Teknologi Canggih Yang Terinspirasi Dari Hewan

AnakRegular | lima penemuan teknologi terbarukan yang merubah kehidupan manusia ini ternyata terinspirasi dari Hewan

Tak bisa di pungkiri dan di kesampingkan jika teknologi untuk saat ini telah membuat kehidupan manusia menjadi lebih mudah. Berkat teknologi apa yang dulu dikatakan mustahil kini bisa di aplikasikan. Seperti mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat dengan teknologi saat ini sudah banyak dilakukan.

Yah memang teknologi telah memberikan efek positif dan negatif bagi manusia. Namun jika teknologi di gunakan dengan bijak dan baik maka manfaat teknologi pun akan semakin terasa. Sebelum teknologi ada, dulu manusia purba untuk menutupi tubuhnya dengan pakaian mereka harus memetik langsung dedaunan dari pohonnya.

Namun lihatlah sekarang melalui teknologi terbarukan, beragam pakaian dengan bermacam ukuran sudah tersedia dimana-mana, hebatnya lagi kita tak perlu datang langsung membelinya, cukup dengan jadi tangan yang mengetik baju pun bisa datang langsung ke rumah.

Meski begitu alam tak bisa ditinggalkan, tanpa alam mungkin teknologi pun tidak akan seperti sekarang. Beberapa teknologi ternyata sebagian telah disempurnakan karena faktor kehidupan alam yang sudah sangat sempurna sedari dulu. Beberapa penemuan baru seeprti terangnya lampu LED serta nyamannya menaiki kereta cepat ternyata tak lepas dari faktor alam yang ikut menyempurnakannya.

Berikut anakregular informasikan lima terknologi terbarukan yang telah di sempurnakan karena terinsipirasi dari Alam :

Lima Teknologi Canggih dan Terbarukan Yang Sempurna Karena Bantuan Hewan di Alam


Teknologi LED Terinspirasi dari Kunang-Kunang

Teknologi Canggih Yang Terinspirasi Dari Hewan

AnakRegular | Lampu merupakan salah satu penemuan terbesar yang telah merubah dunia, keberadaan lampu ternyata telah memberikan nuansa baru bagi kehidupan manusia terutama disaat malam tiba. Dengan lampu semua masih bisa dilakukan. Meski sudah ditemukan sejak lama. Ternyata bola lampu masih punya banyak masalah dalam hal efisiensi.

Mulai dari Lampu kaca hingga Lampu LED yang sekarang ini sudah menjadi trending masih saja mengalami hambatan. Terutama lampu LED yang dalam prakteknya cahaya masuk sendiri ke dalam bohlam LED. Hal ini mengakibatkan menurunnya efisiensi terangnya lampu dan boros energi.

Karena permasalahan tersebutlah, para peneliti dari berbagai negara mencoba berkumpul dan mulai melakukan penelitian serta observasi pada hewan di alam yang bisa menghasilkan cahaya. Yah hewan tersebut adalah kunang-kunang. Seperti yang kita tahu, keistimewaan kunang-kunang tersebut adalah bisa mengeluarkan cahaya terang di malam hari.

Melalui penelitian itulah para peneliti menemukan jika lampu di tubuh kunang-kunang memiliki exosketeleton yang bergerigi dengan sisik yang menonjol, serta sebuah permukaan miring di dalamnya. Hal ini yang mencegah refleksi ke dalam dari lampu dan membuat semua cahaya lampu di tubuh kunang-kunang mengarah keluar.

Hal ini diaplikasikan oleh seorang ilmuwan bernama Nicolas Andre dari University of Sherbrooke di Kanada, dengan menggunakan laser untuk membuat tekstur serupa dari LED. Hal ini ternyata berhasil dan membuat lampu LED jadi 1,5 kali lebih terang ketimbang sebelumnya, dengan energi yang sama.

Kereta Shinkansen Terinspirasi dari Burung

Teknologi Canggih Yang Terinspirasi Dari Hewan

AnakRegular | Industri kereta cepat saat ini telah menjadi wahana bisnis yang menjanjikan. Setiap negara saling berlomba untuk memberikan layanan pembangunan kereta cepat ini. Saat ini beberapa negara seperti China dan Jepang sudah sangat terkenal dengan teknologi kereta cepatnya. 

Yang lebih menakjubkan lagi, ternyata Ilmuan Jepang tidak hanya berhasil mengembangkan dan menjadikan nyata kereta cepat di masyarakat ternyata Ilmuan Jepang pun telah berhasil memecahkan beragam masalah atau efek dari Kereta Cepat yang selama ini menjadi hambatan banyak orang. Yah hambatan seperti suara yang sangat berisik ketika kereta cepat keluar dari terowongan telah menjadi PR bagi para insinyur dunia.

Namun seorang insinyur dari Jepang bernama Eji Nankatsu telah berhasil memecahkan masalah tersebut. Hal tersebut ia pecahkan melalui penelitiannya dengan tingkah burung. Dimana burung Pekakak yang menjadi objek penelitiannya. Yang menjadi daya tarik dari burung pekakak dan kaitannya dengan Kereta Cepat adalah struktur kepala dari burung tersebut, dimana akan secara unik mampu terbang dan seketika masuk ke air tanpa mengganggu permukaan air. 

Pengaplikasian ini tak hanya membuat problem suara menghilang, namun juga meningkatkan efektifitas pemakaian energi serta mampu menaikkan kecepatan kereta.

Suction cup Terinspirasi Dari Gurita

Teknologi Canggih Yang Terinspirasi Dari Hewan

AnakRegular | Suction cup adalah salah satu benda 'ajaib' yang dapat digunakan untuk menempelkan sesuatu di permukaan vertikal, tanpa takut akan jatuh. Menggunakan prinsip ruang hampa dan tekanan, suction cup dapat digunakan untuk menempelkan obyek ke tembok, bahkan gedung.

Hak paten dari suction cup ini sudah ada lebih dari satu setengah abad yang lalu, yakni di 1860an. Namun sebenarnya yang lebih canggih dari suction cup adalah pengisap yang ada di tentakel gurita. Dengan alur konsentris kecil yang ada di tiap pengisapnya yang ada puluhan di tiap tentakel, gurita dapat menempel di berbagai permukaan yang tidak rata di bawah air.

Teknologi Sonar Dari Kebiasaan Lumba-Lumba

Teknologi Canggih Yang Terinspirasi Dari Hewan

AnakRegular | Tenggelamnya kapal Titanic di tahun 1912 adalah tragedi yang membuat umat manusia sangat terdorong untuk mengembangkan teknologi yang mampu mendeteksi sesuatu yang berada di bawah air. 

Sampai pada akhirnya di tahun 1915 seorang fisikawan asal Perancis bernama Paul Langevin menemukan sebuah sistem yang didesain untuk mendeteksi objek di bawah air menggunakan bantuan gelombang suara dan gema yang dihasilkannya. Hal tersebut kini diketahui sebagai SONAR.

Meski teknologi ini memang baru bagi manusia, beberapa hewan sebenarnya sudah menggunakan gelombang suara untuk navigasi, berburu dan mencari mangsa. Kelelawar dan lumba-lumba adalah beberapa di antaranya. Hal yang mereka lakukan adalah memancarkan gelombang suara, lalu mereka menggunakan gema yang muncul untuk mendeteksi lokasi obyek yang berada di sana.

Penggunaan Velcro Terinspirasi dari Tanaman Burdock

Teknologi Canggih Yang Terinspirasi Dari Hewan

AnakRegular | Velcro cukup lekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Menjadi perekat serbaguna yang biasa diletakkan di tas atau dompet, velcro adalah salah satu penemuan yang cukup berguna. 

Ternyata velcro ditemukan oleh insinyur asal Swiss bernama george de Mestral, yang secara tak sengaja 'ketempelan' duri dari tanaman burdock. Duri ini banyak menempel di celana dan tubuh anjingnya.

Sang insinyur menemukan bahwa sebuah pengait kecil yang adad di biji dan duri dari tanaman burdock bisa menempel ke benda bersimpul, seperti serat pakaian. Sang insinyur akhirnya bereksperimen selama satu dekade sampai akhirnya menemukan 'resleting yang tak ber-resleting' yang saat ini dikenal sebagai velcro.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.