Tujuh Negara Paling Kesepian di Dunia

Seiring berkembangnya berbagai pemikiran modern tampaknya telah menggeser norma-norma tradisional dalam berbagai kebudayaan disetiap negara. Seiring dengan perkembangan teknologi yang memberikan akses luar biasa kepada setiap individu nyatanya telah menjadikan berbagai hal yang bersifat konvensional semakin dikesampingkan.

Salah satu perkembangan zaman adalah instuisi pernikahan. Jika dulu pernikahan menjadi tujuan hidup bagi hampir semua orang. Saat ini hidup melajang pun menjadi pilihan hidup yang mulai dilirik banyak orang. Banyak orang yang enggan untuk melakukan pernikahan dikarenakan biaya hidup yang besar serta saat ini banyak individu yang memutuskan untuk hidup kesepian sebagai pilihan hidupnya.

Tujuh Negara Paling Kesepian di Dunia

Nah, berikut adalah tujuh negara dengan jumlah penduduknya hidup melajang terbesar di dunia. Mulai dari negara maju sekelas Amerika Serikat dan Jepang sampai negara berkembang Afrika Selatan dimana banyak penduduknya yang enggan untuk melakukan pernikahan. Karena itu negara-negara ini dikenal sebagai negara paling kesepian di dunia :

Afrika Selatan

Tahukah Anda jika 24 persen rumah tangga di Afrika Selatan dikepalai oleh orang tua yang melajang. Rupanya konsep rumah tangga tradisional di mana keluarga terdiri dari suami, istri, dan anak tak lagi menjadi prioritas bagi sejumlah warga negara tersebut.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa rumah tangga yang dikepalai oleh orang tua tunggal telah menjadi norma di negeri ini. Pemikiran praktis beberapa warga beranggapan kalau pernikahan dianggap terlalu menghabiskan biaya dan hal ini menyebabkan banyak pasangan yang kemudian lebih memilih untuk hidup bersama tanpa menikah.

Inggris

Kerajaan Britania Raya alias Inggris menduduki peringkat kedua sebagai negara kesepian dengan penduduk lajang terbanyak di dunia. Sebanyak 34 persen rumah tangga di Inggris terdiri dari satu individu saja. Jumlah ini telah meningkat cukup signifikan sejak tahun 1990-an, yaitu sekitar 50 persen. 

Premi properti di daerah padat penduduk yang menjadikan biaya hidup di kota-kota besar Inggris sangat tinggi ditengarai sebagai salah satu penyebab utamanya. Sebab sekitar 2,5 juta orang Inggris memiliki rumah sendiri tetapi hidup seorang diri. Barangkali karena pernikahan bukan termasuk investasi yang cukup menjanjikan untuk warga negara tempat asal David Beckham ini?

Jepang

Di Jepang, 31 persen dari seluruh rumah tangganya beranggotakan satu individu saja, dalam artian banyak orang Jepang yang memilih untuk hidup sendiri. Bisa dipahami, dengan sebagian besar waktu tersita untuk karir menjadikan orang-orang Jepang yang tinggal di kota-kota besar tidak punya cukup waktu untuk kehidupan pribadi.

Belum lagi sempitnya lahan di kota besar yang menjadikan harga properti sangat tinggi membuat orang dewasa dalam berbagai rentang usia di Jepang menganggap hidup sendirian lebih ekonomis dan praktis.

Amerika Serikat

Siapa sangka kalau negara yang terkenal dengan modernisme dan segala pemikiran bebasnya ini hanya menduduki peringkat lima dalam daftar negara-negara dengan jumlah penduduk lajang terbanyak? Kenyataannya hanya 28 persen rumah tangga di Amerika Serikat yang terdiri dari satu orang. Sisanya masih tetap memilih kehidupan pernikahan.

Walaupun begitu sudah bukan hal aneh lagi jika banyak penduduk negara ini yang memandang kelajangan sebagai pilihan hidup. Dan jumlah ini paling tinggi di kota-kota besar, seperti Manhattan atau Washington DC. Di kedua kota itu 50 persen warganya tidak menikah.

Italia

Yang ini barangkali lebih mengejutkan lagi daripada Amerika Serikat. Italia, negara yang para penduduknya lekat dengan stereotip romantis justru mulai menganggap hidup lajang tanpa pasangan sebagai pilihan.

Di Italia, saat ini ada 29 persen warga berusia dewasa yang masih lajang. Hal ini kemungkinan disebabkan karena krisis ekonomi yang melanda negara itu. Dengan tingginya tingkat pengangguran, pernikahan secara tradisional bagi negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik itu dianggap cukup menghabiskan biaya.

Kanada

Peningkatan jumlah rumah tangga yang beranggotakan pria lajang atau wanita lajang di Kanada mengalami peningkatan selama beberapa tahun belakangan. Sebanyak 26 persen warga Kanada yang sudah cukup umur lebih memilih untuk menjalani hidup lajang. 

Dan peningkatan yang cukup signifikan di sini adalah jumlah pria dewasa yang menjadi orang tua tunggal, meskipun 80 persen dari rumah tangga dengan kepala rumah tangga orang tua tunggal di negara tersebut masih didominasi wanita.

Swedia

Cukup mengejutkan, ternyata peringkat pertama dalam daftar negara paling kesepian justru diduduki oleh Swedia. Sekitar 47 persen dari penduduk berusia dewasa di sana banyak yang memilih untuk melajang dalam artian mereka menunda perkawinan, memilih untuk hidup bersama tanpa ikatan pernikahan, atau bahkan memilih untuk hidup benar-benar sendirian. 

Tampaknya seiring dengan peningkatan taraf hidup di negara ini, independensi juga mulai menjadi norma hidup bagi para penduduknya, terutama yang tinggal di kota-kota besar.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.