Lima Pejuang Ini Tersenyum Saat Kematian Sudah di Depan Mata

Kematian adalah sesuatu yang pasti dan akan dialami setiap makhluk hidup di seluruh dunia. Namun bagaimana kejadiannya, kapan waktunya, semua telah menjadi rahasia Tuhan yang tak akan pernah diketahui. Terlalu senang dengan kehidupan dunia memang membuat banyak orang ingin hidup abadi dan sering membuat takut menghadapi kematian.

Kematian bagi sebagian orang adalah akhir dari segalanya, tetapi bagi sebagian lain justru menganggap jika kematian menjadi awal dari kehidupan yang baru sehingga tidak harus ditakuti. Yang paling ditakuti dari kematian adalah rasa sakit yang harus ditanggung saat itu, mulai dari penyakit yang tidak ada obatnya, kecelakaan yang sangat parah atau tertancapnya senjata api saat sedang berperang.

Disisi lain ada saja yang memilih mengakhiri hidup karena rasa frustasi. Hidup baginya lebih menyakitkan daripada kematian. Mereka lari dari kehidupan dan mati tanpa kehormatan. Hanya sedikit manusia yang tak gentar menghadapi kematian, walaupun kematian persis di depan matanya. Mereka bahkan tersenyum kala itu, bukan karena putus asa, tapi karena bangga atas perjuangan hidupnya.

Bagi orang-orang ini, memperjuangkan cita-cita dan nilai yang diyakininya adalah harga mahal yang harus dibayar dengan kematian. Mereka yakin bahwa pengorbanannya tidak akan sia-sia. Berikut ini adalah Lima dokumentasi foto orang-orang yang tersenyum saat menghadapi kematian.

Senyum Pilot Sebelum Kamikaze

Lima Pejuang Ini Tersenyum Saat Kematian Sudah di Depan Mata

Senyum pertama yang diperlihatkan oleh orang-orang hebat saat kematian sudah ada didepan mata adalah seorang pilot muda jepang dimasa lampau. Pria yang memegang anak anjing di atas adalah Kopral Jepang Yukio Araki. Seorang pilot muda berumur 17 tahun yang melakukan tabrakan bunuh diri (kamikaze) untuk menghancurkan pasukan Amerika. Foto di atas diambil sehari sebelum ia melakukan kamikaze, tampak tak ada ketakutan dan hanya senyum lebar saja yang terlihat. Dan benar, perasaanya itu tercermin dari surat yang ditinggalkan untuk keluarganya.
“Carilah kesenangan dalam hasratmu untuk kesetiaanku pada kaisar dan pengabdianku pada orang tua. Aku tidak memiliki penyesalan. Aku hanya memilih jalanku.”
Teriakan Banzai! Sebelum Tenggelam

Lima Pejuang Ini Tersenyum Saat Kematian Sudah di Depan Mata

Tentara Jepang memang paling dikenal pemberani dan memiliki loyalitas yang tinggi. Foto di atas menunjukkan kru kapal pembawa pesawat Jepang Zuikaku yang bersorak gembira sebelum tenggelam. Kapal tersebut tenggelam setelah digempur habis pesawat AS dalam pertempuran Cape Engano, 24 Oktober 1944. 

Takjubnya, sebelum para awak tenggelam, mereka sempat bersorak mengucap “banzai!”. Kata “banzai!” yang mereka ucapkan adalah kependekan dari “Tennouheika Banzai!” yang berarti “Hidup yang Mulia Kaisar!” Mereka memberikan penghormatan terakhir pada kaisar yang diwakili lambang kekaisaran di kapal.

Tersenyum di Depan Regu Tembak

Lima Pejuang Ini Tersenyum Saat Kematian Sudah di Depan Mata

Georges Blind, anggota pertahanan Perancis nampak tersenyum santai di depan pasukan eksekusi Nazi. Foto di atas diambil pada oktober 1944. Senyum George Blind memang beralasan, ternyata tentara Nazi hanya berpura-pura untuk menakuti Blind agar dia mau membocorkan informasi. Gagal membuat Blind membuka mulut, Blind akhirnya benar-benar di eksekusi mati sebulan setelah peristiwa tersebut. Diperkirakan ada 30 ribu tawanan orang Prancis yang bernasib serupa dengan Blind, mati dalam eksekusi.

Teriakan untuk Kebebasan Rakyat

Lima Pejuang Ini Tersenyum Saat Kematian Sudah di Depan Mata

Dia bernama Stjepan Filipovic, seorang pejuang Yugoslavia dalam melawan penindasan Nazi. Dalam foto yang diambil pada 22 Juni 1942 ini tampak Filipovic mengangkat tangannya dan berteriak keras sebelum tali gantungan menjerat lehernya. Menurut penuturan saksi, kata-kata yang diteriakan Filipovic adalah “Smrt fasizmu, sloboda narodu!” yang artinya “Kematian untuk fasisme, kebebasan untuk rakyat!”. Kata-kata itu lalu menjadi terkenal dan menjadi slogan para pejuang lainnya. Atas keberanian dan jasanya Stjepan Filipovic dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

Tawa Terakhir Intelijen Soviet

Lima Pejuang Ini Tersenyum Saat Kematian Sudah di Depan Mata

Foto di atas disimpan oleh Menteri Pertahanan Finlandia pada tahun 2006 dengan deskripsi: “Petugas intelijen Soviet yang tidak dikenal sebelum ditembak. Finlandia, tahun 1942". Intelijen Uni Soviet ini bukan hanya tersenyum, bahkan tanpa tertawa lebar sebelum dieksekusi tentara Finlandia. Pada masa Perang Dunia II, Uni Soviet berperang melawan rezim Nazi Jerman. Sedangkan Finlandia bersekutu dengan Nazi Jerman dengan tujuan mendapatkan kembali wilayahnya yang direbut Soviet pada tahun 1939-1940.

Mata-mata dan ahli sabotase Soviet diturunkan ke wilayah Finlandia dengan terjun payung. Mereka sadar bahwa resiko tertangkap sangat tinggi saat mendarat ataupun setelahnya. Data dari Soviet mencatat, dari 1428 yang diterjunkan, 588 ditangkap dan 161 orang lainnya langsung dibunuh saat ditemukan. Data itu menjawab arti senyuman orang tersebut, mereka sudah tahu diawal bahwa misi yang diemban sama dengan menjemput kematian.

Memang kematian tidak bisa dihindarkan, dan tidak ada yang bisa menghindar dari kematian. Bagaimanapun caranya tidak akan ada yang bisa menyelamatkan kita dari kematian. Karena itu jangan membuat hidup ini menjadi sulit, dan jangan menyesali apa yang telah terjadi. 

Hiaslah kehidupan yang kita jalani dengan warna yang indah serta perbuatan yang membanggakan. Lakukanlah apa yang terbaik dan berguna bagi diri sendiri dan semua orang. Jangan patah arang jangan putus asa. Hidup adalah anugrah senyum saat kematian adalah hal yang luar biasa.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.