Lima Pemimpin Negara Non Muslim Paling Ramah Pada Islam

Islamphobia saat ini telah menjadi suatu fenomena yang ditakutkan oleh banyak orang terutama di negara-negara non muslim. Banyaknya kasus terorisme yang terjadi diberbagai belahan dunia kerap kali dikait-kaitkan dengan agama islam. Banyak yang berdalih jika islam adalah agama teroris. Hal ini tentu mengakibatkan warga muslim yang tak bersalah kerap menjadi korban rasisme dan diskriminasi di negara-negara yang keberadaan muslim adalah minoritas.

Bahkan saking takut dan benci nya akan agama islam, beberapa tokoh dunia dengan tegasnya menolak islam. Seperti yang dilakukan oleh calon presiden Amerika Serikat Donal Trump. Bahkan dalam kampanye nya Trump mengeluarkan pernyataan melarang seluruh umat muslim untuk masuk ke Negegi Paman Sam jika dirinya terpilih menjadi presiden.

Meskipun begitu, tak semua negara non muslim selalu tertutup dan menolak muslim. Ada beberapa negara non muslim di dunia yang nyatanya sangat ramah dan bahkan selalu membela muslim. Contohnya Kanada dan Swedia walau keberadaan muslim di negara-negara tersebut adalah minoritas, namun pemerintah mereka sangat ramah dan bahkan menyebut agama islam adalah bagian dari negaranya.


Justin Trudeau - Perdana Menteri Kanada

Lima Pemimpin Negara Non Muslim Paling Ramah Pada Islam

Negara pertama yang sangat ramah dan juga dapat menerima islam dengan tangan terbuka adalah Kanada. Perdana meneteri mereka yakni Justin Trudeau dikenal sangat ramah dan juga sangat terbuka kepada orang-orang muslim. Pemimpin baru Kanada ini tak perlu mengungkapkan banyak kata untuk mengatakan dirinya bukan seorang rasis.

Jauh sebelum dirinya terpilih jadi perdana menteri, Trudeau, begitu dia disebut, memang sudah menunjukkan dirinya mencintai semua agama, termasuk Islam. Contohnya, Trudeau ikut beribadah dengan para muslim Kanada saat bulan Ramadan. Dalam sebuah video, terlihat pria 44 tahun ini mengenakan gamis panjang dan menyampaikan pidato diawali ucapan salam.

"Assalamu alaikum, kalian membuat saya tersanjung karena mengajak saya beribadah malam ini. Ini adalah kesempatan bagi saya untuk berbagi kesan sebagaimana kita saling berkomitmen untuk saling mengasihi dan bersedekah," ujar Trudeau ketika itu.

"Rakyat Kanada berasal dari setiap penjuru dunia dan kita menyatu sebagai bangsa dengan berbagi nilai, harapan, dan impian berlandaskan saling menjunjung keterbukaan dan bekerja sama untuk masa depan yang lebih baik, terutama bagi anak cucu kita," lanjut Trudeau.

Barack Hussein Obama Presiden Amerika Serikat

Lima Pemimpin Negara Non Muslim Paling Ramah Pada Islam

Presiden Amerika yang menjabat dua periode kepemimpinan ini, memang terkenal ramah muslim. Obama sering mengeluarkan pernyataan yang sangat pro Muslim. Banyak yang mengatakan, Obama pro Muslim karena masih memiliki nama ala Timur Tengah. Memang benar, Obama masih keturunan Muslim, namun dia mengatakan hal tersebut bukan dasar dia berbuat baik pada kaum muslim.

Baginya toleransi merupakan salah satu cara agar bisa hidup damai berdampingan satu sama lain. Dalam beberapa kesempatan, Obama pernah melontarkan pernyataan pro Islam.

"Islam selalu menjadi bagian dari Amerika Serikat," ungkapnya.

"Saya jelaskan Amerika tidak (dan tidak akan pernah) berperang dengan Islam," serunya.

Bahkan ada satu pernyataannya yang membuat dia dipertanyakan agamanya. "Suara paling merdu yang saya tahu adalah suara azan."

Manuel Valls Perdana Menteri Prancis

Lima Pemimpin Negara Non Muslim Paling Ramah Pada Islam

Prancis juga termasuk salah satu negara ramah muslim. Hal ini bahkan masih terjadi usai penyerangan di beberapa tempat di Paris beberapa waktu lalu. Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls bahkan mengeluarkan pernyataan agar rakyatnya tidak membenci muslim hanya karena pelaku penyerangan seorang muslim.

"Jangan kalian menilai orang dari agamanya. Hak imigran adalah sama dengan hak kita. Begitu pula dengan muslim," ucapnya.

"Jangan kalian menilai muslim lainnya sebagai teroris hanya karena satu orang muslim melakukan tindak kotor itu," lanjut dia.

Dari pernyataan itu lah, Presiden Prancis Francois Hollande kemudian setuju untuk menerima 24.000 pengungsi asal Timur Tengah selama dua tahun ke depan.

Stefan Lofven Perdana Menteri Swedia

Lima Pemimpin Negara Non Muslim Paling Ramah Pada Islam

Tak ketinggalah Perdana Menteri Swedia, Stefan Lofven juga melakukan hal yang sama dengan Perdana Menteri lainnya. Swedia termasuk negara ramah pada Islam. Lofven bahkan dengan tegas meminta petinggi Uni Eropa untuk segera bertindak agar para pengungsi asal Timur Tengah dan negara konflik, yang mayoritas muslim, mendapat penanganan yang tepat.

Dia juga membuat pernyataan yang menenangkan jiwa para kaum muslim. "Usai perang dunia, kami mengatakan tidak ada lagi diskriminasi," ungkapnya. Dia juga mengatakan pada para pengungsi jika Swedia negara yang hangat.

"Kami akan menjaga kalian," ucapnya.

Angela Merkel Kanselir Jerman

Lima Pemimpin Negara Non Muslim Paling Ramah Pada Islam

Kali ini pemimpin dari lain benua, Kanselir Jerman Angela Merkel menunjukkan sikap ramah muslim ini pada saat para pengungsi asal Timur Tengah datang membanjiri Eropa. Dengan tegas, pemimpin wanita ini kemudian membuat kebijakan untuk membuka negaranya bagi para pengungsi yang mayoritas beragama Islam itu.

Merkel juga meminta seluruh warganya untuk tidak rasis dan menerima mereka semua dengan tangan terbuka. Belum lagi dia membuat kebijakan untuk para bocah pengungsi. Anak-anak pengungsi ini diberi pendidikan gratis oleh dia. Mereka juga diajarkan keterampilan oleh sekolah-sekolah di Jerman.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.