Kisah Narapidana Kabur Saat Gempa Bumi

AnakRegular | Bencana alam semisal gempa bumi dan tsunami merupakan salah satu bencana alam yang paling menakutkan bagi seluruh kehidupan manusia. Kehadirannya bisa di prediksi namun ketika gempa terjadi hampir tidak ada cara untuk mencegahnya. Salah satu cara yang harus dilakukan adalah menyelamatkan diri dan pergi jauh ke tempat yang lebih aman.

Gempa bisa terjadi kapan saja tanpa ada pemberitahuan dari pihak-pihak yang terkait. Dahsyatnya gempa yang terjadi bisa menjadi trauma bagi banyak orang. Kita bisa melihat bagaimana gempa yang pernah terjadi hanya dalam hitungan menit telah merenggut banyak nyawa dan menyebabkan kerusakan yang sangat parah.

Pada saat gempa terjadi orang-orang akan saling menyelamatkan diri. Termasuk orang-orang yang sedang dikurung dalam penjara tentunya mereka pun ingin selamat dan ikut menyelamatkan diri. Namun bagi sebagian para tahanan, gempa bisa menjadi suatu kesempatan dan juga anugrah dimana mereka bisa kabur dan keluar dari belenggu penjara yang menyesakkan.

Sebagian dari mereka pun berhasil kabur dan tak sedikit pula yang berhasil ditangkap kembali saat gempa sudah tidak terjadi lagi. Berikut anakregular informasikan empat kisah para narapidana yang kabur saat gempa bumi terjadi.

100 Tahanan kabur usai Ekuador diguncang gempa 7,8 skala Richter

Kisah Narapidana Kabur Saat Gempa Bumi

Menteri Kehakiman Ekuador Ledy Zuniga menyatakan, sedikitnya 100 tahanan di penjara Ekuador kabur usai gempa 7,8 skala richter mengguncang wilayah tersebut kemarin. Sputnik Senin melaporkan, para tahanan bisa kabur lantaran gedung penjara tempat mereka dibui hancur akibat gempa tersebut. Meski demikian, Zuniga mengatakan, 30 dari 100 tahanan yang kabur telah kembali ke penjara.

Data terakhir korban gempa Ekuador mencapai 262 jiwa, sementara korban luka hingga 2.500 orang. Diperkirakan angka tersebut akan terus bertambah seiring banyaknya korban yang masih terjebak di reruntuhan bangunan. Gempa berpotensi tsunami ini terjadi di pantai tengah Ekuador dan berpusat 173 kilometer dari Ibu Kota Quito. Bencana alam ini tentunya menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat.

Sebanyak 10 ribu tentara dan 4.600 polisi telah disiagakan untuk membantu proses penyelamatan. Tak hanya dari dalam negeri, beberapa personel tim penyelamat negara tetangga, seperti Venezuela, Meksiko dan Chili, turut membantu untuk menyelamatkan mereka yang masih terjebak di reruntuhan bangunan.

269 napi manfaatkan Gempa Chile 2010 untuk kabur

Kisah Narapidana Kabur Saat Gempa Bumi

Gempa yang mengguncang Cile pada 2010 menjadi 'berkah' tersendiri bagi para narapidana. Alejandro Jimenez, kepala Polisi Lembaga Pemasyarakatan, di Kota Chilan mengatakan sebanyak 269 penghuni Lapas diketahui melarikan diri saat gempa terjadi.

Ketika itu gempa berkekuatan 8,8 Skala Richter (SR) meruntuhkan tembok keamanan penjara, tulis surat kabar setempat, La Tercera. Kendati begitu, pihat berwajib tidak tinggal diam dan menangkap kembali mereka. Hingga hari berikutnya, 60 napi berhasil dikembalikan ke selnya.

4000 tahanan berhasil melairkan diri pada gempa Haiti 2010

Kisah Narapidana Kabur Saat Gempa Bumi

Gempa bumi di Haiti pada 2010 berkekutan 7 Skala Richter menjadi 'jalan keluar' bagi 4000 tahanan di penjara utama di Port au Prince. Mereka langsung melarikan diri meninggalkan kejaran petugas. Kepolisian yang melakukan pengejaran secara langsung baru bisa menangkap 100 orang dari jumlah keseluruhan.

"Kami baru menangkap 100 orang dari mereka, kami terus mencari napi yang kabur lainnya," kata Juru Bicara Kepolisian Haiti Frantz Lerebours, seperti diberitakan AFP, (5/2/2010). Diketahui mereka yang kabur adalah napi yang memiliki catatan kriminal kelas berat seperti pembunuhan dan pemerkosaan. Gempa di Haiti sendiri mencatat 200 orang menjadi korban jiwa dan ratusan ribu lainnya luka-luka.

Akibat gempa 300 napi perempuan kabur dari penjara Cile

Kisah Narapidana Kabur Saat Gempa Bumi

Pasukan keamanan dikerahkan di Iquique, Cile, setelah 300 narapidana dilaporkan kabur dari penjara perempuan usai terjadi gempa berkekuatan 8,2 skala Richter di sebelah utara negara itu Selasa malam waktu setempat. Polisi mengatakan sedikitnya 16 narapidana mencoba kabur sudah berhasil ditangkap kembali, seperti dilansir surat kabar Russia Today, Rabu (2/4).

Pejabat berwenang menyatakan sedikitnya dua orang tewas dan tiga lainnya luka serius akibat gempa berpotensi tsunami itu. Angkatan Laut Cile melaporkan ombak tinggi menghantam wilayah pesisir sekitar 45 menit setelah gempa terjadi. Pusat Peringatan Tsunami Amerika Serikat-Pasifik (PTWC) mengatakan gempa itu bisa menimbulkan gelombang tsunami setinggi lebih dari dua meter.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.