Kisah Tragis Dokter Tewas Dibunuh Pasiennya Sendiri

Jika melihat sepak terjangnya pekerjaan sebagai seorang dokter sama mulianya dengan seorang guru. Jika guru sangat berjasa karena bisa memberikan pendidikan yang terbaik bagi siswanya lain halnya dengan seorang dokter yang kerap kali memberikan kesempatan hidup kedua bagi orang-orang yang sakit. Tanpa mengenal waktu dan lelah para dokter selalu sigap dalam menangani orang yang sedang sakit.

Dengan segala pengetahuannya dalam dunia medis dokter selalu mengerahkan semuanya agar apa yang diinginkan oleh pasien nya bisa terlaksana. Seperti sembuh dari sebuah penyakit hingga keinginan merubah bentuk tubuh dari sang pasien yang dipinta langsung kepada seorang dokter. Namun tak semua dokter bisa memenuhi permintaan para pasien nya. Dengan beragam alasan para dokter akan menolak permintaan tersebut.

Ditolak bukan berarti tidak mau, namun para dokter ini tahu jika yang diinginkan pasien sangatlah beresiko terutama bagi pasien itu sendiri. Tetapi apa daya, banyak pasien yang ngotot bahkan nekat hanya demi tujuan yang tak pasti. Di kala dokter tidak mau memenuhi keinginannya para pasien ini malah melakukan hal brutal kepada dokternya.

Tak tanggung-tanggung tindak kekerasan pun terjadi, bahkan lebih tragisnya para pasien ini berani membunuh dokternya dikarenakan tidak puas dengan pelayanannya. Ngeri yah, bukannya berterima kasih eh malah membunuhnya, padahal jumlah dokter di dunia tidaklah banyak, jika dokter yang sangat ahli meninggal tentu jumlah orang yang sembuh pun akan semakin berkurang.

Berikut anakregular.com informasikan lima kisah tragis para dokter mulia yang dibunuh dengan sadis oleh pasiennya sendiri. Silahkan disimak dan jangan lupa dibagikan yah kawan..

Dokter Alexander Remizov

Kisah Tragis Dokter Dibunuh Pasiennya Sendiri

Obsesi cantik yang berlebihan membuat seorang pasien bernama Yuri Lebedev ingin terus menerus melakukan operasi plastik. Kebetulan ketika itu Yuri tengah ditangani oleh seorang dokter bernama Alexander Remizov. Sang dokter sudah pernah beberapa kali mengoperasi Yuri, namun ketika pasien terus meminta lebih, Remizov pun menolaknya dengan anggapan hal tersebut bisa membahayakan Yuri.

Remizov pun menyarankan Yuri untuk pergi ke psikiater. Tersinggung dengan hal ini, Yuri marah dan dendam. Hingga suatu ketika, Yuri mampir ke ruangan dokter Remizov dan membunuhnya dengan sebuah tembakan di dada. Mirisnya, Yuri tiba-tiba sangat menyesalkan hal itu dan ia akhirnya mengakhiri hidup dengan menembak kepalanya sendiri.

Dokter Mark Lawrence

Kisah Tragis Dokter Dibunuh Pasiennya Sendiri

Salah satu kekesalan atau yang tidak diinginkan oleh seorang dokter adalah ketika harus mengurus pasien yang keras kepala dan tempramen. Karena bukannya semangat dan memberikan pelayanan terbaik sang dokter malah mendapatkan kemalangan hal ini lah yang dialami oleh dokter Mark Lawrence. 

Ia  pernah dihadapkan dengan seorang pasien Schizophrenia yang pada akhirnya membuatnya nyawanya melayang. Ceritanya sendiri diawali dengan kejadian marahnya si pasien yang bernama Barbara Newman kepada Mark tanpa alasan yang jelas.

Hingga akhirnya kemarahan ini berbuah petaka ketika Barbara kemudian menembak dokter Mark secara tiba-tiba di ruangannya. Mark mati tewas seketika kemudian Barbara yang kalut dan bingung akhirnya menodongkan senjatanya ke kepalanya sendiri dan akhirnya tewas pula secara menyedihkan.

Dokter Wayne Fenton

Kisah Tragis Dokter Dibunuh Pasiennya Sendiri

Dokter Wayne Fenton sudah berkali-kali menangani pasien dengan gangguan kejiwaan. Sayangnya, ketika menangani seorang pemuda pengidap Schizophrenia bernama Vitali Davydov, hal tersebut menjadi yang terakhir bagi sang dokter. Ya, gara-gara ini Fenton akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Diketahui Vitali adalah pasien dengan gangguan kejiwaan yang suka tiba-tiba emosi tanpa sebab. Hingga dalam sebuah sesi, ketika Vitali hanya berdua dengan Dokter Fenton, si pasien terpicu amarahnya secara tiba-tiba dan akhirnya menghajar sang dokter hingga tewas. Vitali sendiri mengakui melakukan hal tersebut namun ia tidak dipenjara melainkan diisolasi di ruang kejiwaan sebuah rumah sakit.

Dokter John Kemink

Kisah Tragis Dokter Dibunuh Pasiennya Sendiri

Dokter Kemink dikenal luas sebagai salah satu dokter anak paling brilian. Diketahui ia menemukan semacam alat khusus yang sukses membuat ribuan anak yang mengalami tuna rungu bisa kembali mendengar. Sayangnya, kebaikan ini justru berbalas kematian yang tidak menyenangkan.

Pada suatu ketika, saat Kemink sedang melakukan analisa di ruangannya, tiba-tiba seorang pria masuk lalu menembakkan beberapa peluru yang membuat si dokter tewas seketika. Si pelaku sendiri berhasil ditangkap dan ternyata merupakan mantan pasien Dr. Kemink. Ketika ditanya, alasan ini pelaku ini sungguh konyol, ia mendapatkan bisikan kalau sang dokter pernah melakukan konspirasi mengenai operasi yang pernah dilakukannya terhadap dirinya.

Dokter David Cornbleet

Kisah Tragis Dokter Dibunuh Pasiennya Sendiri

David Cornbleet adalah seorang dokter kenamaan asal Amerika. Ia dikenal karena sifat-sifat baiknya, terutama ketika ia kedapatan membantu korban-korban kejadian terorisme 9/11 dan juga tragedi badai Katrina. Sayangnya, meskipun semasa hidupnya banyak berbuat baik, akhir hidup Cornbleet tak mujur. Ia tewas di tangan pasiennya sendiri. Bagaimana bisa?

Tidak jelas bagaimana kronologinya, yang jelas doktor baik satu ini tewas ditusuk sebanyak 20 kali oleh seseorang yang diketahui merupakan pasien Cornbleet lima tahun silam. Tidak diketahui pula apa alasan si pasien ini melakukan hal tersebut.

Nah, itulah kawan anakregular.com sekiranya lima kisah tragis dan kelam dokter malang yang tewas dibunuh oleh pasiennya sendiri. Semoga kejadian tersebut tidak terulang di Inonesia yah. Semoga!
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.