Tiga Desa Tanpa Sampah Terbersih di Dunia

Salah satu yang menjadi idaman banyak orang dan mungkin sangat susah di lakukan adalah mencari tempat yang bersih dan benar-benar tidak ada sampah di dalamnya. Wajar memang, melihat roda kehidupan yang seperti sekarang ini dimana industri terus dilakukan, polusi akan sampah pun semakin banyak dan tak terkedali. Terlebih kebiasaan buruk masyarakat banyak yang membuang sampah sembarang seolah menjadi kewajiban yang harus dilakukan setiap hari.

Banyak masyarakat yang cuek dan tak bisa melihat masa depan, dimana sampah yang berserakan bisa merusak lingkungan padahal anak dan cucu kita yang belum lahir kelak tidak akan bisa menikmati indahnya alam seperti dulu saat kita masih balita. Karena itu sudah seharusnya mulai dari sekarang kita bisa berpikir dan berperilaku yang berguna, tak perlu jauh cukup mulai dari yang termudah saja, yakni hidup bersih dan selalu membuang sampah pada tempatnya.

Banyak sekali efek yang ditimbulkan, jika kita mampu mewujudkan hal tersebut. Bukan hanya untuk kita pribadi namun juga untuk keturunan-keturunan kita kelak yang akan menempati tempat yang telah kita sediakan. Tak heran jika untuk saat ini sudah banyak negara maju di dunia yang mulai peduli dan sudah menerapkan wajib bersih pada sebagian kota-kotanya.

Berikut adalah tiga desa paling bersih dan tanpa sampah di dalamnya yang bisa Anda jadikan referensi atau inspirasi betapa nikmat dan indahnya hidup bersih dan tidak ada sampah disekeliling Anda. Mulai dari desa kecil di negara Belanda hingga desa alami terkenal yang Ada di Indonesia. Silahkan disimak dan jangan lupa dibagikan yah :

Desa Mawlynnong Meghalaya India

Tiga Desa Tanpa Sampah Terbersih di Dunia

Desa paling bersih pertama dimana tidak ada sampah didalamnya adalah Desa Mawlynnong Meghalaya India. Kesempurnaan serta kebersihan dari desa yang satu ini bisa dilihat dari banyaknya tanaman bunga yang tumbuh rimbun di tepi jalan setapak Desa Mawlynnong. Sejauh mata memandang, tidak terlihat sedikit pun sampah mengotori jalan-jalan di desa yang berada di pegunungan Negara Bagian Meghalaya itu. 

Tempat sampah yang terbuat dari bambu tersedia di setiap sudut jalan di Mawlynnong. Rambu peringatan berukuran besar melarang warga membuang sampah sembarangan.Ditambah lagi, sejumlah relawan menyapu jalan-jalan secara berkala. Bagi desa yang dihuni 500 warga dari Suku Khasi itu, menyampah sangat dilarang dan tidak disukai masyarakat.
“Kami membersihkan lingkungan setiap hari karena kami telah diajarkan nenek moyang kami untuk hidup bersih. Karena, itu baik untuk kesehatan kami,“ kata Baniar Mawroh, seorang remaja yang duduk di pintu masuk rumahnya yang kecil, namun tampak begitu resik. 
Selain membuang sampah sembarangan, merusak lingkungan juga hal yang sangat dihindari warga setempat. Budaya hidup bersih di Mawlynnong sudah diterapkan sejak 130 tahun silam. Saat itu, wabah kolera melanda negara bagian tersebut. Tanpa tim medis dan pengobatan yang memadai, hidup bersih menjadi satu-satunya pilihan bagi warga setempat untuk menghindari wabah itu.

Desa Giethoorn Overijssel Belanda

Tiga Desa Tanpa Sampah Terbersih di Dunia

Giethoorn di Provinsi Overijssel, Belanda menjadi desa bebas kendaraan bermotor bahkan nyaris tanpa jalan raya. Seluruh kegiatan di Giethoorn tidak menggunakan kendaraan bermotor. Setiap hari Anda bisa menggunakan kano, atau menyewa perahu. Giethoorn pun menjadi desa paling bebas polusi di dunia. Awalnya tak ada yang tahu keberadaan desa sejuk ini. Maklum saja, Giethoorn dibangun oleh sekelompok buronan dari Laut Mediterania. 

Namun, setelah pemandangan hijau dan asrinya muncul dalam film Fanfare yang dibuat oleh Bert Haanstra, Giethoorn mulai dikenal oleh dunia luar dan mulai banyak didatangi wisatawan. Tidak ada jalan raya di Desa Giethoorn, yang ada hanya kanal dan jalan yang tidak terlalu luas untuk pejalan kaki. Setiap harinya, penduduk Giethoorn biasa menggunakan kanal sepanjang 4 kilometer ini sebagai akses utama. 

Kanal ini pun menyambungkan setiap tempat di desa yang berpenduduk sekitar 2.620 orang. Air yang jernih dan kiri-kanan yang berhiaskan pohon rindang menjadi teman selama perjalanan wisata Anda di sini. Desa yang mendapat julukan ‘Venesia dari Belanda’ ini pun menjadi salah satu wisata populer di Negara Kincir Angin.

Saat memasuki desa yang berada sekitar 5 km barat daya dari Steenwijk ini, Anda harus meletakkan kendaraan di luar desa. Sebenarnya, ada dua jenis kendaraan yang bisa Anda gunakan di sini, yaitu sepeda atau transportasi air. 

Eits, mau lebih segar dan puas menikmati udara sejuk pedesaan Giethoorn? Anda bisa berjalan kaki mengelilingi desa paling bersih ini. Tidak ada asap kendaraan, pabrik, atau rokok di sini. Kerennya lagi, paras Giethoorn terlihat semakin elok karena tak ada sampah sama sekali yang berserakan di pelatarannya. Rumah-rumah pertanian dari abad ke-18 dengan beratapkan jerami masih ada sampai saat ini.

Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli Bali

Tiga Desa Tanpa Sampah Terbersih di Dunia

Meski sudah jadi tempat wisata, sebuah desa mungil di Bali tetap menjaga sisi tradisional dan ketertiban wilayahnya. Inilah Penglipuran, desa bersih nan cantik yang terletak di Kabupaten Bangli. Kata ‘Penglipuran’ berasal dari ‘Pengeling Pura’ yang artinya ‘tempat suci untuk mengenang para leluhur’. Desa mungil yang terletak di Kabupaten Bangli, Bali ini menjadi destinasi favorit traveler karena kebersihan, keindahan, dan kehidupan tradisional yang masih terjaga baik.

Rumah-rumah setipe berderet di jalanan menanjak. Suasana hijau sangat terasa, mobil dan motor tak boleh masuk ke dalam desa. Semua kendaraan memang diparkir dekat gapura, sehingga Penglipuran bebas dari asap knalpot. Berada di ketinggian 700 mdpl, Penglipuran termasuk desa yang sejuk. Bangli sendiri merupakan satu-satunya kabupaten di Bali yang tidak berbatasan langsung dengan laut. Jalanannya terbuat dari batu alam, bunga warna-warni tumbuh di banyak tempat. Ada bugenvil, kembang sepatu, mawar, hingga kamboja. Sangat memanjakan mata!

Ada sekitar 200 rumah tradisional di Penglipuran, turis bisa langsung masuk ke dalamnya. Tiap rumah punya pintu masuk yang serupa, namanya ‘angko-angko’ yang terbuat dari tanah liat. Di pinggir angko-angko terdapat papan berisi informasi nama pemilik rumah dan anggota keluarga. Di bagian atas desa terdapat pura yang jadi tempat sembahyang utama warga Penglipuran. Selain menikmati pemandangan dan keramahan warga Penglipuran, traveler juga bisa mencicipi minuman khas bernama ‘yolo cemcem’. Rasanya asam segar dengan potongan kelapa muda di dalamnya.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.