Lima Ilmuwan Ini Tak Sengaja Jadi Pembunuh Karena Penemuannya

AnakRegular | Inilah lima ilmuwan terkenal di dunia yang tak sengaja menjadi pembunuh karena penemuan hebatnya.

Seperti yang kita ketahui, perkembangan manusia dibumi dan telah menciptakan beragam tatanan kehidupan merupakan hasil dan jerih payah pemiliran para ilmuwan. Di jaman dahulu dan sampai sekarang para ilmuwan telah berjasa besar terhadap beberapa pekermbangan mulai dari perkembangan dibidang teknologi, hingga pertanian. Namun ironisnya, dari banyaknya penemuan tersebut tak sedikit yang disalah gunakan hingga akhirnya penemuan tersebut menjadi penghancur dunia.

Sebut saja pakar astronomi Wernher von Braun, pencipta dari roket Nazi V2. Awalnya Braun ingin roketnya itu bisa mengantar manusia ke luar angkasa, namun oleh Nazi roket tersebut justru digunakan untuk membawa bom yang akhirnya membunuh 7.250 orang tentara. Bahkan, pembangunan roket V2 membuat Nazi mengerahkan 20.000 budak yang akhirnya banyak yang ikut tewas.

Selain kasus Braun, ternyata masih banyak ilmuwan lain yang harus menangisi penemuannya sendiri. Bahkan saking berbahayanya, mereka sering disebut sebagai pembunuh massal karena penemuan hebatnya. Siapa sajakah mereka? Berikut anakregular informasikan lima ilmuwan hebat yang tak sengaja jadi pembunuh karena penemuannya. Silahkan disimak :

Anton Kollisch

Lima Ilmuwan Ini Tak Sengaja Jadi Pembunuh Karena Penemuannya

AnakRegular | Anton Kollisch adalah sosok ilmuan yang bergerak di bidang kimia. Ia merupakan salah satu ilmuan yang telah merubah dunia. Namun penemuan methylenedioxy methamphetamine yang telah dikembangkan oleh dirinya ternyata telah menjadi malapetaka bagi kehidupan manusia sekarang. Anda tidak tahu dengan methylenedioxy methamphetamine? methylenedioxy methamphetamine adalah semacam obat terlarang dan hampir sama dengan ekstasi yang digunakan banyak orang untuk bersenang senang.

Anton Kollish menjadi salah satu ilmuwan yang dikatakan sebagai pembunuh karena penemuannya telah membawa malapetaka bagi dunia. Seperti yang kita tahu methylenedioxy methamphetamine atau ekstasi merupakan salah astu jenis obat narkoba yang paling banyak disalahgunakan saat ini. Di Inggris, ekstesi dapat membunuh 50 orang per tahun, belum lagi di negara-negara lainnya di dunia.

Namun saat membuatnya, Kollisch jauh dari pemikiran soal narkoba baru, Pria ini hanya ingin menciptakan obat baru yang bisa mengatasi pendarahan. Kollisch pun mendapat hak paten dari ekstasi di tahun 1914.

Menariknya, ekstasi baru populer sebagai narkoba di tahun 1970-1980. Era ini jauh dari era Kollisch yang meninggal pada bulan September tahun 1916 di Perang Dunia ke-2. Cukup ironis bila dia tidak tahu puluhan tahun setelah kematiannya, penemuannya jadi salah satu zat paling banyak membunuh manusia.

Fritz Haber

Lima Ilmuwan Ini Tak Sengaja Jadi Pembunuh Karena Penemuannya

AnakRegular | Fritz Haber adalah salah satu ilmuan yang pernah meraih nobel di dunia. Namun siapa sangka ia termasuk dalam golongan pembunuh massal karena penemuannya. Ahli kimia yang lahir besar di tanah Jerman ini telah membunuh hampir 1,2 juta jiwa melalui penemuannya bernama Zyklon B. 

Selama pembantaian Nazi di perang dunia ke-2, Zyklon B adalah zat yang paling sering digunakan untuk eksekusi, bukan hanya perorangan tetapi ratusan orang sekaligus di kamp konsentrasi. Contoh insidennya terjadi pada 3 September 1941. Ketika itu sekitar 600 tahanan perang Uni Soviet dan 250 orang sakit Polandia digas sampai mati dengan Zyklon B di Kamp Auschwitz.

Proses eksekusi juga cukup mengerikan. Ketika kamar gas telah penuh manusia, pintu ditutup rapat dan Zyklon B berbentuk padatan dimasukkan ke kamar gas melalui pipa-pipa di sisi-sisi dinding. Gas sianida akan muncul ketika Zyklon B menjadi basah. Korban di dalam kamar gas biasanya akan mati dalam 20 menit, setelah sebelumnya menjerit-jerit keracunan dan tidak bisa bernapas.

Dr. Gerhard Schrader

Lima Ilmuwan Ini Tak Sengaja Jadi Pembunuh Karena Penemuannya

AnakRegular | Dr. Gerhard Schrader adalah sosok ilmuan lain yang tergolong sebagai perusak tatanan dunia. Dalam dedikasinya ia menemukan sebuah obat yang berfungsi untuk mengusir hama dan serangga di ladang, dan menjadikan kehidupan manusia tanpa kelaparan. 

Namun siapa sangka tahun 1938 bermaksud membuat obat serangga atau insektisida untuk tanaman pangan demi mencegah gagal panen. Tetapi yang diciptakan oleh Schrader akhirnya justru gas 'saraf' Sarin. Saat ini oleh PBB gas sarin dikategorikan sebagai senjata pemusnah massal.

Perlu diketahui, gas sarin puluhan kali lebih beracun dari sianida. Gas ini menyerang saraf manusia, membuat siapa saja yang menghirupnya kesulitan bernapas hingga akhirnya tewas akibat kelumpuhan semua organ tubuhnya.

Salah satu contoh penggunaan gas sarin yang terkenal adalah insiden kereta bawah tanah Jepang tanggal 20 Maret 1995 di Tokyo. Ketika itu teroris anggota sekte Aum Shinrikyo melepaskan gas sarin saat jam sibuk di stasiun kereta bawah tanah. Akibatnya 12 orang tewas, 50 orang luka parah, dan 1000 orang mengalami gangguan mata.

Thomas Midgley

Lima Ilmuwan Ini Tak Sengaja Jadi Pembunuh Karena Penemuannya

AnakRegular | Apabila Anda bertanya pada pemimpin dunia, hal apa yang paling berbahaya saat ini, mungkin banyak yang menjawab pemanasan global. Dan ilmuwan Thomas Midgley lah yang paling bersalah soal pemanasan global di Bumi. Apa yang dia lakukan? Selama tahun 1800-1929, lemari es menggunakan gas beracun seperti amonia untuk bahan pendingin. Tak aneh bila banyak kasus mengerikan terjadi akibat kebocoran gas kulkas selama itu.

Bermaksud ingin mengganti gas beracun itu, Midgley mengembangkan sebuah senyawa freon atau CFC (chlorofluorocarbons). Freon langsung booming dan menjadi pilihan banyak orang, baik individu maupun industri.

Sayang kemudian diketahui bila freon yang bercampur dengan udara menyebabkan hancurnya lapisan ozon di bumi. Penggunaan senyawa ini sudah banyak dilarang, namun tetap saja Midgley sering disebut sebagai orang yang paling bertanggung jawab soal kerusakan atmosfer. Salah satu hal yang makin mendekatkan manusia dengan kiamat. Tak salah memasukkan ilmuwan yang satu ini dalam golongan pembunuh massal karena penemuannya sendiri.

Joseph Wilbrand

Lima Ilmuwan Ini Tak Sengaja Jadi Pembunuh Karena Penemuannya

AnakRegular | TNT atau trinitrotoluene adalah salah satu bahan bom paling banyak digunakan militer saat ini. Alasannya sederhana, bom ini mempunyai daya ledak kuat dan cukup aman untuk dalam hal pembuatannya.

Zat kimia ini awalnya ditujukan untuk bahan pewarna, bukan bom. Ya, Joseph Wilbrand, ahli kimia Jerman yang membuatnya di tahun 1863, bermaksud menjadikan TNT sebagai pewarna kuning sintetis.

Tapi siapa sangka 20 tahun setelah ditemukan, TNT diketahui memiliki daya ledak tinggi. Baru di tahun 1902, TNT resmi alih fungsi menjadi bahan baku bom dan banyak dipakai di Perang Dunia ke-1 dan ke-2, bahkan sampai saat ini. Mungkin sudah tidak terhitung berapa orang yang meninggal akibat ledakan TNT buatan Wilbrand ini.

Nah, itulah kawan anakregular sekiranya lima ilmuwan terkenal di dunia yang dikenal sebagai pembunuh karena penemuannya. Memang niat awal mereka adalah menciptakan perubahan lebih baik bagi dunia. Namun siapa sangka penemuan yang mereka kembangkan selama bertahun-tahun ternyata jadi noda dan menjadi sumber kehancuran dunia. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kawan..
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.