IslamPhobia Kisah Muslim di Usir dari Pesawat

AnakRegular | Saat ini fenomena Islamphobia sudah sangat akrab terdengar di telinga kita. Ketakukan akan orang-orang yang beragama islam atau biasa disebut muslim sudah sedemikan parah di luar sana. Terlebih di negara-negara non muslim yang mana sebagian warga negaranya sangat membenci bahkan berani mengusir jika ada seorang muslim di dekatnya.

Apalagi untuk saat ini, dimana di negara sebesar Amerika Serikat tengah terjadi fenomena Islamphobia yang sangat parah. Salah satu calon presiden di sana mengungkapkan secara terang-terangan akan kebencian dan akan melarang seluruh umat muslim masuk ke negara Amerika. Adanya islamphobia ini pula lah yang membuat kehidupan para muslim di negeri minoritas menjadi sangat susah. Mereka diperlakukan layaknya orang yang sangat dibenci.

Para muslim tidak diperbolehkan bergaul dengan warga sekitar, diganggu bahkan tidak boleh naik pesawat. Hal ini dialami beberapa orang muslim yang hendak ke Amerika Serikat. Islamophobia lahir dari ketakutan orang-orang terhadap Islam.

Dan semuanya berawal dari para teroris yang mengatasnamakan Islam sebagai pembenaran tindakan mereka. Bagi orang yang mengalami Islamophobia, mereka cenderung berpikir semua muslim sama dengan teroris. Mendengar orang yang berbahasa Arab, bahkan perempuan yang memakai hijab saja, mereka sudah ketakutan setengah mati.


Khairuldeen Makhzoomi Mahasiswa AS Yang di Usir Dari Pesawat

IslamPhobia Kisah Muslim di Usir dari Pesawat

Kisah pertama datang dari seorang mahasiswa muslim di Universita California di Berkeley Amerika Serikat. Mahasiswa yang diketahui bernama Khairuldeen Makhzoomi mengaku di usir dari pesawat karena dirinya berbicara dengan bahasa arab saat sedang berada di dalam pesawat. Ia mengakatan seorang penumpang wanita terlihat mencurigainya saat dia berbicara pada pamannya di Baghdad.

Telrbih Khairuldeen Makhzoomi mengaku saat itu tengah duduk di kabin pesawat dengan penerbangan Los Angeles-San Fancisco. Sebelum mematikan ponselnya, dia sempat menghubungi pamannyayang berada di Baghdad dan berbicara menggunakan bahasa arab. Ketika itu, dia merasa seorang perempuan, yang merupakan penumpang burung besi, melihatnya dengan tajam. 

Mahasiswa ini tidak mengerti kenapa dia dilihat seperti itu. Tak lama kemudian, dia melihat penumpang itu bangkit dari tempat duduknya. Dia menuturkan, tak lama berselang, seorang pramugari meminta dia untuk turun dari pesawat. Setelah turun, petugas keamanan sudah menanti dia.
"Saya kecewa. Saya katakan pada mereka 'inilah gambaran Islamophobia itu'. Sungguh saya kecewa. Kemudian mereka malah meminta saya untuk tidak naik pesawat dan malah memanggil FBI," serunya.
Penumpang yang mendengarkan dia berbicara bahasa Arab mengklaim Makhzoomi menyebutkan kata 'shahid' yang berarti martir. Pria itu menyangkalnya dan mengatakan yang dia ucapkan adalah 'inshallah'. Makhzoomi mengatakan dia sempat ditanya satu pertanyaan oleh otoritas keamanan. Dia mengaku dia sangat takut kala itu. 

Sementara itu, pihak maskapai Southwest Airlines menyebutkan pihaknya tidak pernah mengusir penumpang. Dalam keterangan tertulis mereka mengatakan selalu terbuka bagi siapapun yang mau bekerja sama dengan mereka. Mereka juga mengatakan toleransi beragama selalu mereka terapkan dalam penerbangan. Pihak maskapai juga mengatakan telah mengembalikan tiket pesawat.

Hakima Abdulle Wanita Muslim Yang di Usir dari Pesawat

IslamPhobia Kisah Muslim di Usir dari Pesawat

Hal serupa juga dialami oleh seorang wanita muslim berjilbab dimana ia harus menahan malu karena dikeluarkan dari pesawat tanpa alasan yang jelas. Dia permalukan oleh penumpang lain yang terjangkit virus Islamphobia karena melihat dirinya yang memakai jilbab dan juga seorang muslim.

Wanita yang diketahui bernama Hakima Abdulle ini mengaku akan melakukan perjalanan untuk bertemu dengan keluarganya di Seatle. Dari Chichago, wanita ini menggunakan maskapai penerbangan Southwest Airlines. 

Abdulle bercerita awalnya dia hendak bertukar dengan seorang penumpang yang duduk disebelahnya. Pria tersebut setuju untuk bertukar tempat. Namun yang jadi masalah, setelah bertukar tempat dengan pria itu, penumpang lainnya merasa tidak nyaman duduk dekat dia.

"Alasannya karena saya muslim, jadi dia tidak merasa nyaman" kata dia.

Sementara pihak maskapai menyatakan jika dalam pesawat, penumpang tidak diperbolehkan untuk bertukar tempat.

Bocah enam tahun dilarang naik pesawat, dikira teroris

IslamPhobia Kisah Muslim di Usir dari Pesawat

Pria bernama Sulaiman Ahmed menggugat sistem imigrasi Kanada, karena memasukkan anaknya yang berusia enam tahun dalam kategori terduga teroris. Akibat kebijakan itu, sang putra, bernama Syed Adam Ahmed, tidak diizinkan naik pesawat. Adam Ahmed padahal baru berusia enam tahun, sehingga informasi bahwa dia terlibat terorisme sangat menggelikan.

Menteri Keamanan Publik Kanada, Ralph Goodale, meminta maaf pada keluarga Ahmed. Pemerintah Kanada berjanji memperbaiki data mereka. Kemungkinan besar Adam tak sengaja memiliki nama yang sama dengan pelaku terorisme yang dihimpun intelijen.

Masalahnya, pada 4 Maret lalu, keluarga Ahmed kembali kesulitan akibat kesamaan nama yang tak segera ditangani. Bocah malang itu kembali dilarang terbang, saat keluarganya dari Kota Toronto hendak menuju Edmonton. 

Kasus Adam Ahmed menguak banyaknya perlakuan serupa kepada keluarga muslim di Kanada maupun Amerika Serikat. Banyak manula ataupun balita, yang mendadak dilarang terbang karena masuk daftar berbahaya. Seringkali mereka yang mengalami pelarangan ini memiliki nama berbau muslim atau arab.

Maskapai United Airlines Usir Satu Keluarga Muslim dari Pesawat

IslamPhobia Kisah Muslim di Usir dari Pesawat

Eaman-Amy Saad Shebley sudah memimpikan liburan menyenangkan di Washington, Amerika Serikat (AS) dengan keluarganya. Namun, impian itu buyar karena kejadian tidak mengenakkan di atas pesawat United Airlines.
Eaman-Amy beserta suami dan ketiga anaknya diusir keluar dari pesawat karena alasan keamanan. 

Keluarga Muslim asal Chicago itu sempat merekam kejadian tidak mengenakkan tersebut dan mengunggahnya ke Facebook. Video tersebut dilihat lebih dari 1,5 juta kali dan dibagikan oleh lebih dari 30 ribu pengguna.

Awalnya, kru pesawat tidak memberi tahu alasan pengusiran. Namun, setelah video tersebut diunggah, pihak maskapai United Airlines baru memberikan alasan. Keluarga itu diminta keluar pesawat karena ‘alasan keamanan’.

“Kami sudah memberikan mereka penerbangan lain karena adanya kekhawatiran mengenai keamanan kursi sang anak yang tidak memenuhi peraturan. Kami sangat menjunjung tinggi profesionalisme dan tidak menoleransi pada diskriminasi,” tulis United Airlines, seperti dikutip Mirror, Sabtu (2/4/2016).

Eaman-Amy mengaku dirinya meminta kepada pramugari untuk memberikan sabuk pengamanan ekstra bagi anaknya beberapa saat sebelum terbang. Sabuk keamanan itu lazim digunakan pada kursi anak-anak. Namun, sang pramugari tidak mengerti permintaannya.

Direktur Eksekutif Dewan Muslim Amerika Michigan, Dawud Walid, menyesali kejadian tersebut. Ia mengatakan ada masalah pada maskapai penerbangan AS karena umat Muslim sering diminta keluar dari penerbangan padahal mereka tidak menimbulkan bahaya sama sekali.

Nah, itulah kawan sekiranya lima kisah Islamphobia dimana para muslim sangat dibenci dan juga di usir dari pesawat di dunia. Semoga kelak Islam bisa menjadi agama yang diterima di manapun dan menjadi agama yang damai di dunia. 
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.