Lima Hukuman Sekolah Paling Mengerikan di Dunia

Yang namanya anak kecil pasti tidak akan pernah lepas dari yang namanya kesalahan. Anak kecil tidak akan tahu perilaku mana yang dikatakan baik dan sebaliknya jika tidak ada orang lain yang memberitahu nya. Begitu pula dengan yang terjadi di sekolah, sudah sangat wajar jika anak kecil apalagi anak-anak yang baru duduk di bangku sekolah dasar selalu melakukan hal yang bisa dibilang nakal oleh orang dewasa.

Jika pun para murid melakukan kesalahan sudah sepantasnya untuk para guru menasihatinya bukan malah menghukum dengan cara yang sangat kasar. Memang hukuman akan membuat para murid jera dan tidak akan melakukan berbagai kesalahan lain di waktu yang akan datang, namun hukuman yang berat bisa menjadi trauma yang sangat menyakitkan dan sulit untuk disembuhkan.

Seperti yang dilakukan oleh guru-guru dibawah ini, dengan seenaknya menghukum para muridnya dengan cara yang sangat mengerikan dan bahkan orang dewasa pun sangat takut jika harus dihukum sama seperti ini. Berikut adalah lima hukuman sekolah paling mengerikan di dunia :

Lima Hukuman Sekolah Paling Mengerikan di Dunia

Digeledah dan Ditelanjangi

Seorang bocah berusia 8 tahun ditelanjangi dan digeledah di sekolah setelah seorang staff menuduhnya mencuri uang sebesar $20 dari murid lainnya. Uang tersebut ternyata kemudian ditemukan di bawah meja kantin. Bocah lain yang berusia 8 tahun di sekolah Texas juga dipaksa telanjang dan mandi di hadapan staff sekolah sebagai hukuman karena tidak menjaga kebersihan.

Pada tahun 2003, seorang gadis 13 tahun ditelanjangi dan digeledah serta harus menggoyangkan celana dalamnya karena dituduh menyimpan obat-pobatan terlarang. Namun mereka tidak menemukannya. Gadis tersebut kemudian membawa kejadian memalukan ini ke jalur hukum.

Lemari Monster

Seorang guru di sekolah Varnett Charter, Texas dipecat setelah mengunci murid yang nakal di sebuah lemari gelap bernama “Lemari Monster”. Anak-anak di bawah usia TK diberitahu bahwa ada monster yang tinggal di tempat gelap dan ketika mereka dimasukkan di dalamnya, guru tersebut akan menutup pintu sementara si murid berteriak-teriak di dalamnya.

Tergadang, sebanyak 4 murid dimasukkan ke dalam lemari tersebut sekaligus. Anak-anak yang menjadi korban rata-rata masih berusia 4 tahun. Mereka trauma oleh kejadian tersebut sampai salah satu diantaranya muntah karena begitu ketakutan saat dikurung di lemari monster tersebut. Yang lebih miris lagi, alasan ia dimasukkan ke dalam lemari tersebut adalah karena tertawa di kelas.

Makan dari Lantai

Ketika seorang siswa kelas 5 berusia tidak lebih dari 11 tahun tidak sengaja menumpahkan air di lantai, seorang guru mendatanginya dan memberikan hukuman yang kejam dan bersifat rasis. Siswa yang menumpahkan air tersebut dan 14 siswa lainnya dipaksa untuk makan dari lantai kantin yang kotor selama 2 minggu.

Mereka juga diperingatkan jika memberitahukan kejadian tersebut kepada orang tuanya, hukuman tersebut akan diperpanjang. Semua siswa yang dihukum adalah keturunan Hispanik. Sementara itu, mereka juga menjalani hukuman tersebut dengan diolok-olok oleh teman mereka yang keturunan Afrika-Amerika. Beberapa keluarga kemudian menuntut pihak sekolah atas kejadian tersebut.

Squat dan Memecahkan Matematika

Di suatu sekolah di Seoul, 8 orang siswa dipaksa untuk melakukan 800 kali squat secara terus menerus ketika mereka tidak mengerjakan PR. Tidak hanya itu saja, saat melakukan squat tersebut, mereka juga diminta untuk menyelesaikan soal matematika yang diberikan gurunya. Jika bisa menjawab dengan benar, mereka boleh berhenti melakukan squat.

Meski begitu, satu orang murid gagal menjawab soal matematika yang diberikan dan harus melakukan keseluruhan 800 squat. Setelah selesai, ia akhirnya tidak bisa berjalan dengan baik dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Ditangkap Polisi

Untuk kesalahan serius yang merugikan orang lain seperti tawuran, siswa ditangkap pihak yang berwajib adalah hal yang wajar. Namun untuk kesalahan kecil, tentu saja hal ini terlalu ekstrim. Seorang bocah 13 tahun di Albuquerque ditangkap, diborgol, dan dikirim ke pusat penahanan anak-anak karena bersendawa di kelas.

Sementara itu, seorang gadis 12 tahun di New York ditangkap dan diborgol karena mencorat-coret meja kelasnya. Di Mississippi, seorang bocah berusia 5 tahun juga digiring keluar dari sekolah karena memakai sepatu yang tidak penuh berwarna hitam sehingga dianggap melanggar peraturan.

Nah, itulah sekiranya lima hukuman sekolah paling ekstrem dan mengerikan di dunia. Memang tidak ada salahnya memberi hukuman pada murid yang telah membuat kesalahan, namun hukuman yang diberikan pun tidaklah kasar atau bahkan menyakiti mental dari anak tersebut. Semoga bisa menjadi pelajaran dan guru-guru di seluruh dunia bisa memberikan pendidikan yang terbaik bagi murid-muridnya.


loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.