Lima Kasus Bersalaman Berakhir Tragis di Dunia

AnakRegular - Inilah Lima kasus Salaman berakhir tragis di dunia, mulai dibunuh hingga harus mendekap di penjara

Dalam ajaran agama bersalaman merupakan salah satu bentuk ibadah yang bermakna kebaikan. Bersalaman juga secara umum sering digambarkan sebagai tanda damai, tanpa kerja sama dan sebagainya. Orang yang awalnya terlihat sangat marah dan emosi dapat secara resmi dikatakan berdamai apabila sudah saling berjabat tangan dengan koleganya.

Terlebih sebagai bentuk penghormatan antara di muda kepada yang tua, bersalaman selalu dilakukan dengan beragam cara dan aturan. Dan tidak harus selalu bersentuhan, bagi seseorang yang memegang teguh kepercayaan agama tertentu, bersalaman bisa dilakukan tanpa harus menyentuhkan kulit dengan orang yang bukan muhrimnya. Meski demikian bersalaman secara umum tetap di artikan sebagai arti yang positif.

Namun kisah-kisah dibawah ini, mungkin bisa dikatakan sebagai tindak ketidakharmonisan. Entah karena kurang sabaran dan juga adanya gesekan agama di lingkungan orang-orang berada. Ternyata salaman bisa menjadi hal yang begitu mengenaskan. Hal inilah yang dialami oleh orang-orang dibawah ini, karena menolak salaman, mereka harus berurusan dengan pihak berwajib, bahkan ada juga salaman yang dijadikan motif untuk melakukan tindak kejahatan.

Berikut adalah lima kasus salaman berakhir paling tragis yang pernah terjadi di berbagai negara dunia. Silahkan disimak :

Seorang Guru Dilaporkan Ke Polisi Karena Ngajak Salaman Lelaki Syiah

Lima Kasus Bersalaman Berakhir Tragis di Dunia

AnakRegular | Kasus pertama salaman berakhir tragis terjadi di Jerman. Adalah seorang guru wanita yang harus berurusan dengan polisi setelah seorang pria Syiah melaporkan dirinya kepolisi karena alasan diskriminasi. Padahal menurut pengakuan dari guru tersebut, ia hanya mengajak salaman kepada pria tersebut.

Kejadian tersebut terjadi ketika pria syiah bernama Kerim Ucar dipanggik ke sekolah Platanus setelah mendapatkan laporan tentang keluh kesah perilaku anaknya di sekolah. Koran Daily Mail melaporkan jika saat itu sang guru di sekolah menyambut kedatangan Ucar di ruangan nya dan mengajak sang pria untuk bersalaman, namun yang terjadi pria tersebut menolak.

Merasa tersinggung atas tolakan salaman tersebut, sang guru pun kemudian mengakhiri pertemuan itu. Meski tidak mengajukan tuntutan atau ucapan langsung, nyatanya si pria syiah malah melaporkan perilaku sang guru ke polisi karena alasan diskriminasi agama dan perilaku fobia. 

Ucar yang juga anggota dari sekte Syiah, mengatakan dia melaporkan guru itu karena sejak awal dia sudah bilang tidak bersedia bersalaman dengan perempuan itu karena dilarang agamanya.

Baca juga : Kasus Guru di Ham*li Murid paling Heboh di dunia

Bersalaman dengan Pengacara Perempuan Ini Malah di Penjara

Lima Kasus Bersalaman Berakhir Tragis di Dunia

AnakRegular | Lain halnya dengan nasib perempuan yang satu ini. Perempuan bernama Atena Farghadani yang berprofesi sebagai seniman harus menerima vonis 12 tahun penjara lantaran menggambar kartun satir tentang politisi di negaranya. Selain karena lukisan kontroversinya ternyata tuntutan lain dari pihak yang dirugikan pun sangat aneh dan tak masuk akal.

Ada satu tuntutan yang dilayangkan ke wanita yang kritis terhadap kinerja pemerintah tersebut. Ia di tuntut karena alasan bersalaman dengan seorang pengacara yang seorang pria. 

Entah apa alasannya dan bagaimana jalan ceritanya, namun surat kabar ternama Daily Mail melaporkan, dalam kartun yang ia buat, Farghadani menggambarkan para penjahat pemerintah sebagai binatang karena melarang perempuan mengatur haknya dalam pengaturan angka kelahiran.

Namun menurut laporan dari Amnesty International, Farghadani dan pengacaranya, Muhammad Mughimi, didakwa mempunyai hubungan seksual, perzinahan atau perbuatan tidak sopan lantaran mereka bersalaman di dalam penjara setelah persidangan.

Farghadani disidang pada Mei lalu di Pengadilan Revolusioner di Tehran akibat gambar kartunnya dianggap menghina para pejabat pemerintah.

Pria Ini tewas di Tusuk Saat Sedang Bersalaman

AnakRegular | Kasus lain yang tak kalah heboh terjadi di Arab Saudi, entah apa dan bagaimana ceritanya seorang mempelai pria harus kehilangan nyawa di hari bahagianya. Pria yang tidak di sebutkan namanya tersebut tewas mengenaskan setelah di tusuk di atas tempat pelaminan saat pesta pernikahannya sedang berlangsung.

Lebih menyakitkan lagi, pelaku penusukan sadis tersebut tak lain adalah saudara sepupunya sendiri, entah cemburu atau memang sudah diniatkan untuk membunuh. Sang sepupu dengan tidak merasa berdosanya melakukan aksi bejat tersebut. Surat kabar Emirates247 melaporkan, insiden penusukan terjadi saat sang sepupu naik kepelaminan.

Sambil memberi selamat pada pria yang dibunuhnya tersebut, sepupu bejat tersebut menusuk sang mempelai pria tepat ke jantung korban yang sedang berbahagia. Pria Saudi ini terjatuh di kursinya, sontak membuat seluruh tamu undangan terkejut. Pelaku awalnya hendak kabur, kemudian langsung ditangkap oleh pengunjung yang memenuhi ruangan aula di pinggir Laut Merah, Kota Jeddah.

Menolak Salaman Akan di Denda Pemerintah

AnakRegular | Diskriminasi dan juga peraturan atas nama agama kerap kali menjadi dinding penghalang untuk saling bisa terbuka dengan orang yang berbeda keyakinan. Untuk mengatasi dan menghilangkan citra dan kesan buruk dari perilaku diskriminasi dan beda aturan tersebut salah satu negara maju di Eropa Swiss baru-baru ini telah membuat sebuah aturan baru yang harus di taati oleh semua orang di Swiss.

Pemerintah Swiss telah memutuskan agama tidak menjadi sebuah alasan apapun untuk menolak semua ajakan dari orang lain salah satunya bersalaman. Hal ini diketahui lantaran banyak orang di Swiss terutama para wali murid yang memegang teguh keyakinannya untuk menolak ajakan salaman para guru dengan alasan agama. Karena itu pemerintah swiss memberlakukan denda kepada siapa saja dan agama apa saja yang menolak bersalaman.

Sebelumnya sebuah sekolah di Swiss mengambil keputusan kontroversial, yakni memberi pengecualian bagi siswa muslim laki-laki untuk tidak bersalaman dengan guru perempuan mereka. Para orangtua dan wali murid yang menolak bersalaman dengan para guru di Basel, bisa didenda hingga 5000 Swiss Franc (setara dengan Rp 68,8 juta) sesuai aturan pendidikan daerah.

Sebelumnya, aturan yang membolehkan siswa tidak bersalaman dengan guru ini muncul setelah dua siswa laki-laki mengajukan keberatan atas tradisi salaman antara murid dan guru.

Karena Salaman Penyair Ini di Hukum Cambuk

Lima Kasus Bersalaman Berakhir Tragis di Dunia

AnakRegular | Terakhir kasus salaman membawa luka yang berakhir tragis dialami oleh dua orang penyair asal Iran. Para penyair bernama Fatemeh Ekhtesari dan Mehdi Musavi ini harus menerima hukuman cambuk sebanyak 99 kali lantaran ketahuan bersalaman dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya. Lah koq bisa.

Hukuman yang keduanya dapatkan merupakan salah satu yang terberat yang dijatuhkan kepada para penulis dan seniman oleh pengadilan Iran. Selain dihukum cambuk, keduanya juga mendapat hukuman bui atas tulisan mereka yang dianggap menghina kesucian. Hal ini tentu saja langsung dikecam aktivis yang menganggap melanggar kebebasan berekspresi.

Paling Hot Om Tante, Jangan Lupa di Baca :

loading...