Kasus Denda Pinjam Buku Paling Gila di Dunia

AnakRegular | Inilah Empat Kasus Denda Karena Telat Kembalikan Buku Pinjaman Paling Gila di Dunia

Ada pepatah mengatakan jika buku merupakan gudangnya pengetahuan dunia. Walau untuk era sekarang keberadaan buku mulai tersisihkan oleh teknologi digital, namun keberadaan buku tetap menjadi yang utama karena sumber dari buku telah diakui oleh dunia. Apalagi sumber bacaan yang berasal dari benda digital tak lebih bersumber juga dari buku fisik yang ditulis dalam sebuah kertas.

Bagi yang hobi membaca tentu meminjam buku dari perpustakaan adalah sesuatu yang sering dilakukan. Meminjam buku dan dibaca langsung di dalam perpustaakan tersebut atau meminjam untuk dibawa pulang memang bisa dilakukan. Namun untuk yang terakhir di sebutkan, biasanya ada beberapa syarat yang harus di penuhi, mulai dari jangka wanktu pinjam hingga sebuah denda yang akan diberikan jika buku telat dikembalikan.

Nah berbicara tentang denda buku, nyatanya banyak sekali yang telah dialami oleh peminjam buku terutama bagi kaum mahasiswa tingkat akhir yang sedang fokus mengerjakan skripsi. Biasanya untuk denda pinjam buku akan dihitung dari banyaknya hari yang dilanggar. Adapun biaya denda yang diberikan pun tidaklah seberapa dan tidak banyak menguras isi dompet.

Namun yang namanya denda janganlah dianggap sepele, walau terbilang kecil denda tidak boleh dibiarkan begitu saja. Karena sekecil apapun denda jika dibiarkan untuk waktu yang lama makan jumlah denda pun akan semakin besar. Seperti yang dialami oleh peminjam buku berikut ini. Karena meminjam buku dalam waktu yang sangat lama, mereka harus menerima denda yang besar luar biasa.

Bahkan tak sedikit juga dari peminjam buku yang telah mengembalikan buku harus berhadapan dengan pihak kepolisian. Berikut anakregular informasikan empat kasus denda pinjam buku paling gila di dunia :

Kasus Denda Pinjam Buku Paling Gila di Dunia

Denda 4.160 Euro Karen Pinjam Buku Selama 80 Tahun

Anakregular | Kisah denda pinjam buku paling gila pertama datang dari sosok pemimjam misterius yang baru-baru ini menjadi trending pembicaraan karena mengembalikan sebuah buku yang telah disewanya dari perpustakaan Navan Irlandia selama 80 tahun lamanya. Dalam aksinya peminjam misterius ini diyakini mengembalikan buku pinjamannya secara diam-diam melalui kotak surat yang ada di gedung perpustakaan.

Ia melakukan hal tersebut karena ingin menghindari denda yang diyakininya akan sangat besar. Buku tersebut telah dipinjam sejak tahun 1932, jika aturan denda sudah diberlakukan sejak dulu maka seharusnya peminjam misterius tersebut akan dikenakan denda seharga 4.160 euro karena sudah terlambat mengembalikan buku selama 80 tahun.

Pustakawan itu memang menghitung denda yang harus dibayar oleh si peminjam buku. Namun dia mengatakan akan bernegosiasi mengenai denda tersebut. Tak ada detail peminjam yang bisa mengidentifikasi nama peminjam buku tersebut, karena sistem komputerisasi baru dilakukan pada tahun 1944. 

Kini buku yang telah dikembalikan tersebut dijadikan pajangan karena akan menarik perhatian banyak orang yang mengetahu tentang kisahnya.

Pinjam buku selama 67 tahun, nenek ini didenda Rp 212 juta

AnakRegular | Seorang nenek di Selandia Baru didenda oleh perpustakaan sebesar Rp 212 juta karena meminjam sebuah buku selama 67 tahun. Buku yang dipinjam nenek tersebut merupakan buku dengan judul 'Mitos dan Legenda Maoriland' yang ditulis oleh AW Reed pada 1948. Menerima kembali buku tersebut, pustakawan sungguh terkejut.

Ketika meminjam buku tersebut, nenek ini mengaku masih anak-anak. Meski demikian, dia tetap harus membayar denda yang telah menjadi peraturan perpustakaan tersebut. Buku yang dikembalikan nenek tersebut kini menjadi bagian dari koleksi khusus Perpustakaan Auckland.

Pria ini pinjam buku baru dikembalikan ke perpus setelah 50 tahun

AnakRegular | Ini contoh peminjam buku paling 'bandel' sedunia. Lelaki dari Amerika Serikat bernama James Phillips, meminjam buku 'Sejarah Perang Salib' sejak 1967 dari perpustakaan Universitas Dayton Ohio. Buku itu baru dikembalikan lagi ke kampus pekan lalu setelah nyaris setengah abad.

Pengelola perpustakaan, seperti dilaporkan kantor berita Associated Press, Sabtu (26/3) melacak cerita di balik lamanya peminjaman buku itu. Ternyata Phillips, pria yang bermukim di Kota Minnesota, meminjam buku itu sebelum bergabung dengan kesatuan marinir AS.

Dia lupa mengembalikan buku itu dengan alasan sibuk bersiap untuk penugasan militer. Buku Sejarah Perang Salib ini akhirnya masuk ke tumpukan kardus berisi barang-barang yang harus disiapkan prajurit seandainya nanti tewas di medan perang. Artinya, buku itu tak sengaja masuk daftar barang warisan Phillip.

Veteran perang Vietnam ini kemudian baru menyadari jika pernah meminjam buku dari kampus di Ohio beberapa pekan lalu. Dibantu anaknya, dia mengembalikan buku tersebut. Phillip mengaku bersalah karena sangat terlambat mengembalikan buku itu dalam suratnya kepada pengelola perpus Universitas Dayton.

Mengingat usia Phillip, serta niat baiknya mengembalikan buku, pengelola perpus memutuskan tidak menjatuhkan denda. Jika denda diterapkan, Phillip seharusnya membayar USD 350 (setara Rp 4,6 juta).

Pasangan ini dipenjara tiga bulan akibat telat kembalikan buku

AnakRegular | Perpustakaan umum Tecumseh di Michigan, Amerika Serikat menerapkan cara 'sadis' dan siapa pun pasti enggan terlambat mengembalikan bukunya. Perpustakaan ini ternyata tidak segan memenjarakan para peminjam jika telat mengembalikan buku koleksi mereka.

Seperti dikutip dari laman Metro.co.uk ,Minggu (17/4), kejadian nahas tersebut menimpa sepasang kekasih saat terlambat mengembalikan dua buah buku koleksi Perpustakaan Tecumseh. Buku anak-anak Dr Suess dan novel kriminal menjadi alasan mereka saat menghadapi hukuman penjara selama tiga bulan.

Usut punya usut, ternyata pasangan kekasih Cathy dan Melvin Duren ini telah meminjam buku tersebut sejak tahun 2014. Kendati dua tahun tidak diketahui nasib bukunya, pihak perpustakaan melayangkan surat tuntutan ganti rugi jika tidak mau diseret ke penjara.

Untungnya satu dari dua buku tersebut berhasil ditemukan. Malang bagi mereka, sudah dicari ke mana pun, buku anak Dr Suess tidak diketahui lagi keberadaannya. Cathy yang menyerah memilih bayar denda sebagai solusi.

Tagihan sebesar USD 55 atau setara dengan Rp 725 ribu dilunasinya ke kantor jaksa sebagai biaya ganti rugi. Tetapi tidak cukup di situ, mereka dihadapi oleh tagihan lain senilai USD 210 atau setara dengan Rp 2,7 juta sebagai ongkos terpisah kepada Unit Kriminal Ekonomi Daerah Lanawee.

Nah, itulah kawan sekiranya empat kasus denda pinjam buku paling gila di dunia. Bagi kawan-kawan semoga bisa menjadi pelajaran, karena sebagus-bagusnya suatu benda jika benda tersebut merupakan benda pinjaman sudah sewajibnya harus dikembalikan kepada yang punya.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.