Empat Wanita Budak Perubah Sejarah Dunia

AnakRegular | Sejarah dunia memiliki riwayat kelam terkait perbudakan. Dimasa lalu manusia yang dianggap tidak berguna, atau yang menjadi korban dari peperangan kerap dianggap rendah dan tidak bermartabat oleh banyak orang. Karena itu dimasa lalu banyak manusia yang diperjual belikan di setiap negara yang disebut budak. Di masa lalu budak dianggap sebagai ras paling rendah dan tak bernilai, ketika sudah dibeli oleh tuannya para budak ini harus menuruti semua perintah tuannya, jika melanggar ada kewajiban untuk membunuh budak tersebut.

Menjadi budak kala itu sangatlah menyedihkan, hampir tidak ada kata senang apalagi kebebasan bagi para budak di masa lalu. Hidupnya tertindas dan tidak ada masa depan cerah di dalam takdirnya. Namun dalam kisahnya, tak sedikit pula takdir budak yang berubah drastis menjadi sangat menyenangkan. Ketika mereka dibeli oleh orang baik dan mengangkat status sosial budak tersebut, mereka menjelma menjadi orang yang begitu berpengaruh.

Seperti deretan para budak wanita berikut ini, setelah dibeli dan diangkat menjadi selir kesayangan sang raja, mereka menjelma menjadi orang berkuasa di belakang perintah raja. Tak sedikit perkembangan serta sejarah kejayaan suatu negara tak lepas dari campur tangan para budak wanita ini. Penasaran? Berikut anakregular informasikan empat kisah budak wanita perubah sejarah dunia, silahkan disimak.

Al-Khayzuran binti Atta

Empat Wanita Budak Perubah Sejarah Dunia

Kisah budak pertama yang merubah sejarah dunia datang dari sosok perempuan cerdas cantik dan juga kuat bernama Al-Khayzuran binti Atta. Ia merupakan ratu dari Khalifah Al-Mahdi dari Dinasti Abbasiyah. Ia juga merupakan ibu kandung dari Harun Al-Rasyid, yang merupakan sosok raja terbesar dalam sejarah Abbasiyah.

Menurut Saudi Aramco World, Al-Khayzuran berasal dari Jorash, Arab Saudi. Dia diculik oleh seorang Badui dan dijual di sebuah pasar budak. Al-Khayzuran dibeli sebagai pelayan untuk Al-Mahdi, namun dalam waktu singkat dia sudah menduduki posisi sebagai salah satu selir sang raja.

Al-Khayzuran dikenal sebagai wanita yang cerdas dan memiliki ambisi besar. Dia berhasil meyakinkan sang suami untuk menjadikan putranya sebagai pewaris tahta. Tak banyak bukti sejarah yang menyebutkan pencapaian Al-Khayzuran di bidang politik. Namun namanya diabadikan dalam kepingan mata uang, istana, dan makam para raja Abbasiyah. Perlakuan ini tidak didapatkan para ratu Abbasiyah yang lain.

Kosem Sultan

Empat Wanita Budak Perubah Sejarah Dunia

Kosem Sultan adalah salah satu wanita paling berpengaruh dalam sejarah Dinasti Ottoman, Turki. Dia adalah selir favorit Sultan Ahmed I. Dia dibawa dari Yunani ke Bosnia sebagai budak. Setelah memasuki harem Sultan Ahmed I, dia berpindah keyakinan menjadi Islam dan segera menjadi selir kesayangan sultan.

Menurut Famous Ottoman Women, Kosem Sultan memerintah di balik tirai dengan jabatan haseki sultan setelah suaminya meninggal dunia. Kekuasannya berlanjut dan semakin besar ketika dirinya bertahta sebagai valide sultan mewakili putranya, Murad IV dan Ibrahim. Dia juga menjadi penguasa di balik bayangan untuk cucunya, Mehmed IV yang masih di bawah umur.

Meskipun memiliki ambisi yang besar sebagai penguasa, Kosem Sultan juga dikenal karena jiwa sosialnya. Salah satu kebijakannya adalah membebaskan para budak setelah mengabdi selama 3 tahun. Sang ratu tewas karena dicekik pada tahun 1632. Spekulasi yang beredar menyebutkan kalau salah satu musuh besar Kosem Sultan di istana yang memerintahkan pembunuhannya.

Choe Suk-bin

Empat Wanita Budak Perubah Sejarah Dunia

Choe Suk-bin, salah satu selir paling berpengaruh Raja Sukjong juga termasuk salah satu budak wanita yang berhasil meniti tangga sosial. Meskipun keberhasilannya menjadi istri raja berawal dari keberuntungan, Choe terlibat dalam pergolakan politik sengit di istana dan berhasil keluar sebagai pemenang.

Tak banyak fakta sejarah mengenai Choe Suk-bin yang berhasil diungkap. Sejarah hanya menyebutkan dirinya terlahir dalam keuarga dari kasta cheonmin, strata sosial terendah pada masa Dinasti Joseon. Versi cerita yang paling populer menyebutkan kalau Choe adalah musuri, budak yang bertugas menyiapkan air di istana.

Choe bertemu dengan Raja Sukjong karena kebetulan. Sang raja memergokinya tengah memanjatkan doa untuk Ratu Inhyeon yang tengah diasingkan. Padahal perbuatan itu bisa membuatnya kehilangan nyawa. Namun pengabdian luar biasa Choe dan kemurnian hatinya membuat sang raja tertawan.

Setelah diangkat menjadi selir, Choe mulai terlibat dalam perebutan kekuasaan sebagai pendukung Ratu Inhyeon. Kehadirannya perlahan memudarkan pengaruh Jang Hui-bin, selir yang tengah menguasai istana. Pada akhirnya, Choe dan para sekutunya berhasil mengembalikan Ratu Inhyeon ke istana. Dia juga melahirkan Pangeran Yeoning yang kelak bergelar Yeongjo, salah satu raja terbesar dalam sejarah Korea.

Chica da Silva

Empat Wanita Budak Perubah Sejarah Dunia

Perempuan berdarah campuran kulit hitam dan putih ini memiliki nama asli Francisca da Silva de Oliveira. Namun warga Brasil mengenalnya dengan namana Chica da Silva atau Xica da Silva.

Chica diingat karena kesuksesannya meniti tangga sosial hingga bersanding dengan kaum kulit putih, meskipun dia sendiri dilahirkan sebagai seorang budak. Chica telah berganti-ganti tuan sebelum diperistri Joao Fernandes da Oliveira, seorang pengusaha tambang berlian berkulit putih. 

Bagi warga Brasil, kisah hidup Chica merupakan simbol dari 'demokrasi rasial'. Hubungan Chica dan de Oliviera menjadi skandal sosial, karena terjadi pada masa ketika kesetaraan antara kaum kulit putih dan kulit berawrna belum dikenal. Namun Chica berhasil menyeberangi hambatan kasta dan menjadikan dirinya sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di zaman kolonial.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.