Kisah Orang Tinggalkan Kenyamanan Hidup Demi Panggilan Jiwa

Hidup memang menjadi sebuah pilihan, tak ada hidup yang tak nikmat jika tidak berusaha. Hidup tidak akan kaya jika tidak ada penghasilan. Semuanya butuh proses, dan melalui beragam proses lah kita bisa belajar arti sebuah kehidupan. Namun secara umum jika kita bertanya kepada orang lain tentang mimpi kehidupan seperti apa yang mereka inginkan, pastinya mereka akan menjawab menginginkan hidup yang sejahtera.

Tak heran jika sedari kecil mereka sudah berusaha, mengikuti pendidikan yang terbaik serta melakukan beragam kursus agar kelak dimasa depan mereka bisa mengenyam pekerjaan yang menjanjikan. Namun tak sedikit pula orang yang lebih memilih untuk hidup yang sangat sulit. Padahal latar belakang keluarga serta pendidikan yang mereka enyam sedari kecil memungkinkan mereka memiliki masa depan yang cerah.

Tetapi bagi mereka semua tidak bermakna, hidup nyaman dengan segala kebutuhan yang tercukupi nyatanya malah menjadi beban bagi mereka. Walau pekerjaan sangat menjanjikan keluarga yang harmonis ternyata tidak membuat mereka bahagia. Mereka malah memilih jalan yang bertolak belakang dengan apa yang orang lain harapkan. Tujuannya hanya satu, memenuhi panggilan jiwa yang sudah terpendam dalam dirinya sejak lama.

Untuk itu mereka tak segan membuang semua kenikmatan duniawi demi menjalani kehidupan spiritual yang sangat sulit dimengerti oleh orang lain. Berikut anakregular.com informasikan kisah 6 orang yang meninggalkan kenyamanan duniawi demi melaksanakan panggilan jiwa. Silahkan disimak

Mason Wartman


Prinsip Mason Wartman, 27, adalah 'memperkaya' hidup dengan menyediakan makanan enak sambil beramal. Karena itulah Wartman mendirikan Rosa's Fresh Pizza, sebuah kedai pizza di Philadelphia, Amerika Serikat.

Dengan memanfaatkan kemurahan hati para pelanggan, Wartman mengajak konsumen menikmati pizza sambil beramal. Lewat konsep 'pay it forward' alias bayar di muka, setiap pelanggan bisa sekalian menyumbang 1 potong pizza. Dengan cara ini, setiap harinya kedai Wartman bisa memberi makan 30 hingga 40 orang tunawisma.

Padahal Wartman adalah lulusan sekolah bisnis dengan pekerjaan bergaji besar di Wall Street. Namun dia sudah puas dengan hidupnya sekarang. Lagipula, sejak viral di dunia maya, bisnisnya semakin maju. Kedainya makin laris, sementara tunawisma yang bisa mendapatkan makan malam secara cuma-cuma pun semakin bertambah.

Stefonknee Wolscht

Kisah Orang Tinggalkan Kenyamanan Hidup Demi Panggilan Jiwa

Hampir semua orang tak habis pikir dengan jalan hidup yang dipilih oleh pria berusia 46 tahun asal Kanada ini. Dia rela meninggalkan 7 anak dan istri yang sudah dinikahinya selama puluhan tahun demi penuhi obsesi untuk menjadi anak perempuan berusia 6 tahun.

Wolschtt tak mengindahkan ancaman istrinya untuk bercerai. Jati diri sebagai transgender berusia 6 tahun adalah segalanya bagi Wolschtt. "Bagi saya, berhenti menjadi trans bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan. Ini sama saja seperti menyuruh saya untuk berhenti memiliki tinggi 185 cm," katanya seperti dilansir Dilansir Independent UK.

Wolschtt meninggalkan keluarganya untuk tinggal bersama orangtua angkat yang bersedia menerima kondisinya. Kini dia menjalani kehidupan sehari-hari dengan dandanan dan perilaku layaknya anak perempuan usia SD.
"Saya tidak dapat menyangkal kalau saya [pernah] menikah. Saya tidak dapat menyangkal kalau saya punya anak. Tapi saya sudah melangkah maju dan kembali menjadi seorang anak," katanya dalam video yang dibuat oleh The Transgender Project untuk Daily Xtra.
Narayanan Krishnan

Kisah Orang Tinggalkan Kenyamanan Hidup Demi Panggilan Jiwa

Narayanan Krishnan berasal dari kasta terhormat di India. Pendidikannya cukup tinggi dan dia punya karir yang menjanjikan sebagai chef di salah satu hotel berbintang. Namun jiwa humanisnya membuat Krishnan memilih jalan hidup yang berbeda.

Khrisnan memberi makan tunawisma di India lewat yayasan Akshaya Trust. Perbuatan mulia tersebut dimulai pada tahun 2002, ketika dia pulang ke Madurai untuk mengunjungi kedua orang tuanya.
"Saya melihat seorang pria tua renta makan kotorannya sendiri. Ini sangat menyakitkan bagi saya. Setelah itu saya memberinya makanan dan memutuskan inilah yang harus saya lakukan sepanjang sisa hidup saya," tuturnya kepada CNN," katanya seperti dilansir Oddity Central. 
Khrisnan lantas menolak tawaran untuk bekerja di hotel bintang lima Swiss dan mengundurkan diri dari posisinya sebagai chef di Taj Hotels. Pada tahun 2003, dia mendirikan Akshaya Trust. Kini Narayanan Krishnan telah menyumbangkan 1,5 juta porsi makanan untuk kaum tunawisma di India. Dia sudah cukup puas meskipun kini dia harus kembali bergantung kepada kedua orangtuanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kamu beri makan mereka semua, selama aku masih hidup, aku yang akan memberimu makan," tutur ibunya.
Angelo Valkenborg

Kisah Orang Tinggalkan Kenyamanan Hidup Demi Panggilan Jiwa

Angelo Valkenborg tidak menginginkan pekerjaan yang menjanjikan, rumah bagus, makanan enak setiap hari, mobil mewah, dan liburan eksklusif. Hidup nyaman sebagai salesman sukses tidak membuatnya merasa puas. Keinginan terpendamnya adalah hidup barbar layaknya manusia prasejarah.

Dilaporkan Oddity Central, pria Belgia berusia 31 tahun ini lantas mengasingkan diri di hutan Slovenia untuk hidup sebagai manusia prasejarah. Valkenborg bertahan hidup dengan berburu dan mengumpulkan makanan, seperti nenek moyang kita ribuan tahun yang lalu. Dia juga membangun gubuk dan peralatan sehari-hari dengan teknik bertahan hidup di alam liar yang dia pelajari.

Tentu saja, kehidupan seperti ini membuat Valkenborg harus mengorbankan pernikahannya. Valkenborg maklum ketika sang istri memutuskan untuk berpisah karena tak tahan dengan gaya hidup barunya.

Ting Tien

Kisah Orang Tinggalkan Kenyamanan Hidup Demi Panggilan Jiwa

Hidup memang pilihan. Hal inilah yang membuat Ting Tien akhirnya menjadi biksu. Tak banyak gadis cantik jaman sekarang yang mau merelakan kehidupan modern dan mimpi-mimpinya untuk mendalami kehidupan dan berdoa dalam kuil. 

Ting Tien merasa tak ada alasan khusus dengan keputusannya ini. Ia memang sebelumnya menggeluti dunia wanita bersama teman-temannya. Menikmati pakaian bermerk dan kehidupan modern yang dijalani banyak wanita cantik jaman sekarang.

Tapi, agaknya Ting Tien merasa gaya hidup seperti itu bukan yang ia inginkan. Ketidaksesuaian prinsip ini membuatnya pergi ke Kuil Xinlongdongzhi berada 13.000 kaki di atas gunung untuk bermeditasi dan berdoa. Di sanalah ia menemukan ketenangan jiwa dan memutuskan untuk menyerahkan dirinya pada Budha. 
"Aku merasa perlu memahami kehidupan dan kematian. Aku tidak sedang melarikan diri dari apapun. Hanya saja aku percaya pada Buddha," ujarnya. 
Banyak orang yang memujinya karena di usia sangat muda, ia berhasil menemukan inner peace dalam diri. Kebanyakan anak seusianya biasanya mengejar impian, karir, cita dan cinta. Tapi Ting Tien yang mengubah namanya menjadi Caizhenwangmu ini melepaskan diri dari kepentingan duniawinya untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta. 

Meski tak sedikit juga yang meragukan dan memberi sentimen negatif padanya, Ting Tien sepertinya sudah bulat dengan tekadnya menjadi biksu. Dan di negaranya, China, foto Ting Tien menjadi hits seketika.

Nah, itulah kawan anakregular.com setidaknya lima kisah orang yang memilih meninggalkan kenyamanan hidup duniawi demi panggilan jiwa. Memang sulit memutuskan namun mereka bahagia karenanya. Semoga bisa menjadi pengetahuan baru dan bermanfaat bagi kita semua.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.