Lima Kisah Inspiratif Orang-Orang Serukan Anti Islamophobia

Islam adalah salah satu agama paling besar dan banyak pengikutnya di dunia, agama ini juga merupakan agama mayoritas di Indonesia. Agama islam juga merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan paling tinggi di dunia. Namun kehidupan umat muslim di dunia tak selamanya enak, terlebih bagi para muslim yang hidup di negara-negara minoritas.

Ejekan, hinaan serta penolakan kerap dilakukan oleh orang-orang non muslim kepada orang islam. Beberapa teror bom bunuh diri yang dilakukan atas nama agama islam kerap menjadi alasan dan menjadi takutnya orang-orang non muslim  pada islam. Padahal dalam kebenarannya pelaku terorisme bukanlah perlakuan orang muslim.

Karena hal itu, kini islamophobia telah menjadi sikap yang selalu dilakukan oleh mereka yang begitu membenci islam. Mereka menolak, mereka menghina, bahkan mereka mengusir orang muslim yang ada di dekat mereka. Begitu bencinya mereka kepada orang muslim yang tidak bersalah. Namun islamophobia tak selamanya menjadi beban, tak sedikit juga orang muslim yang bertahan dan bahkan ikut menyerukan aksi anti islamophobia, bahwa islam bukanlah agama teroris.


Chris Herbert

Lima Kisah Inspiratif Orang-Orang Serukan Anti Islamophobia

Chris Herbert pernah menjadi tentara di Angkatan Darat Inggris. Dia pernah bertugas di Basra, Irak. Dalam tugas, dia menjadi korban bom bunuh diri yang dilakukan warga muslim yang rupanya militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Karenanya, Chris harus rela kehilangan satu kakinya yang diamputasi.

Walaupun begitu, Chris tidak memusuhi para muslim. Bagi dia, justru orang-orang Islam di Irak dulu berusaha membantunya untuk memulihkan kehidupannya kembali. Bagi dia, tren Islamofobia yang tengah berkembang saat ini sudah sangat usang. Dia mengunggah pemikirannya di status sosial Facebook miliknya.

Dia memang target pemboman oleh seorang Muslim. Namun baginya, hal itu tidak bisa menjadikan dirinya Islamofobia. Dia risih dianggap membenci umat Islam hanya karena kehilangan kakinya dalam bom bunuh diri.

"Saya sedikit stres dengan segala hal berbau rasis yang orang sebutkan pada saya. Ya, hanya karena saya korban bom bunuh diri," tulis Herbert memulai statusnya di Facebook, seperti dilaporkan metro.co.uk.

"Ya, seorang Muslim meledakkan diri dekat saya, dan saya kehilangan kaki saya," lanjut dia.

Namun, pria bermata biru ini mengatakan, orang Islam yang melakukan kekerasan terhadapnya hanya satu orang saja. Sementara muslim lainnya membantu di masa-masa sulit selama tugas di Basra. Herbert mengatakan, tidak sepatutnya semua muslim menjadi korban atas tindakan yang tidak mereka lakukan.

Isra Mohammed

Lima Kisah Inspiratif Orang-Orang Serukan Anti Islamophobia

Isra Mohammed, seorang Muslim yang melanjutkan pendidikan di Sekolah Kenton di Newcastle, Inggris, dengan lugas menyatakan agamanya telah 'dibajak' oleh teroris. Dia dengan tegas mengatakan tidak semua orang yang memiliki keyakinan dengannya adalah teroris.

Gadis 15 tahun ini mulai peka terhadap Islamophobia, ketika dia dan adiknya mendapat perlakuan kurang menyenangkan lantaran nama mereka yang berbau Islam.

"Adik saya, tujuh tahun menangis sepulang sekolah. Dia mengatakan orang-orang menyalahkannya atas serangan yang terjadi di Paris beberapa waktu lalu. Akibat hal itu, dia tidak mau kembali bersekolah," ungkapnya membuka pidatonya.

Dia mengatakan, agama tidak dapat membunuh seseorang. Dan orang yang melakukan tindak terorisme tidak bisa merepresentasikan Islam.

"Pesan saya, terorisme tidak memiliki agama. Islam bukan wajah terorisme dan Muslim tidak ada hubungannya dengan tindakan keji itu," pungkasnya.

Warga Kanada

Lima Kisah Inspiratif Orang-Orang Serukan Anti Islamophobia/div>

Video yang diunggah akhir pekan lalu berisi penyambutan pengungsi asal Suriah di Kanada, membuat netizen dunia tersentuh. Dalam rekaman ini, ratusan pelajar dan anak-anak nonmuslim melantunkan shalawat badar. Nyanyian itu adalah pujian untuk mengingatkan umat muslim betapa berat perjuangan Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah.

Para netizen mengucapkan komentar positif, setelah melihat bagaimana cara pemerintah Kanada menyambut para pengungsi.

"Saya seorang Arab, dan video ini membuat saya menitikkan air mata. Terima kasih Kanada," tulis akun SaraLove.

Sebagian netizen menyatakan Kanada, seperti Jerman, menjadi salah satu dari sedikit negara Barat yang sangat ramah menerima pengungsi. Bahkan, kebijakan Kanada melampaui negara-negara mayoritas muslim dalam upaya menampung imigran Suriah.


Yusf Pirot

Lima Kisah Inspiratif Orang-Orang Serukan Anti Islamophobia

Remaja 16 tahun asal Inggris, Yusf Pirot, ingin membuktikan jika Islam tidak perlu dimusuhi. Tanpa malu, Muslim ini melakukan aksi 'peluk gratis' sebagai tanda dirinya dan pemeluk Islam lainnya ingin hidup berdamai dengan warga sekitar. Aksinya tersebut dilakukan usai tragedi berdarah di Paris beberapa waktu lalu. Dia kemudian mengunggah videonya di media sosial Youtube dan menjadi viral.

Sebanyak lebih dari dua juta penonton melihat video tersebut. Video ini membuat orang terenyuh, dan menitikkan air mata.

Berikut videonya:


Larycia Hawkins

Lima Kisah Inspiratif Orang-Orang Serukan Anti Islamophobia

Larycia Hawkins, profesor perempuan di Wheaton College, Negara Bagian Illinois, Amerika Serikat, mulai pekan ini diskors dari kampusnya lantaran mengucapkan kalimat umat Kristen dan muslim menyembah Tuhan yang sama.

Surat kabar the Independent melaporkan, Sabtu (19/12), pejabat kampus mengatakan ucapan Hakwins itu bertentangan dengan nilai-nilai keyakinan yang dianut oleh kampus Kristen itu.

Selain itu Hawkins yang beragama Nasrani itu memperlihatkan solidaritasnya terhadap umat Islam dengan memakai jilbab. Tindakan itu dia lakukan sebagai respon atas pernyataan kontroversial bakal calon presiden dari Partai Republik Donald Trump yang hendak melarang imigran muslim masuk ke Negeri Paman Sam.

"Niat saya adalah untuk memperlihatkan cinta umat Kristen terhadap saudara kita warga muslim. Saya menunjukkan cinta kepada Yesus dan Dia menyuruh saya untuk mencintai semua tetangga kita," kata dia dalam surat elektronik kepada koran the Independent Kamis lalu.

"Saya mendukung tetangga saya yang muslim seperti kecintaan saya terhadap Yesus dan seperti cintaNya kepada seluruh dunia. Dan saya tidak sendiri. Di Illinois dan seluruh Amerika, semua umat Yesus sudah memperlihatkan bahwa suara anti-muslim di berbagai media itu tidak mewakili keseluruhan umat Kristen Amerika," jelasnya.

Nah, itulah lima aksi inspiratif mereka yang melakukan anti islamophobia. Dengan segala yang mereka lakukan, tak sedikit dari mereka yang mendapatkan dukungan dari orang-orang yang terharu dengan segala aksinya.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.