Para Presiden Ini Foya-Foya Saat Rakyatnya Kelaparan

Seorang presiden di pilih oleh rakyat untuk menjadi sosok pemimpin yang merakyat, bisa membawa perubahan dan bisa mendatangkan kesejahteraan. Presiden yang bijaksana ialah presiden yang bisa berbaur dengan rakyat serta bisa merangkul dan melibatkan masyarakat dalam melakukan pembangunan negara.

Presiden yang baik bukanlah presiden seperti dibawah ini, di kala rakyat menderita dan kelaparan. Para pemimpin negara ini malah melakukan pesta yang luar biasa. Uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk rakyat, malah digunakan untuk kesenangan pribadi. Tak heran jika banyak dari rakyatnya dan bahkan dunia yang mengecam atas apa yang mereka lakukan.


Robert Mugabe - Presiden Zimbabwe

Para Presiden Ini Foya-Foya Saat Rakyatnya Kelaparan

Dikala rakyat sengasara dan ekonomi negara tidak bisa membuat rakyat sejahtera Presiden Zimbabwe Robert Mugabe, malah foya-foya dengan menggelar pesta ulang tahun ke-92 bersama keluarga serta anggota partainya beberapa waktu yang lalu. Kegiatan hura-hura ini menghabiskan anggaran negara sebesar USD 800 ribu (setara Rp 10,7 miliar).

Dalam pesta itu, Mugabe mengaku siap memimpin Zimbabwe sepanjang dia mampu. Pesta ini melepas 92 balon ke udara, melambangkan usia sang diktator, serta dimeriahkan oleh pembacaan puisi serta pentas nyanyian yang liriknya memuji Mugabe sebagai sosok visioner di Benua Afrika.

Surat kabar the Guardian melaporkan, tindakan Mugabe mengundang kritik kelompok oposisi serta warga miskin Zimbabwe. Lokasi penyelenggaraan pesta ultah ini, Distrik Masvingo, adalah lokasi yang paling parah terlanda kekeringan sepanjang 2015. Hasilnya 75 persen sawah gagal panen. Kawasan Masvingo juga menjadi lokasi dengan jumlah penderita busung lapar terbanyak di Zimbabwe.

Acuh pada situasi itu, Mugabe dan istrinya asyik makan kue tart raksasa yang khusus dihadirkan untuk santapan tamu undangan. Dia tak menyinggung soal kelaparan di Masvingo saat berpidato. Sebaliknya, Mugabe mengkritik isu LGBT dan bantuan asing dalam sambutannya. 
"Jika donor asing membantu negara kita dengan syarat melegalkan pernikahan sejenis, maka sebaiknya kita tolak bantuan itu," kata Mugabe disambut tepuk tangan hadirin.
Zimbabwe sampai sekarang belum pulih benar dari persoalan hiperinflasi pada 2008. Saat krisis terparah melanda, mata uang negara di selatan Afrika itu sontak tak berharga lagi. Dilaporkan 35 ribu triliun Dolar Zimbabwe cuma bisa dipakai membeli sepotong roti. Sekarang mata uang di negara itu adalah Dollar Amerika.
"Anggaran gila-gilaan dari pesta presiden kemarin bisa dipakai untuk mengimpor gandum, sehingga rakyat di Masvingu tidak perlu mengalami kelaparan," kata Obert Gutu, juru bicara Gerakan Oposisi Perubahan Demokratik (MDC). Kelompok MDC sejak lima tahun terakhir dikebiri hak politiknya oleh Mugabe, supaya tak bisa menang pemilu.
Mugabe sudah berkuasa di Zimbabwe selama 36 tahun. Selama berkuasa, Mugabe dituduh melakukan kecurangan pemilu, pengusiran warga dan melanggar HAM serta bertanggungjawab atas penurunan ekonomi di negaranya.

Mobutu Sese Seko - Presiden Zaire

Para Presiden Ini Foya-Foya Saat Rakyatnya Kelaparan

Seorang presiden di pilih oleh rakyat untuk membawa perubahan dan menyejahterakan rakyat, bukannya untuk foya foya menumpuk harta dan melakukan berbagai pelanggaran. Presiden yang baik bukanlah presiden yang suka mencuri apalagi menikmati kekuasaan diatas penderitaan rakyat.

Pada 1993 anak-anak Zaire mengalami gizi buruk dan kelaparan terparah. Sukarelawan memperkirakan sedikitnya 10 persen anak-anak di negara Afrika itu akan meninggal karena kelaparan.
"Kami belum pernah melihat banyaknya kasus kelaparan di Afrika Barat sejak perang Biafra di Nigheria pada 1960-an," ujar Wayne King, kepala Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) yang sudah bertugas di sana selama 20 tahun.
Namun kaum elit di Zaire justru hidup sebaliknya. Zaire kaya akan tembaga dan kobalt serta negara terbesar pemasok batu berlian. Zaire juga kaya akan kopi, minyak sawit, kayu, dan mengekspor hasil pertanian.

Pemimpin Zaire Mobutu Sese Seko yang berkuasa lebih dari 28 tahun ditaksir punya kekayaan USD 4 miliar

Asma al-Assad - Ibu Negera Suriah

Para Presiden Ini Foya-Foya Saat Rakyatnya Kelaparan

Konflik perang dan juga pertumpahan darah adalah suatu hal yang tak asing dan menjadi suatu rutinitas setiap hari di tanah Suriah. Suara tembakan dan tangisan rakyat tak berdosan hampir setiap hari berkumandang ditanah yang gersang. Namun apa yang dilakukan oleh wanita no satu di Suriah sungguh sangat memalukan.

Di tengah kondisi Suriah yang sedang dilanda perang berkecamuk dan rakyat menderita istri Presiden Basyar al-Assad, Asma al-Assad malah hidup foya-foya dengan menghabiskan uang rakyat untuk berbelanja barang mewah.

Surat kabar the Daily Mail asal Inggris mengungkapkan Asma punya kebiasaan membeli makanan Barat untuk anaknya. Dia juga pernah membeli sebuah tempat lilin seharga 4,9 miliar tahun lalu dan memajang foto dirinya dengan mengenakan perlengkapan olah raga, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Selasa (3/9).

Asma kini tinggal di sebuah tempat yang terlindung dari serangan bom untuk menghindari serangan mematikan di dalam negeri.
"Asma Assad tak punya perasaan iba. Dia terobsesi ingin terus terlihat cantik dan muda," kata mantan penasihat presiden Suriah Ayman Abdul Nur.
Akibat perbuatannya itu Asma kini dalam pengawasan ketat dalam dua tahun terakhir. Daily Mail melaporkan sebuah bocoran dokumen rahasia yang memperlihatkan Asma membelanjakan uang sebesar Rp 4,9 miliar untuk membeli mebel mewah bagi tempat peristirahatannya di musim panas di Latakia.

Asma menikah dengan Basyar sejak 2000. Dia besar di Ibu Kota London, Inggris, dan belajar ilmu komputer dan sastra Prancis di sebuah Universitas di sana. Dia sedang bekerja di firma JP Morgan saat bertemu Assad yang waktu itu sedang belajar menjadi dokter bedah mata.

Majalah Vogue asal Amerika pada Maret 2011 menerbitkan profil Asma dengan menyebutnya sebagai sosok Bunga Padang Pasir yang cantik jelita.

Kim Jong-un - Presiden Korea Utara

Para Presiden Ini Foya-Foya Saat Rakyatnya Kelaparan

Pernah ada masanya, pada pertengahan 1990-an, rakyat Korea Utara sangat kelaparan hingga sepuluh persen populasi tewas. Anak-anak kekurangan gizi dan tidur di beratap langit.

Kondisi mengenaskan itu diperparah dengan cerita soal orangtua yang memakan anak-anaknya sendiri karena saking kelaparan. Menurut laporan para jurnalis bawah tanah Korea Utara, ada seorang pria yang pernah ditangkap dan dieksekusi karena membunuh dan memakan anaknya sendiri.

Meski pada masa itu kelaparan merajalela di Korea Utara tapi tentu para pejabat dan keluarganya, termasuk keluarga pemimpin/presiden Korut Kim Jong-un, tetap bisa menikmati gaya foya-foya dan hidup mewah, seperti dilansir frontpagemag.com September 2014.

Pada 2012 Kim dilaporkan menghabiskan dana sebesar USD 645 juta untuk barang mewah semacam produk aksesoris seperti kosmetik, tas tangan, bahan kulit, jam tangan, elektronikm mobil, dan minuman alkohol paling mahal. 

Di tahun yang sama Kim menggelontorkan dana USD 1,3 juta untuk pengembangan program rudal balistik. 

Kim bahkan mengalami obesitas atau kegemukan lantaran suka makan keju. Pemimpin Korut itu sangat suka makan keju ketika menjadi mahasiswa di Swiss. Dia bahkan mengimpor keju dalam jumlah besar untuk memenuhi kegemarannya. 

Pada 2013 PBB lewat Program Pangan Dunia, meminta bantuan sebesar USD 150 juta kepada negara-negara donor untuk bantuan kemanusiaan bagi Korea Utara.

Nah, itulah kawan sekiranya deretan para presiden yang suka pesta dan foya-foya di saat rakyatnya sedang kelaparan. Semoga di Indonesia tidak yah, dan semoga juga mereka disadarkan dan mulai melihat kebawah kepada rakyatnya, bukan terus terusan menindas rakyat yang tak berdosa.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.