Empat Penjahat Perang Paling Keji di Dunia

Dimasa lalu perang merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh para penguasa untuk menaklukkan suatu wilayah. Dengan beribu pasukan yang dibawa ke medan perang para penguasa ini menyuruh pasukan agar tak segan membunuh musuh yang ada di depannya. Terlebih setelah musuh dikalahkan dan wilayah musuh telah dikuasai terkadang penduduk sipil pun ikut dibantai.

Ribuan nyawa hilang hanya dalam satu pertempuran, lautan darah terlihat mengerikan di medan perang. Penguasa atau pemimpin hanya senyum ketika pasukannya bisa menang melawan musuh di medan perang. Peperangan telah membawa duka yang begitu menyakitkan, bahkan setelah perdamaian di kumandangkan dan PBB melarang adanya peperangan di era modern, tetap saja rasa ingin balas dendam dan selalu tercurah dari korban yang pernah dibantai.

Berikut anakregular informasikan empat penjahat perang paling keji dalam sejarah dunia. Ribuan hingga jutaan nyawa tak berdosa menjadi saksi bisu betapa kejamnya para penjahat perang ini di masa lalu. Silahkan disimak, dan jangan lupa dibagikan yah..

Baca juga : Lima bos narkoba paling kejam di dunia

Radovan Karadzic

Empat Penjahat Perang Paling Keji di Dunia

Penjahat perang paling keji pertama adalah Radovan Karadzic. Ia merupakan seorang yang memimpin Republik Bosnia-Serbia dalam pembersihan etnis muslim sepanjang kurun 1992-1995. Akibat aksinya tersebut, Kamis (24/3), Pengadilan Kriminal PBB di Den Haag, Belanda mengadilinya. Dia didakwa bersalah atas pembantaian muslim Bosnia di Kota Srebenica dan dijatuhi vonis hukuman penjara 40 tahun.

Dia dijerat 11 pasal kejahatan perang yang masuk kategori pelanggaran HAM luar biasa. Channel News Asia melaporkan, Karadzic membantah semua dakwaan jaksa penuntut. Dia mengaku tidak pernah memerintahkan tentara Serbia menghabisi sedikitnya 8 ribu umat muslim Bosnia yang tinggal di Kota Srebrenica pada 1995. Salah satu dasar dakwaan jaksa juga adanya dokumen tertulis yang membuktikan Karadzic sengaja mendeportasi semua warga muslim dari perbatasan Bosnia-Kroasia tanpa alasan jelas.

Slobodan Milosevic

Empat Penjahat Perang Paling Keji di Dunia

Slobodan Milosevic adalah mantan presiden Serbia. Saat memangku jabatan tersebut, dia disebut sebagai aktor sekaligus penjahat perang tak berhati di balik agresi militer Serbia dalam pemusnahan etnis Bosnia setelah runtuhnya Yugoslavia pada 1990. Selain itu, Milosevic juga disebut terlibat dalam kejahatan serupa di Kosovo dan Kroasia. Setelah tidak terpilih dalam Pilpres tahun 2000, Slobodan Milosevic menghadapi 60 dakwaan di pengadilan Kriminal PBB di Den Haag, Belanda, di tahun 2002.

Meski telah menjadi tahanan, masih banyak pihak yang memberi dukungan terhadap Milosevic. Empat tahun berselang, Milosevic ditemukan tewas di selnya pada 11 Maret 2006 di pusat tahanan pengadilan penjahat perang PBB di Den Haag. Pengacara Milosevic, Zdenko Tomanovic, menyatakan bahwa kematian Milosevic tidak wajar. Dia menuntut agar jenazahnya diotopsi di Rusia bukan di Belanda.

Charles Taylor

Empat Penjahat Perang Paling Keji di Dunia

Mantan presiden Liberia dituntut oleh jaksa pengadilan internasional di Pengadilan Kriminal PBB di Den Haag, Belanda, dengan hukuman 80 tahun penjara. Dia diketahui bersalah karena bersekutu dalam kejahatan perang di Sierra Leone. Seperti diberitakan BBC, Taylor didakwa mendukung kelompok pemberontak dalam perang saudara pada 1991-2002. Korban jiwa ditaksir mencapai 250 ribu jiwa.

Dukungan Taylor kepada kelompok pemberontak sebagai calo senjata atau sebagai pemodal. Tidak sebatas itu, dia juga mendukung pemberontakan untuk pembunuhan, perkosaan, perbudakan seksual, dan serangakain aksi teror. Taylor dihukum pada April 2012. Dia menjalani hukuman di penjara Inggris, setelah permintaanya penahanan dipindahkan ke Rwanda tidak dikabulkan.

Hideki Tojo

Empat Penjahat Perang Paling Keji di Dunia

Hideki Tojo adalah jenderal Jepang dan Perdana Menteri ke-40. Tojo adalah penguasa militer di selurut Jepang di tahun kekuasaannya selama Perang Dunia Kedua. Selama masa kekuasannya, Tojo diketahui melakukan kejahatan perang. 

Dia dinyatakan bersalah atas beberapa tuduhan seperti peperangan agresi, dan perang dalam pelanggaran terhadap hukum internasional, mengadakan perang tak beralasan terhadap China. Di bawah otoritasnya, Tojo dianggap bertanggung jawab membunuh hampir 4 juta orang China. Puncaknya, Tojo divonis mati pada 12 November 1948 dengan hukuman gantung.

Baca juga : Lima wonder women paling hebat dalam sejarah dunia
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.