Lima Pohon Keramat Yang Jadi Saksi Sejarah Umat Manusia

Seakan tak pernah lekang oleh waktu, pohon-pohon paling tua di bawah ini telah menyimpan seribu cerita dan telah menjadi saksi kunci dari berbagai peristiwa penting di masa lalu. Dengan usia dari pohon-pohon yang sudah sangat tua dan rapun, namun keberadaan dari pohon-pohon ini telah mengingatkan kita akan memori masa-masa jaman dahulu kala.


Pohon Chene Chapelle - Prancis

Lima Pohon Keramat Yang Jadi Saksi Sejarah Umat Manusia

Chene Chapelle adalah sebuah pohon ek legendaris yang ada di Allouville, Prancis. Pohon ini diperkirakan berusia 800 sampai 1200 tahun. Pohon ini sudah ratusan tahun mati karena tersambar petir. Namun rongga di dalamnya telah disulap menjadi dua kapel pada tahun 1669. Sampai sekarang kapel tersebut masih difungsikan.

Menurut legenda setempat, William Sang Penakluk sempat berteduh di bawah pohon ini dalam salah satu ekspedisinya. Selama masa Revolusi Prancis, pohon ini menjadi lambang dari sistem pemerintahan tiran yang dikendalikan oleh kerajaan dan gereja. Warga Prancis sempat hendak membakar pohon ini pada saat pemberontakan. Namun sampai saat ini Chene Chapelle masih tegak berdiri.

Pohon Chankiri Kamboja

Lima Pohon Keramat Yang Jadi Saksi Sejarah Umat Manusia

Chankiri, nama pohon ini berarti pohon pembunuhan. Nama yang terdengar menyeramkan ini berkaitan dengan periode terkelam dalam sejarah Kamboja. Pohon Chankiri adalah bagian dari Ladang Pembantaian Khmer Merah. Situs ini digunakan oleh pasukan Khmer Merah untuk membantai warga sipil yang dianggap berkhianat terhadap rezim Khmer Merah.

Pada masa itu, Khmer merah melakukan pembantaian besar-besaran. Warga yang dianggap bersalah disiksa sampai terpaksa mengaku, kemudian dibunuh dengan hantaman palu. Anak-anak mereka yang masih kecil juga ikut dihabisi. Kepala mereka dihantamkan ke Pohon Chankiri keras-keras hingga tewas. Tujuannya adalah agar kelak mereka tak bisa menuntut balas atas kematian orang tua mereka.

Sekarang Pohon Chankiri dan seluruh situs Ladang Pembantaian diabadikan sebagai monumen bersejarah untuk mengingatkan dunia atas kebrutalan rezim Khmer Merah dan sebagai penghormatan kepada para korban.

Pohon Caesarsboom - Belgia

Lima Pohon Keramat Yang Jadi Saksi Sejarah Umat Manusia

Caesarsboom atau pohon Caesar adalah pohon tua yang diyakini sebagai bagian dari sejarah kejayaan Julius Caesar. Pohon yew (Taxus baccata) ini tumbuh di Lo, Vlaanderen, Belgia. Konon Caesar sempat berteduh dan mengikatkan kudanya di Caesarsboom dalam upaya penaklukannya atas Belgia.

Sebuah sumber membuktikan kebenaran sejarah Caesarsboom. Dalam sumber literatur tersebut tertulis kalau Caesarsboom tumbuh di dekat sebuah bangunan dengan ciri-ciri yang sama persis dengan rumah di samping Caesarsboom pada abas 15. Namun sumber lain menyebutkan kalau rute yang dilalui Caesar pada saat penaklukan Belgia tidak melalui kota Lo.

Tak diketahui berapa usia pasti Caesarsboom. Menurut perkiraan, pohon itu sudah berumur 2000 tahun. Sekarang pohon ini diabadikan sebagai monumen nasional Belgia.

Pohon Jaya sri maha bodhi - Srilanka

Lima Pohon Keramat Yang Jadi Saksi Sejarah Umat Manusia

Jaya Sri Maha Bodhi adalah pohon ara keramat yang berada di Anuradhapura, Sri Lanka. Pohon tersebut dipercaya sebagai cabang pohon Sri Maha Bodhi yang ada di Bodh Gaya. Seperti diketahui bersama, Siddharta Gautama sang Buddha mendapatkan pencerahan ketika duduk di bawah pohon tersebut.

Lokasi tempat pohon ini berada dianggap sebagai salah satu situs sejarah paling penting di Sri Lanka. Setiap tahun, tempat ini menjadi tujuan ziarah populer bagi umat Buddha dari seluruh dunia. Jaya Sri Maha Bodhi terlindung oleh pepohonan ara yang melingkupinya. Pada tahun 2014, pemerintah Sri Lanka melarang pembangunan dalam radius 500 meter dari situs Jaya Sri Maha Bodhi.

Pohon Sahabi

Lima Pohon Keramat Yang Jadi Saksi Sejarah Umat Manusia

Pohon tua ini dipercaya sebagai saksi pertemuan biarawan Kristen bernama Bahira atau Buhaira dengan Nabi Muhammad. Tiga manuskrip kuno yang ditulis oleh Ibn Hisham, Ibn Sa'd al-Baghdadi, dan Muhammad Ibn Jarir al-Tabari menceritakan tentang kisah Bahira yang bertemu dengan bocah kecil calon rasul terakhir. Bahira takjub menyaksikan cabang pohon tersebut merunduk untuk melindungi bocah lelaki tersebut.

Pohon sahabi sudah melewati 1400 tahun sejarah manusia. Penemuan kembali pohon itu terjadi secara tak sengaja. Menurut situs Last Prophet, Pangeran Ghazi bin Muhammad menemukan manuskrip tentang pohon tersebut ketika memeriksa arsip negara. Jika dirunut dari naskah-naskah tua tersebut, kemungkinan besar tempat terjadinya pertemuan Bahira dan Muhammad adalah di gurun Yordania. 

Sejumlah ilmuwan dan cendekia pun diminta untuk memeriksa area tersebut. Berdasarkan pengamatan mereka, memang benar pohon tua tersebut yang disebutkan dalam catatan Bahira. Namun tentu saja, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memastikan otentisitasnya. Sekarang pohon tersebut dilestarikan oleh pemerintah. Sekelilingnya dilindungi pagar dan keberadaannya dipantau secara rutin.

t;/noscript>

loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.