasi, hukum Agama Yahudi melarang pengebirian hewan. Sedangkan Hukum Israel pada 1994 melarang penyiksaan, meracuni, dan pembuangan terhadap hewan. "Proposal yang diajukannya sangat jauh dari moral, hari ini kucing, besok mungkin akan ditemukan alasan berlandaskan agama untuk mendeportasi umat manusia," pungkas Hasson.

Kuda nil tiba-tiba ngaso di jalanan Taiwan

Lima Perilaku Hewan Yang Bikin Repot Satu Negara

Warga Kota Yuanli, Taiwan, dikejutkan pemandangan aneh di salah satu jalan protokol. Seekor kuda nil berbaring di sana, dengan kondisi cedera parah di bagian perut. Kejadian tersebut terjadi begitu cepat. Sampai-sampai para pemilik toko di Distrik Miaoli tidak tahu kapan kuda nil tersebut terjatuh. Yang mereka tahu hewan ini sudah sulit bergerak lantaraknkakinya patah, disertai darah akibat lecet di bagian perutnya.

Hewan sepanjang dua meter dan bobot satu ton itu ternyata jatuh dari truk. Beberapa jam setelah insiden pengelola kebun binatang di Kota Taichung mengakui hewan itu milik mereka. Kuda nil diberi nama "A Ho" ini hendak dibawa ke pusat pengelolaan fauna, tapi ada kesalahan teknis sehingga pintu belakang terbuka. Sebelum jemputan datang, polisi setempat memanggil dokter hewan untuk menyuntikkan obat penenang.

Pemerintah Taiwan mengatakan pengelola A Ho harus bertanggung jawab lantaran hewan ini mengalami cedera parah lalu menimbulkan gangguan di ruang publik. Denda maksimum mencapai 75 ribu Dolar Taiwan (setara Rp 29 juta).

Lepas dari kandang saat banjir, harimau bunuh manusia di Georgia

Lima Perilaku Hewan Yang Bikin Repot Satu Negara

Banjir besar yang melanda Gorgia telah meluluhlantahkan negara tersebut, khususnya di Ibu Kota Tlibisi. Warga semakin panik setelah kebun Binatang di kota tersebut juga menjadi imbas dari ganasnya banjir. Hewan buas seperti harimau, singa, serigala, hingga kuda nil bebas berkeliaran pasca banjir.

Dikutip dari Channel News Asia, diberitakan bahwa harimau putih asal Kebun Binatang Tlibisi yang lepas akibat banjir, menerkam manusia. Pria itu tewas ketika dibawa ke rumah sakit "Pembunuhan terjadi pada Rabu, (17/6)," ucap pihak berwenang, sembari memperingatkan bila hewan buas lain seperti beruang dan heyna masih berkeliaran bebas di Tlibisi.

Menteri Dalam Negeri Georgia Vakhtang Gomelauri membenarkan ada ssatu warga Tlibisi mati akibat terkaman harimau. "Harimau yang menjadi pembunuh pria tersebut langsung dilumpuhkan dengan cara dibunuh kepolisan setempat. Sebanyak 300 hewan yang melarikan diri dari kebun binatang ditemukan meninggal atau dilumpuhkan hidup-hidup," ucapnya.

"19 orang juga telah menjadi korban, akibat terkaman hewan buas yang lepas, maka dari itu pemerintah mengimbau agar masyarakat tetap berada di dalam rumah dan tempat aman," lanjutnya.

Kementerian Keuangan Georgia menyatakan kerusakan akibat banjir senilai USD 45 juta ( Rp 599 miliar). Para ahli menyebutkan parahnya banjir disebabkan longsor saat hujan deras yang melupkan debit air sungai Vere.

Malaysia marah ditagih Rp 8,7 M per bayi panda oleh China

Lima Perilaku Hewan Yang Bikin Repot Satu Negara

Pemerintah Malaysia menyatakan sebaiknya kebun binatang di negaranya tidak lagi merawat panda. Hewan lucu itu sekalipun tumbuh di negara lain, tetap diklaim milik pemerintah China sebagai pemilik lokasi habitat aslinya.

Dengan alasan membantu konservasi, setiap kebun binatang di seluruh dunia yang membantu persalinan panda diplomatik diminta membayar USD 600 ribu (setara Rp 8,7 miliar) untuk setiap bayinya. Uang sebesar itu dikirim kepada pemerintah China. Pembayaran ini wajib ditransfer dalam jangka 12 bulan.

Tagihan memberatkan itu diungkap oleh Menteri Sumber Daya alam dan Lingkungan Malaysia, Datuk Seri Wan Junaidi Jafaar. Wan Junaidi mengatakan tagihan ini jelas sangat memberatkan pengelola bonbin maupun negara yang kebetulan merawat panda pemberian resmi pemerintah RRC.

"Bahkan untuk menamai bayi panda itu kami harus mendapat persetujuan dari pemerintah China," ujarnya.

Klausul itu mengikat 18 negara yang mendapat kiriman panda resmi dari pemerintah China. Bukan cuma ditagih ongkos 'kelahiran', negara penerima Panda wajib menyerahkan hewan terancam ini ke Negeri Tirai Bambu setelah berusia dua tahun.

Panda yang akan melahirkan di Negeri Jiran datang dalam rangka perayaan 50 tahun Kebun Binatang Nasional di Kuala Lumpur, sekaligus menghormati 40 tahun hubungan diplomatik China-Malaysia. Dua panda yang kini beranak pinak adalah Xing Xing (tampan) serta Liang Liang (cantik).

Wan Junaidi lantas buka-bukaan soal ongkos merawat seekor panda. Pihak Bonbin Kuala Lumpur menganggarkan USD 10 ribu (setara Rp 146 juta) untuk makanan serta nutrisi tambahan sesuai kebutuhan hewan yang berkerabat dengan beruang itu. Dana ini belum termasuk USD 4 miliar yang digelontorkan untuk merenovasi kandang supaya mirip hutan alami.

Kendati begitu, Malaysia tidak akan mengusir panda yang diberikan secara resmi oleh pemerintah China. Diplomasi panda sudah dijalankan sejak era Kaisar Wu. Walau sekarang China dikuasai Partai Komunis, tradisi mengirim panda ke negara mitra tetap dijaga. Amerika Serikat, Rusia, Jepang, Meksiko, Australia, hingga Spanyol semua mendapat kiriman panda tanda persahabatan.

Jika negara yang dikirimi bisa merawat panda itu, maka hubungan bilateral dengan Negeri Tirai Bambu dapat menguat. Panda raksasa (ailuropoda melanoleuca) banyak ditemukan di kawasan pegunungan bagian barat RRC. Hewan imut berbulu putih hitam ini terancam di alam bebas.

Habitat mereka kini terdesak oleh pembangunan di China. Sementara panda terkenal susah berkembang biak serta hanya bisa mengonsumsi bambu.

India kirim tentara buru penyelundup sapi karena nistakan agama

Lima Perilaku Hewan Yang Bikin Repot Satu Negara

Pemerintah India kini menambah personel militer di perbatasan dengan Bangladesh. Tugas 30 ribu tentara itu spesifik, menghalau para penyelundup sapi ke Bangladesh, yang penduduknya mayoritas muslim.

Times of India melaporkan, sapi-sapi itu akan disembelih sesampainya di Bangladesh. Padahal bagi penduduk India yang mayoritas Hindu, hewan ini diyakini sebagai tunggangan dewa, sehingga setiap ternak lembu di negara itu tidak boleh dijual.

Perintah pengamanan perbatasan ini dikeluarkan langsung oleh Perdana Menteri India Narendra Modi. Pemimpin Partai Bharatiya Janata yang berhaluan konservatif itu meradang setelah tahu nilai penyelundupan sapi India ke Bangladesh mencapai USD 600 juta per tahun.

Itu setara ada dua juta sapi asal Negeri Sungai Gangga yang diseberangkan ke negara tetangganya. Penyelundupan ini terus terjadi selama 40 tahun terakhir.

"Perdana menteri ingin praktik ilegal ini diakhiri. Bahkan kalau perlu sampai warga Bangladesh tidak lagi tertarik makan daging sapi dari negara kami," kata Menteri Dalam negeri Rajnath Singh.

Dia pun menegaskan, penyembelihan sapi sampai kapanpun akan melukai perasaan umat Hindu di India. Rajnath berharap warga Bangladesh bisa memahami konsep iman tersebut, sehingga tidak mau lagi menerima daging selundupan dari negaranya.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.