Lima Kampung Unik Di Indonesia Yang Mendunia

Mendengar kata "kampung" pasti yang pertama ada di benak kita adalah tentang suatu tempat yang sangat terpencil dan juga sangat terbelakang. Kesan modern sangat jauh sekali bahkan banyak orang kota yang sering menjadikan kata kampung sebagai ejekan kepada orang yang dirasa katro gak gaul dan juga tak bisa melek teknologi.

Namun meski begitu, kampung telah menjadi tempat yang begitu dirindukan. Suasana dingin dan juga segarnya udara di pagi hari ternyata membuat orang-orang kota sangat betah dan nyaman ketika harus tinggal di kampung. Buktinya setiap akhir tahun ataupun menjelang lebaran tiba, banyak orang kota berbondong-bondong hijrah dari kota ke kampung. 

Meski terbilang kuno serta terbelakang karena tidak ikut update dengan perkembangan zaman, nyatanya keberadaan kampung bisa menjadi hal yang dicari dunia. Seperti yang telah terjadi pada kampung-kampung unik dibawah ini. Berbeda dengan kampung pada umumnya, apa yang ada di kampung berikut ini sangatlah unik dan membuat penasaran banyak orang. Mulai dari bahasa yang digunakan hingga rumah unik yang menjadi tempat tinggal penduduknya.


Kampung Cyber Taman Sari, Yogyakarta

Lima Kampung Unik Di Indonesia Yang Mendunia

Internet untuk saat ini nyatanya telah menjadi kebutuhan primer yang tak bisa diabaikan. Dengan adanya berbagai gadget di pasaran dan juga konsumsi informasi yang tak terbendung rasanya koneksi internet sangatlah dibutuhkan. 

Bagi orang kota koneksi internet menjadi hal yang lumrah karena di semua sudut kota serta fasilitas internet sudah banyak berada. Namun bagaimana dengan yang di kampung? Apakah koneksi internet sudah merata?

Nah bagi Anda yang ingin berlibur di kampung-kampung namun tidak mau lepas dari koneksi internet, Anda bisa mencoba kampung yang satu ini. Kampung Cyber yang terletak di RT 36 ini diresmikan oleh pemerintah setempat pada tahun 2009 sebagai salah satu obyek wisata di Yogyakarta. 

Awalnya memang sulit untuk meyakinkan warga untuk memasang internet dirumah mereka, tapi kini hampir semua warganya cukup sadar teknologi dan mereka juga memusatkan kegiatan publik dan bisnis di situs resmi yang bernama www.rt36kampoengcyber.com.

Keunikan Kampung Cyber tidak hanya mengusik rasa penasaran turis domestik, karena buktinya pendiri situs Facebook, Mark Zuckerberg, tercatat juga pernah berkunjung ke kampung ini. 

Meskipun lekat dengan kesan modern, Kampung Cyber tetap menjaga sisi tradisional mereka dengan hiasan gambar mural di tembok-tembok kampung yang menonjolkan seni jawa. Mata pencaharian sebagian besar warganya juga merupakan pengrajin tradisional.

Kampung Inggris Pare

Lima Kampung Unik Di Indonesia Yang Mendunia

Anggapan yang berkata bahwa “Orang Kampung tidak bisa bahasa Inggris” itu sudah kuno. Karena buktinya, di wilayah Pare yang terletak di Kediri, Jawa Timur ini, mayoritas masyarakatnya justru menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan mereka sehari-hari. 

Ya, mereka adalah penghuni Kampung unik bernama kampung Inggris. Kampung yang menuai popularitas tidak hanya di dalam negeri ini, terkenal karena ada lebih dari 100 lembaga kursus bahasa Inggris yang berdiri di sana.

Cikal bakal kelahiran kampung Inggris ini tidak lepas dari campur tangan sosok bernama Mohammad Kalend Olsen yang biasa disapa dengan sebutan Mr. Kalend. Ia adalah pendiri tempat kursus pertama di Pare yang bernama BEC (Basic English Course) pada tahun 1985. 

Dengan beragam pilihan fasilitas kursus, biaya hidup yang termasuk murah dan angka peminat yang cukup besar, Kampung Inggris Pare pun semakin berkembang. Kini di sana juga tersedia pilihan kursus bahasa lain semacam Arab dan Korea guna menunjang potensi ekonomi kampung tersebut.

Kampung Teletubbies

Lima Kampung Unik Di Indonesia Yang Mendunia

Nama kampung yang aneh ini dikarenakan oleh rumah tinggal para warganya yang berbentuk kubah dan mirip dengan rumah milik para Teletubbies, karakter anak-anak yang sempat populer di tahun 90-an.  Keberadaan rumah-rumah yang terletak di dusun Nglepen Sleman, Yogyakarta ini berawal dari bencana gempa di tahun 2006 yang membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal. 

Hasil kerja sama pemerintah setempat dengan Domes for the World Founfation (DFTW) pun melahirkan kompleks desa yang memiliki sekitar 71 bangunan yang semuanya berbentuk kubah ini. Karena keunikannya, desa ini juga menjadi salah satu tujuan wisata. Menariknya lagi, lokasi kampung ini tidak jauh dari kawasan candi-candi semacam Candi Ratu Boko dan Prambanan. 

Jika datang di hari libur, para wisatawan dapat berkeliling desa dengan menaiki kereta yang berbentuk kelinci dan berfoto dengan para badut yang memakai kostum Teletubbies.

Kampung Wadon

Lima Kampung Unik Di Indonesia Yang Mendunia

Sesuai dengan namanya, kampung ini hanya dihuni oleh kaum wadon alias wanita. Terletak di rimba Jati, kabupaten Ngawi, Jawa Timur, kampung ini terancam punah karena jumlah warganya semakin sedikit dan banyak juga yang memilih untuk pindah ke tempat lain. Terlebih lagi, kebanyakan wanita yang tinggal di sini rata-rata sudah berusia paruh baya dan lanjut.

Kepercayaan yang sudah berlangsung turun-temurun di kampung ini adalah, laki-laki yang sudah menikah dengan warga Kampung Wadon akan sengsara jika tidak segera pergi dari sana, sehingga pada akhirnya para laki-laki pun pindah tinggal di tempat lain. 

Meskipun kondisinya begitu, warga Kampung Wadon tetap hidup berdampingan dan damai. Kebanyakan dari mereka hidup dari penghasilan yang didapat dengan bercocok tanam di ladang.

Kampung Torosiaje

Lima Kampung Unik Di Indonesia Yang Mendunia

Kampung yang berada di atas permukaan laut ini terletak di sisi barat Gorontalo, salah satu kota di propinsi Sulawesi. Namanya berasal dari kata Toro (Tanjung) dan Siaje (Si Haji), yang secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai ‘Tanjung yang ditemukan oleh Seorang Haji’. 

Orang-orang yang tinggal di sana awalnya adalah suku Bajo, yang tinggal di rumah perahu dan berprofesi sebagai nelayan, lalu kemudian menetap di sana.

Di tahun 1980, 125 warga Torosiaje pernah dialihkan untuk tinggal di darat oleh Dinas Sosial, tapi banyak warga yang merasa tidak nyaman dan akhirnya memutuskan untuk kembali hidup sebagai penangkap ikan di tengah laut. 

Kini, Kampung Torosiaje juga dihuni oleh suku-suku lain yang berasal dari Bugis, Jawa, Madura dan lain sebagainya. Tempat ini mulai disahkan oleh pemerintah sebagai Desa Wisata Bahari pada tahun 2007. 

Selain dilengkapi dengan dua fasiltias penginapan untuk turis, kampung ini juga memiliki bangunan taman kanak-kanak, SD dan SMP, serta masjid dan lapangan bulu tangkis. 
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.