Kisah Miris Ibu Jual Anak Paling Kontroversi di Dunia

Sebuah pepatah mengatakan jika anak merupakan harta paling berharga dan anugrah paling indah yang di berikan Tuhan kepada setiap manusia. Kehadiran seorang anak dalam lingkungan keluarga apalagi bagi pasangan yang baru menikah akan membuat hidup menjadi sempurna. Anak adalah titipan dan juga keturunan yang tentunya harus selalu dijaga oleh setiap orang tua.

Baik dalam keadaan apapun seorang ibu atau ayah sudah sewajibnya memberikan yang terbaik bagi anaknya. Terlebih bagi seorang ibu biasanya kasih dan sayang kepada anak tidak akan pernah pudar. Walau anak nya berbuat jahat kepada orang tua kasih dan sayang orang tua tetap dan selalu mengalir untuk mereka. 

Akan tetapi apapun bisa terjadi, karena berbagai alasan mulai dari tuntutan ekonomi beragam aksi nekat pun akan dilakukan oleh para orang tua. Seperti yang dilakukan oleh para ibu berikut ini, karena ekonomi susah serta biaya hidup yang tak bisa dipenuhi para ibu ini nekat menjual anak-anaknya kepada orang lain.

Miris memang namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Berikut anakregular informasikan empat kisah miris ibu tega jual anak paling kontroversi di dunia. Silahkan dibaca dan minta pendapatnya kawan..

Du Xiurong Ibu Buta Jual Anak Demi Bertahan Hidup

Kisah Miris Ibu Jual Anak Paling Kontroversi di Dunia

Seorang perempuan buta asal Provinsi Sichuan, China bernama Du Xiurong tega menjual empat dari enam buah hatinya. Dia terpaksa melakukan itu sebab tak sanggup membiayai mereka. Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Jumat (31/5/2013), Xiurong juga putus asa lantaran suaminya hanya buruh kasar dengan penghasilan tidak pernah tetap, itu pun termasuk kecil dan tidak cukup untuk menghidupi keluarga mereka. Dia menjual anak-anaknya tujuh tahun terakhir, tiga perempuan dan satu lelaki. Xiurong hanya mempertahankan dua anak paling tua.

Xiurong mengatakan hati kecilnya tidak ingin ini terjadi namun tidak ada pilihan lain. Dia ingin anak-anaknya mendapat keluarga lebih baik dan kehidupan layak. "Aku tidak menjual mereka. Aku memberikannya pada pasangan tidak memiliki anak. Aku hanya meminta uang sebagai ongkos saat mengandung mereka," ujarnya.

Perempuan ini mendapat uang total Rp 15,9 juta dari hasil penjualan empat anaknya. Dia selalu menyalahkan penglihatannya buruk membuatnya tidak berdaya melakukan apapun demi meningkatkan kualitas hidup. Bagaimana menurut Anda kawan?

Margarita de Jesus Zapata Ibu Bejat Jual Keperawanan Anaknya

Kisah Miris Ibu Jual Anak Paling Kontroversi di Dunia

Lain halnya dengan apa yang dilakukan oleh Margarita de Jesus Zapata, ibu bejat tak berperasaan asal Kolombia yang tega menjual keperawanan anaknya yang masih remaja. Ibu ini menjual keperawanan anaknya senilai 300.000 Peso Kolombia (setara Rp 1,2 juta). Ia ditangkap polisi karena salah satu dari 13 anak perempuannya melaporkan kepada otoritas keamanan setempat. 

Dia mengatakan, bersama dengan saudara perempuan lainnya dijual oleh ibu kandung mereka ke dunia prostitusi. Seorang dari mereka bahkan disuruh menggugurkan kandungannya, usai dia merasa seperti hamil. Seorang langganan Zapata mengaku membayar senilai 300.000 peso untuk keperawanan anak Zapata. Pria yang bernama Tito Conrlio Daza juga ditangkap dan dipenjara selama 12 tahun.

Dilansir dari surat kabar Mirror, beberapa anak perempuan Zapata mengatakan memiliki bukti untuk melawan ibu mereka. Mereka mengaku mulai dijual ibu kandungnya pada usia 12. Akibat dari perbuatannya, Zapata ditangkap polisi dan sudah dijatuhi hukuman 22 tahun bui.

Hal semacam ini sering terjadi di ibu Kota Bogota, Kolombia. Sebulan belakangan, 10 remaja dijual kepada para pelancong. Para turis asing 'mengambil' keperawanan gadis-gadis itu disejumlah kota terkenal di salah satu negara Amerika Tengah tersebut.

Karena Tak Kuat Hidup Miskin Gauri Shah Jual Anak-Anaknya

Kisah Miris Ibu Jual Anak Paling Kontroversi di Dunia

Gauri Shah, 32 tahun, perempuan miskin tinggal di sebuah desa di Jalpaiguri, sebelah barat Bengal, India, dicampakkan oleh suaminya ketika dia hamil delapan bulan. Saat itu Shah sedang hamil anak keempat. Saking miskinnya dia lalu menjual bayinya yang baru lahir itu seharga Rp 2,5 juta kepada pasangan tidak punya anak, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail. Shah kini tinggal bersama ketiga putrinya berusia tiga hingga delapan tahun.

Shah melahirkan bayinya pada 25 Mei lalu. Karena merasa tidak sanggup membesarkan anaknya dia lalu menjual bayinya yang belum diberi nama itu tujuh hari kemudian. Namun kabar itu beredar cepat di seantero desa dan pemerintah setempat cepat mengambil tindakan untuk menyelamatkan bayi itu.

Namun Shah menolak mengambil kembali anaknya itu hingga akhirnya bayi itu dirawat di panti asuhan. Shah selama ini hidup dengan mengandalkan ibunya yang berusia 70 tahun. Ibunya menjadi pengemis di jalanan. Shah mengatakan dia tidak menyesal telah menjual bayinya karena menurut dia itu keputusan terbaik bagi bayi dan ketiga putrinya.

"Suami saya meninggalkan saya ketika saya hamil delapan bulan. Kami bergantung dari pendapatan ibu saya yang mengemis. Saya tak punya uang buat membesarkan bayi saya," kata Shah.

"Setelah saya keluar dari rumah sakit pasangan tidak punya anak mendatangi saya dan meminta saya memberikan bayi saya demi uang Rp 2,5 juta. Saya tak punya pilihan lain. Saya menerimanya. Saya kira anak saya akan punya hidup lebih baik dengan mereka."

Meng Xiangyan Jual Anak Untuk Biaya Pengobatan Kanker Putri Kembarnya

Kisah Miris Ibu Jual Anak Paling Kontroversi di Dunia

Meng Xiangyan, 29 tahun, ibu di Kota Qingdao, sebelah timur Provinsi Shandong, China, ingin menjual anak laki-lakinya demi pengobatan kanker putri kembarnya. Dia membawa anak laki-lakinya ke sebuah jalan dan sambil duduk jongkok memajang kertas karton bertuliskan pelelangan anaknya kepada pembeli dengan harga tertinggi, seperti dilansir tabloid Mirror.

"Selama setahun lalu kami punya keluarga bahagia dengan anak laki-laki dan dua anak kembar. Tapi semua itu berubah ketika putri saya didiagnosa mengidap leukaemia Agustus lalu. Kami terpaksa mengeluarkan semua tabungan dan meminjam kanan-kiri dari teman atau kerabat," kata Meng.

Tapi rupanya semua uang itu masih belum cukup dan dia berharap bisa mendapat tambahan uang dengan menjual anak laki-lakinya. Menurut dokter putri mereka bisa meninggal jika tidak diberi perawatan. Meng dan suaminya sudah menjual apartemen beserta isinya. Mereka kini tinggal di sebuah rumah kecil berukuran 10 x 10 meter dekat dengan tempat perawatan kanker anaknya. 

Meng juga berusaha tetap menghangatkan rumah kecil mereka supaya kedua putrinya tidak kedinginan selama menjalani kemoterapi untuk mengobati kankernya. Bulan lalu seorang ibu lain di China juga menjual anaknya masih bayi di jalan Kota Fuzhou. Dia hendak membayar ongkos pengobatan suaminya senilai Rp 200 jutaan.

Nah, itulah kawan sekiranya empat kisah miris seorang ibu tega menjual anak kandungnya sendiri. Bagaimana pendapat kalian apakah karena kesulitan ekonomi anak harus dijual silahkan tuangkan pendapat Anda di kolom kementar dibawah yah..
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.