Kegiatan Rutin K.H. Ali Mustafa Yaqub Sebelum Meninggal


Islam merupakan agama utama dan terbesar di Indonesia. Namun untuk saat ini seluruh umat Islam di Indonesia sedang mengalami duka, dimana orang penting yang merupakan mantan dari Imam Besar Masjid terbesar di Indonesia K.H. Ali Mustafa Yaqub telah meninggal dunia. Tentu kepergian K.H. Ali Mustafa Yaqub menjadi kabar yang sangat menyedihkan, terlebih ia merupakan sosok yang begitu di hormati.

Kegiatan Rutin K.H. Ali Mustafa Yaqub Sebelum Meninggal
K.H. Ali Mustafa Yaqub - Pikiran Rakyat
Meski begitu, Kisah hidup Almarhum tidak seenak yang kita kira, menjadi orang yang memiliki pengaruh besar nyatanya membuat banyak cobaan silih berganti menghampirinya. Tentu kita tahu sebelum menghembuskan nafas terakhir, dan ketika masih menjabat sebagai imam besar beliau mendapat tudingan bahwa beliau merupakan sosok Wahabi.  Beliau di sebut-sebut sebagai orang Wahabi pasca munculnya tulisan beliau tentang "Titik Temu NU dan Wahabi", yang dimuat oleh surat kabar ternama Indonesia. 

Tudingan terhadap seseorang biasanya didasari atas ketidaktahuan atas diri orang lain atau sebatas tahu, tetapi tidak mengenal, dan bahkan tudingan bisa muncul karena provokasi oknum-oknum tertentu yang tidak sependapat.

Nah, bagaimana sebaiknya kita merespon tudingan-tudingan pedas yang dihujamkan kepada salah satu ulama yang kita miliki ini? Jangan hanya karena beliau mencoba menyandingkan antara NU dan Wahabi, lantas kita melabeli beliau seorang Wahabi, tanpa melihat tujuan mulia beliau yang ingin mempersatukan umat Islam.

Berikut anakregular infomrasikan beberapa fakta unik atau kegiatan rutin yang selalu Almarhum K.H. Ali Mustafa Yaqub lakukan dan sangatlah bertolak belakang dengan Wahabi yang kita kenal. Semoga menjadi pengetahuan, dan membuat nama K.H. Ali Mustafa Yaqub menjadi sosok yang dikenang banyak orang. Aminn

K.H. Ali Mustafa Yaqub - Sering Melakukan Tahlil

AnakRegular | Beberapa waktu lalu tudingan Wahabi kerap dilabelkan kepada sosol Almarhum K.H. Ali Mustafa Yaqub. Namun dalam kenyataannya tudingan tersebut tidaklah tepat. Pasalnya, beliau juga salah satu ulama yang melanggengkan tahlilan, bukan hanya melakukannya sendiri bahkan juga mengajak santri-santrinya.  Jika tidak percaya, saya sebagai santri beliau, punya faktanya, loh!

Suatu ketika warga sekitar Pesantren Ilmu Hadis Darussunah binaan Kyai Ali Mustafa Yaqub sedang berduka karena kehilangan salah satu warganya, dan kebetulan beliau adalah seorang satpam yang menjaga keamanan di lingkungan pesantren.

Atas instruksi dari Pak Kyai, santri pun kemudian berkumpul di masjid untuk melakukan salat jenazah dan tahlil bersama mendoakan almarhum. Jangan salah, loh, yang memimpin tahlilan itu beliau sendiri. 

K.H. Ali Mustafa Yaqub - Sering Berziarah Kubur

AnakRegular | Sama seperti kaum muslim lainnya, sosok Almarhum K.H. Ali Mustafa Yaqub juga sering melaksanakan Ziarah Kubur ke Makam Orang-orang terdahulunya. Beliau pernah nyantri di Pesantren Tebuireng Jombang sebelum terkenal sebagai alumni Universitas King Saud, Riyadh, Saudi Arabia. Setiap kali kunjungan ke Jombang, beliau selalu menyempatkan untuk berziarah di makam Hadratussyaikh Hasyim ‘Asyari dan K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk mengirimkan doa sebagai tanda takzim beliau sebagai santri.

Jika mas-mas dan mbak-mbak  masih tidak percaya, kalau Bapak Kyai Ali Mustafa Yaqub melakukan ziarah kubur, maka sampean perlu membaca  karya beliau yang berjudul Cerita dari Maroko. Buku tersebut mengisahkan perjalanan beliau berziarah dari makam satu wali ke makam wali yang lain. Misalnya,  makam Ibn Arabi. Foto-foto kenangan ‘melancong’ ke Maroko pun dilampirkan di akhir karya beliau. 

K.H. Ali Mustafa Yaqub - Melarang Santrinya Memakai Jubah

AnakRegular | Jangan salah ya, Bapak Ali Mustafa Yaqub yang kini diisukan sebagai orang Wahabi, ternyata malah melarang santrinya mengenakan jubah ketika salat berjamaah, karena hal itu tidak sesuai dengan kultur Indonesia. Beliau juga salah seorang ulama yang mendukung ajaran Islam Nusantara.

Saat itu, salah satu teman sejawat kami di Pesantren Ilmu Hadis Darussunnah biasanya melakukan salat zuhur berjamaah di masjid pesantren, yang diimami langsung oleh Pak Kyai. Teman saya itu mengenakan jubah saat salat berjamaah. Kemudian Pak Kyai mengetahuinya dan langsung menyuruhnya untuk mengganti jubah tersebut dengan baju biasa (sarung, baju koko, dan kopiah) seperti jamaah lainnya. 

K.H. Ali Mustafa Yaqub - Selalu Mencium Tangan Guru

Anakregular | Guru tetaplah guru. Mungkin itu slogan yang tepat untuk menunjukkan penghormatan Kyai Ali Mustafa Yaqub pada gurunya. Saya juga pernah melihat langsung beliau cium tangan pada gurunya, almarhum Syaikh Wahbah Zuhaili, salah satu ulama Syiria terkemuka.

Memang apa salahnya cium tangan pada orang saleh? Bukankah Islam menyuruh kita menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda dari kita? Apalagi ini guru beliau sendiri. 

K.H. Ali Mustafa Yaqub - Memiliki Pamahaman Yang Kontekstual

AnakRegular | Selama ini yang kita tau orang Wahabi terkenal dengan pemahamannya yang tekstual terhadap Alquran atau Hadis, seperti pemahaman terkait larangan isbal (menjulurkan kain melebihi mata kaki) sehingga orang Wahabi identik dengan celana cingkrang, dsb.

Sementara itu, pemahaman tekstual ala Wahabi dibantah oleh beliau dalam karyanya, at-Thuruq as-Shahihah fi Fahmi al Hadist an-Nabawiyah (Cara Benar Memahami Hadis Nabi). Dalam karyanya ini, beliau menulis betapa pentingnya sebuah hadis dipahami tidak hanya teksnya saja, tetapi juga konteksnya.

Misalnya, dalam memahami hadis secara kontekstual dibutuhkan pemahaman majaz (gaya bahasa), takwil, geografi hadis, dan budaya Arab, dan juga bisa dipahami dari segi latar belakangnya, seperti asbabul wurud (sosio-historis), kondisi sosial masyarakat, dan ‘illat hadis.

Source : http://www.datdut.com/bukan-wahabi/view-all/
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.