Tempat Prostitusi Yang Di Sulap Jadi Tempat Ibadah

Sejak zaman dahulu, kegiatan prostitusi memang telah menjadi penyakit masyarakat yang merajalela. Karena faktor ekonomi, serta pandangan terhadap kaum wanita yang begitu rendah kala itu membuat para wanita dijadikan sebagai budak seks saja. Selain itu untuk mendapatkan uang guna memenuhi semua kebutuhan hidup wanita dizaman dulu kerap menjajakan diri kepada para lelaki hidung belang.

Di Indonesia sendiri terhitung cukup banyak masyarakat yang berprofesi sebagai PSK, terlihat dari banyaknya tempat prostitusi yang sempat marak belakangan ini. Namun dari maraknya tempat prostitusi tersebut aparat dan pemerintah setempat tidak tinggal diam, beberapa tempat yang selama ini telah menjadi sarang bagi para PSK untuk menjajakan diri telah di tutup dan ditertibkan.

Tak hanya itu saja, guna meminimalisir kembali dibukanya tempat lokalisasi, beberapa tempat malah disulap dan dijadikan tempat ibadah. Mulai dibangun tempat untuk belajar, hingga dibangun sebuah masjid yang sangat bermanfaat bagi warga sekitar. Berikut adalah tiga tempat prostitusi yang disulap menjadi tempat ibadah di berbagai kota Indonesia :

Saritem, Bandung

Tempat Prostitusi Yang Di Sulap Jadi Tempat Ibadah

Sejarah adanya tempat prostitusi Saritem, Bandung juga tidak lepas dari sejarah penjajahan Belanda pada kala itu. Tempat prostitusi Saritem mulai berdiri sejak tahun 1838. 

Saat itu, ada seorang gadis bernama Saritem. Saritem adalah seorang pedagang Jamu yang cantik, berhidung mancung dan berkulit putih. Kecantikannya membuat pembesar Belanda tertarik dan menjadikannya selir. Dia pun resmi menjadi nyonya Belanda dan sering dipanggil Nyi Saritem.

Sejak itu, Nyi Saritem sering diminta oleh para serdadu Belanda untuk mencarikan gadis cantik untuk memenuhi hasrat seksualnya. Tidak hanya dari Bandung, Saritem juga mengumpulkan gadis-gadis dari Cianjur, Sumedang, Garut, dan Indramayu. Sejak itu nama Saritem mulai tersohor hingga kini.

Banyak upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah Bandung untuk menertibkan lokalisasi tersebut. Hingga di tahun 2007, saat kepemimpinan Dada Rosyada, Saritem telah ditertibkan, bahkan telah disulap menjadi sebuah sekolah agama, yakni pesantren Daruttaubah.

Kramat Tunggak, Jakarta Utara

Tempat Prostitusi Yang Di Sulap Jadi Tempat Ibadah

Dulu, Lokalisasi Kramat Tunggak merupakan lokalisasi terbesar di Jakarta. Lokalisasi di wilayah Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, saat itu diisi lebih dari 2.000 orang PSK yang dikendalikan oleh 285 mucikari pemilik rumah bordil.

Kampung ini dikabarkan sempat rusak akibat pernah terjadi kasus bayi yang dibuang kemudian dijual oleh warga sekitar. Kemudian, banyak dari warga sekitar yang berprofesi menjadi pekerja seks komersial.

Dulu moral warga di sekitar lokalisasi hancur lebur. Sebagian PSK tidak dapat kos di kawasan lokalisasi, sehingga tinggal bercampur dengan warga. Mereka memberikan keuntungan ekonomi karena langganan makan dan cuci baju pada warga sekitar. Karena itu kehadiran para PSK malah disambut baik oleh warga. 

Sejak saat itu, Kramat Tunggak selalu berdenyut suara musik dangdut, banyak minuman beralkohol hingga rayuan para lelaki hidung belang.

Namun itu dulu, saat ini sejak Zaman kepemimpinan Sutiyoso, Lokalisasi Kramat Tunggak Jakarta Utara telah berubah. Kramat Tunggak telah disulap menjadi Jakarta Islamic Center dengan arsitektur gapuranya yang megah ala Eropa.

Kelurahan Dadap, Tangerang

Tempat Prostitusi Yang Di Sulap Jadi Tempat Ibadah

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah bersama pemerintah Kabupaten Tangerang kabarnya telah membahas rencana penertiban bangunan lokalisasi prostitusi di Dadap, Kosambi Kabupaten Tangerang.

Tidak hanya pemerintah yang turun tangan, masyarakat juga turut serta membantu pemerintah agar penertiban tersebut dapat berjalan lancar dan benar-benar terhindar dari permasalahan prostitusi.

Ahmed Zaki Iskandar, Bupati Tangerang mengatakan, target pemerintah untuk melakukan penertiban lokalisasi prostitusi tersebut akan bersih di tahun 2016.

Zaki mengimbau kepada semua pihak terkait agar melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat sehingga penghuni lokalisasi tersebut dapat mengetahui dengan jelas tujuan dan maksud pemerintah. Ia juga memaparkan, tempat bekas lokalisasi tersebut akan dibangun sebuah tempat ibadah yaitu masjid raya dan Islamic Center sebagai kebutuhan utama sarana keagaman masyarakat.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.