Sosok Pembenci Islam Yang Menjadi Mualaf

Anakregular | Islam merupakan salah satu agama paling besar dan paling banyak penganutnya di dunia. Namun sepanjang dua dekade terakhir islam kerap disalahtafsirkan oleh banyak orang baik oleh orang islam sendiri dan orang-orang non muslim di dunia. Hal ini didasari dengan berbagai aksi terorisme yang mana maraknya aksi bom bunuh diri di negara non muslim yang mengatasnamakan islam. Karena banyak teror tersebutlah peristiwa teoris selalu dikaitkan dengan agama islam. Padahal dalam kenyataannya tidaklah seperti itu.

Kasus terorisme itulah yang menyebabkan dimana fenomena islamphobia meningkat terutama di negara-negara yang keberadaan muslim adalah minoritas. Islam dianggap sebagai penjahat, dan orang-orang islam di negeri minoritas pun di batasi kebebebasannya. Banyak aksi benci dan dendam dari para non muslim akibat dari islamphobia. Namun seiring dengan kebencian yang terus di ungkapkan tak sedikit juga yang mendapat suatu hidayah dan pencerahan.

Lima sosok dibawah ini adalah bukti nyata dari kisah kelam kebencian terhadap agama islam. Mereka dulunya sangat membenci dan bahkan mengganggap islam sebagai agama yang memicu kekacauan dunia. Mereka secara gigih dan semangat menyebar wacana jelek dan menyudutkan agama yang berkembang pertama kali di jazirah arab ini.

Namun, belakangan para pembenci Islam yang gigih ini justru tertarik pada ajaran Nabi Muhammad. Mereka mengubah keyakinan yang lama, menjadi sepenuhnya memeluk Islam dan mengakui keesaan Tuhan. Seperti apa cerita mereka tiba-tiba mengubah persepsi buruk tentang Islam, lalu menjadi pemeluknya yang taat? Berikut anakregular informasikan lima kisah nyata sosok pembenci islam yang justru masuk islam karena kebenciannya..

Ibrahim Killington

Lima Sosok Pembenci Islam Yang Menjadi Mualaf

Ia adalah Ibrahim Killington seorang warga amerika yang dulunya sangat membenci dan menganggap Islam seebagai penjahat. Hal ini terjadi ketika tragedi serangan teroros pada tanggal 11 september 2001 silam dimana dalam tragedi tersebut telah memberikan andil yang sangat besar dan tumbuhnya aski islamphobia atau takut akan agama islam di seluruh dunia. Terutama Amerika Serikat yang menjadi teror serangan teroris tersebut.

Namun adanya aksi terorisme tersebut ternyata telah memberikan hidayah bagi sebagian orang di saat peristiwa sedang terjadi. Hal inilah yang dialami langsung oleh seorang warga Amerika bernama Ibrahim Killington. Saat tragedi terorisme sedang berlangsung, ia menganggap agama islam dan seluruh muslim di dunia sebagai penjahat kemanusiaan dan berniat untuk membenci dan memerangi islam.

Namun apa yang terjadi, hidayah islam malah menghampiri dirinya. Disaat ia akan bergabung dengan tentara AS, ia malah mendapatkan hidayah dari sebuah siaran radio. Pikirannya pun tertarik untuk mempelajari islam lebih jauh dari apa yang dipahaminya. 

Sejak saat itu, ia terus mendalami islam dan pada akhirnya ia yakin dan memeluk agama yang awalnya ia ragukan dan dibenci. Masa lalunya yang hanya mabuk-mabukan dan bersenang-senang tak lagi ia lakukan, aktivitasnya kini hanya menjalankan perintah agama dan lebih sering berdiam diri di dalam masjid yang ada di daerahnya tinggal.\

Terry Holdbrooks Jr

Lima Sosok Pembenci Islam Yang Menjadi Mualaf

Kita yakini jika hidayah bisa menghampiri siapa saja dan dengan cara yang tidak pernah kita duga. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja entah itu pada muslim ataupun non muslim. Banyak kejadian dimana non muslim yang sangat membenci islam, dan karena kebenciannya dia malah menjadi pemeluk agama islam. Hal inilah yang dialami oleh seorang non muslim dari anggota polisi militer AS bernama Terry Holdbrokks Jr.

Ia merupakan mantan penjaga dari penjara Guantanamo, Amerika Serikat. Di penjara inilah militer AS menahan semua tokoh yang dianggap teroris dunia termasuk dari tokoh Al Qaidah dan Taliban yang dianggap paling berbahaya. Holdbrooks bertugas di tempat yang paling mengerikan tersebut sepanjang kurun 2002 hingga 2003. 

Karena hampir satu tahun berada di tempat penjara teroris, hati nurari Holdbrooks terusik saat melihat para tawanan itu perlakukan layaknya binatang. Bayangkan saja dalam pengakuannya ia menceritakan tentang satu siksaan yang sering dilakukan para sipir untuk membuat stress adalah memaksa tahanan tidur di lantai dengan suhu yang sangat dingin. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya tidur di tempat yang sangat dingin?

Bahkan lebih ekstrimnya lagi, darah dari menstruasi para penjaga wanita di penjara kadang selalu di usapkan kewajah para tahanan. Menurut Holdbrooks, para penjaga dicekoki bahwa yang ditahan di situ adalah orang-orang paling buruk di dunia. Mereka adalah orang yang memusuhi AS dan antidemokrasi.

Kendati begitu, Holdbrooks melihat fakta menarik. Walau disiksa seberat apapun, para tahanan ini tetap tegar. Di sel mereka tetap tersenyum dan berdoa lima waktu sehari. Para tahanan mengaku tak pernah takut menghadapi apapun karena mereka merasa ada Tuhan yang selalu menjaga mereka. Pemuda ini mulai penasaran. Dia mempelajari Islam dan membaca-baca Alquran. Dia juga mulai membanding-bandingkan Islam dengan kepercayaan lain. Holdbrooks mulai tercerahkan.

"Al Quran adalah buku yang paling mudah dimengerti di dunia. Isinya simpel. Dia menjadi pembimbing untuk hidup," kata Holdbrooks.

Sejak 2005, Holdbrooks berkomitmen masuk Islam. Dia perlahan mengamalkan semua ajaran Islam. Dia memulai hidup baru dengan meninggalkan rokok dan minuman keras. Holdbrooks juga rutin salat lima waktu. Holdbrooks mulai menyuarakan apa yang terjadi di Guantanamo. Dia ingin dunia tahu soal kekejaman yang dilakukan AS pada musuh mereka.

Yusuf Estes

Lima Sosok Pembenci Islam Yang Menjadi Mualaf

Yusuf Estes adalah seorang mualaf asal Amerika Serikat. Bahkan bisa dibilang dia dulunya termasuk dalam orang-orang yang mengidap islamophobia. Estes lahir dari keluarga Kristen yang taat di Midwest, Amerika Serikat. Keluarganya secara turun-temurun membangun gereja dan sekolah di AS.

Keingintahuannya yang besar terkait ajaran Kristen membuatnya ingin mengunjungi gereja-gereja lain. Ia datangi gereja Metodis, Episkopal. Nazareth, Agape, Presbyterian dan lainnya. Tak hanya itu, Estes juga mempelajari agama lain seperti Hindu, Yahudi, dan Buddha. Tapi tak sekalipun dia peduli pada ajaran Islam. Estes sempat meyakini muslim adalah penyembah kubus di tengah padang pasir yang senang kekerasan.

Pada 1991, Estes merintis usaha yang kemudian mengantarkannya berkunjung ke luar negeri. Negara pertama yang ia kunjungi adalah Mesir. Di negeri Piramida, Estes bertemu dengan seorang pria Muslim. Satu hal yang ada di pikiran Estes tentang Muslim, teroris. Estes tidak percaya ia harus berhubungan dengan sosok yang begitu ia benci.

Betapa terkejutnya Estes, ketika mereka berbincang, ternyata pria muslim itu mengaku percaya pada kebenaran Injil serta menghormati Yesus, atau dalam Islam, disebut Nabi Isa. Mereka terlibat percakapan intim, kemudian akhirnya membawa Estes mengunjungi masjid. Akhirnya dia justru memeluk Islam diikuti oleh istri, anak-anak, ayah serta mertuanya.

Estes kemudian mendalami agama di Mesir, Maroko dan Turki. Sejak 2006, Yusuf Estes secara regular tampil di PeaceTV, Huda TV, demikian pula IslamChannel yang bermarkas di Inggris.

Arnoud Van Doorn

Lima Sosok Pembenci Islam Yang Menjadi Mualaf

Arnoud Van Doorn adalahproduser 'Fitna', sebuah film yang menghina Nabi Muhammad diluncurkan pada 2008. Secara mengejutkan, pegiat anti-Islam asal Belanda itu kemudian menjadi mualaf awal 2013. Dia bahkan melakukan ibadah haji untuk pertama kalinya sembilan bulan setelah mengucap syahadat. Dia mengatakan mendapat ketenangan setelah menjadi seorang muslim.

Berita Doorn menjadi seorang muslim menjadi gaung besar di media-media Barat kala itu. Sebelum jadi mualaf, Doorn adalah bekas wakil ketua Partai Kebebasan Belanda (PVV) pimpinan Geert Wilders, politisi Belanda terkenal dengan gerakan anti-Islam. Namun, setelah mempelajari Islam, Doorn akhirnya memutuskan untuk menjadi mualaf. Dia bersyahadat di akun Twitter miliknya dengan menggunakan bahasa Arab dan mengejutkan semua orang.

Doorn, 46 tahun, merupakan sosok yang sopan dan lembut. Dia percaya bahwa Islamofobia atau diskriminasi terhadap Islam dan kaum muslim di Eropa berasal dari media-media Barat dan upaya pemerintah untuk memperlihatkan citra Islam yang gelap.

Dia bahkan mengatakan jika orang-orang di Eropa tahu betapa indah dan bijaksananya Islam, maka mereka semua pasti akan menjadi mualaf. "Semakin saya membaca juga Alquran, semakin saya yakin bahwa Islam adalah agama yang benar-benar indah dan bijaksana," kata Doorn. Setelah dirinya menjadi mualaf, mantan rekan-rekan kerja di partainya dahulu sudah tidak pernah lagi berhubungan dengan Doorn.

"Saya belum berbicara dengan Geert Wilders sejak saya meninggalkan Partai Kebebasan. Saya tidak tahu kenapa. Ketika Anda meninggalkan partai, Anda pada dasarnya sudah dianggap tidak ada lagi," kata Doorn, saat diwawancarai Kantor Berita Ma'an (MNA).

Daniel Streich

Lima Sosok Pembenci Islam Yang Menjadi Mualaf

Anggota Partai Rakyat Swiss (SVP) dulunya pembenci Islam yang tenar. Daniel Streich sangat menentang keras pembangunan masjid di negaranya selama kurun 1990-an. Situs islamicbulettin.com melaporkan Streich penganut kristen taat. Dia dibesarkan dengan ajaran Kristiani dan semasa kecil pernah bercita-cita menjadi pastor. Namun ketika remaja niatnya berubah. Ia mulai gemar berpolitik dan tanpa ragu terjun langsung menjadi anggota partai ternama di Swiss.

SVP bukan partai sembarangan. Di dalamnya terdiri dari cendekia, ilmuwan, pelajar, dan pegiat bukan dari kalangan muslim. Partai ini menjadi penentang nomor wahid penyebaran Islam di Swiss dan Streich paling vokal menyerukan penutupan masjiddi seantero Negeri Cokelat ini. Dalam usahanya menyingkirkan Islam dari Swiss, lelaki ini malah mempelajari Alquran dan Islam. Ia berharap dengan memahami ajaran Nabi Muhammad itu, dia mampu meruntuhkan iman kaum muslim. Yang terjadi, ia malah terpesona dengan agama rahmatan lil alamin ini.

Semakin jauh Streich belajar Islam, semakin tenggelam dia dalam keindahan agama samawi itu. Dia akhirnya menjadi mualaf enam tahun lalu. "Banyak perbedaan saya dapatkan ketika mempelajari Islam. Agama ini memberikan saya jawaban logis atas pertanyaan hidup penting dan tidak saya temukan di agama saya," katanya.

Nah itulah sekiranya lima kisah para pembenci islam yang menjadi mualaf dan menjadi pembela islam di dunia. Semoga kisah mereka bisa menjadi inspirasi dan juga menjadi pandangan hidup yang baik ketika memandang suatu agama. 


loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.