Lima Perempuan Paling Inspiratif di Indonesia

Tanggal 8 maret nyatanya menjadi hari paling bermakna bagi seluruh perempuan di dunia. Pada tanggal 8 maret perempuan seluruh dunia dengan bangga memperingati keberhasilan dalam berbagai bidang mulai dari ekonomi, politik dan tentunya sosial. Dalam rangka memperingati hari perempuan internasional saya akan membagikan kisah dari perempuan-perempuan Indonesia yang dapat menjadi inspirasi dan memotivasi untuk perempuan muda di seluruh Indonesia.

Di masa lalu Indonesia memang memiliki perempuan-perempuan tangguh yang telah berjasa bagi kemerdekaan serta kesetaraan akan hak-hak wanita Indonesia. Tentu kita tahu akan perjuangan hebat dari R.A Kartini, Cut Nyak Dien, dan Rasuna Said. Karena mereka lah perempuan Indonesia bisa ikut berkarya dan tidak selalu menjadi yang kedua di belakang laki-laki.

Di masa kini, ternyata banyak srikandi-srikandi modern yang patut jadi panutan. Dalam rangka Hari Perempuan Internasional yang jatuh di bulan Maret ini, saya akan menampilkan lima orang perempuan yang memiliki prestasi di berbagai bidang. Perjuangan mereka untuk mengejar kesuksesan dapat menjadi inspirasi berharga bagi perempuan-perempuan Indonesia lainnya. Yuk kita simak kisah mereka dan kita beri dukungan kepada mereka.

Baca Juga : Lima Wanita Paling Berjasa Bagi Ilmu Pengetahuan

Berikut adalah lima perempuan Indonesia paling Inspiratif dengan segala perjuangan yang telah dilakukannya :

Ayu Gani - Si korban bully yang sukses jadi model

Lima Perempuan Paling Inspiratif di Indonesia

Dulu, teman-teman sekolahnya memanggil Gani dengan sapaan ‘kecoak’ atau ‘tempat sampah’. Masa sekolah yang seharusnya menyenangkan, malah merupakan siksaan bagi gadis berdarah Jawa itu. Berbagai intimidasi ia terima dari seniornya. Pernah di suatu masa, seluruh teman satu sekolah menjauhinya.

Gani tumbuh menjadi gadis pemalu dan kurang percaya diri. Bullying yang ia terima di sekolah sempat menghantuinya selama beberapa waktu. Tapi kemudian Gani bangkit dan mengumpulkan keberaniannya lagi. Ia kemudian mengambil risiko untuk berhenti kuliah dari sebuah universitas swasta di Yogyakarta dan beralih menjadi di Jakarta.

Ia kemudian mengikuti ajang pemilihan model bergengsi “Asia’s Next Top Model” dan menjadi pemenang pertama. Kini Gani mendapatkan kontrak kerja dari agensi model dunia. Ia bahkan menjadi wajah e-commerce ternama di Asia, Zalora. Ia membuktikan diri pada dunia, juga pada orang-orang yang dulu membencinya, bahwa keberaniannya tetap ada. ia bisa bangkit dari keadaan paling buruk dan semangat menggapai impiannya.

Erwiana Sulistyaningsih - TKI yang masuk daftar orang paling berpengaruh majalah Time

Lima Perempuan Paling Inspiratif di Indonesia

Erwiana Sulistyaningsih, warga Dusun Kawis, Desa Pucangan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mencatat sejarah di dunia internasional. Mantan tenaga kerja wanita yang menjadi korban penganiayaan di Tseung Kwan O, Hong Kong, beberapa waktu lalu masuk dalam daftar seratus orang paling berpengaruh oleh majalah Time.

Erwiana merupakan TKW yang mengadu nasib di Hong Kong sejak 13 Mei 2013 dan pulang ke Ngawi pada 10 Januari 2014. Saat pulang, kondisinya memprihatinkan lantaran tubuhnya kurus dan dipenuhi luka di sekujur tubuh akibat dianiaya oleh Law Wan Tung, majikannya.

Time memasukkannya dalam daftar seratus orang berpengaruh sejagat lantaran keberanian Erwiana mengungkapkan perlakuan majikannya dan mendesak perbaikan hukum demi perlindungan yang lebih baik bagi para tenaga kerja di Hong Kong.

Suksma Ratri - Pejuang hak penderita AIDS

Lima Perempuan Paling Inspiratif di Indonesia

Di depan forum PBB, Suksma Ratri berbicara soal hak-hak penderita juga mereka yang memiliki risiko besar tertular HIV/AIDS di Indonesia seperti pekerja seks komersial, pecandu narkoba, narapidana, transgender hingga pengungsi. Mereka terabaikan haknya. Tak hanya mengalami penghakiman di lingkungan sosial, hal mereka untuk mendapatkan pencegahan juga perawatan saat terkena HIV/AIDS juga diabaikan.

Suksma berbicara sebagai perwakilan dari Coordination of Action Research on AIDS and Mobility (CARAM) wilayah Asia. Suksma sendiri adalah pengidap HIV. Ia tertular dari mantan suaminya yang merupakan pecandu narkoba.

Saat pertama kali divonis mengidap penyakit mematikan itu, Suksma menerimanya dengan tenang. Ia justru bergabung dengan sebuah LSM sebagai aktivis untuk memperjuangkan hak-hak penderita HIV/AIDS lainnya.

Safrina Rovasita - Guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Yapena Yogyakarta

Lima Perempuan Paling Inspiratif di Indonesia

Profesi guru mungkin terkesan biasa saja. Tapi Safrina bukan guru biasa. ia adalah penderita cerebal palsy (cacat otak) yang berhasil mengenyam pendidikan hingga S-2. Cerebal palsy membuat kemampuan motorik Safrina terganggu. Ia mengalami kesulitan mengendalikan seluruh ototnya. ia juga kesulitan berjalan dan berbicara.

Dicibir sejak masa kanak-kanak tak membuat Safrina menyerah. Ia terus fokus menggapai impiannya untuk meraih pendidikan tinggi. tak jarang orang menyalahartikan penyakitnya. bahkan beberapa guru menganggapnya keterbelakangan mental dan tak mampu menjalankan proses belajar yang umum.

Tapi kini Safrina sudah membuktikan kemampuannya. Ia kini tengah tengah menjalankan kuliah masternya di Universitas Islam Negeri Yogyakarta. Ia menyelesaikan kuliah S-1 di Universitas Negeri Yogyakarta dan menjadi lulusan pertama yang menderita cerebal palsy.

Selain sibuk mengejar gelar S-2, Safrina kini mengabdi sebagai guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Yapena Yogyakarta. Tujuannya sangatlah mulia. Safrina ingin mengabdikan diri pada pendidikan anak berkebutuhan khusus yang selama ini masih menjadi ‘anak tiri’ di sekolah. Saat ini, masih banyak banyak sekolah yang tidak ramah dan diskriminatif terhadap anak difabel.

Dian Sasmita - Pendiri Yayasan kapas

Lima Perempuan Paling Inspiratif di Indonesia

Ketika banyak orang memberikan stigma negatif terhadap anak pelaku kriminal, Dian Sasmita, pendiri yayasan kapas melakukan hal yang berbeda. Baginya, setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Bersama-sama dengan temannya, mereka melakukan pendampingan dalam penjara.
“Anak-anak dan remaja paling rentan terhadap kekerasan, eksploitasi, dan kekerasan seksual. Kita semua tahu bahwa penjara tempat yang sangat tidak tepat bagi mereka,” ujar Dian.
Sahabat Kapas lebih memusatkan perhatian pada anak-anak yang meringkuk di penjara umum, di mana anak-anak dan tahanan dewasa dicampur meskipun berada di sel terpisah. Berbeda dengan penjara anak yang didesain hanya untuk tahanan anak saja, penjara umum sangat tidak ramah bagi anak.

Yayasan ini juga berkampanye untuk melawan hukuman penjara bagi anak, dan lebih merekomendasikan diversi – pengembalian kepada orang tua – dan rehabilitasi sebagai solusi mengatasi anak pelaku kriminal. Sahabat Kapas juga bekerja untuk memastikan anak-anak di penjara masih punya hak atas pendidikan, kesehatan, dan rasa aman.

Sahabat Kapas ingin mengajarkan masyarakat untuk tidak menghakimi dan mengucilkan anak. Sebaliknya mereka ingin masyarakat mulai melindungi hak-hak anak yang terampas karena hukuman.

Organisasi ini terus berusaha untuk memberi kesempatan kedua bagi anak-anak yang tinggal di balik jeruji besi, menghapuskan stigma negatif, memulihkan trauma, dan memberi mereka harapan bahwa hari esok yang lebih baik menunggu di balik tembok penjara.

Baca juga : Kisah Empat Wanita Yang Menjadi Bos di usia Muda

Nah, itulah kawan sekiranya lima wanita indonesia paling inspiratif karena perjuangannya. Semoga bisa menjadi motivasi dan juga menjadi pelajaran bagi kita semua.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.