Tanpa Disadari, 6 Cara 'Kotor' Supermarket Ini Membuat Konsumen Boros

AnakRegular - Inilah berbagai ragam cara strategi bisnis supermarket yang digunakan untuk memancing konsumen untuk membeli dan mendapatkan untung banyak

Supermarket merupakan salah satu penemuan modern yang telah merubah dan menggeser keberadaan pasar tradisional di beberapa daerah dan negara. Dengan settingan tempat yang lebih bersih dan juga barang dagangan yang di tata rapih membuat tempat belanja ini menjadi primadona banyak orang. Namun satu yang pasti harga di dalam supermarket sudah tidak bisa di gugat lagi. Beda halnya dengan pasar tradisional yang memang sudah jadi kewajiban adu tawar harga sebelum membeli.

Memang kebersihan dari supermarket bisa membuat orang betah berada di dalamnya, apalagi kesan belanja di supermarket akan meningkatkan status sosial di masyarakat. Walau harga nya yang jauh beda dan kualitas barang yang tak jauh di pasar tradisional membuat banyak orang lebih memilih untuk berbelanja di supermarket.

Apalagi penataan barang yang merata dan juga keadaan barang yang bersih mengkilap kerap kali membuat rujukan konsumen untuk tetap berbelanja di supermarket. Padahal belanja di supermarket belum tentu bermanfaat bagi Anda selaku konsumen. 

Yah, aspek apapun yang dilakukan di supermarket, didesain khusus agar penjualan maksimal. Anda mungkin hanya butuh satu kotak susu, namun karena letaknya yang berada di lotong belakang, Anda harus melewati ratusan produk yang akhirnya menggoda Anda untuk membelinya juga. Tak jarang dengan berbagai diskon khusus yang menggoda.

Belum lagi deretan permen dan majalah yang dipajang di dekat meja kasir, yang seakan-akan menggoda Anda sebelum Anda membayar. Mungkin Anda tak terasa, namun secara akumulatif Anda dan banyak orang lain sudah menyumbang banyak sekali uang ke supermarket melalui godaannya.

Tanpa Disadari, 6 Cara 'Kotor' Supermarket Ini Membuat Konsumen Boros


Modus Diskon Yang Merugikan Konsumen

AnakRegular - Sebagai seorang konsumen tentu akan sangat senang sekali jika di beri harga miring saat berbelanja. Namun untuk mendapatkan diskon terhadap suatu barang kerapkali konsumen harus memenuhi berbagai syarat, salah satunya adalah membeli barang dalam jumlah yang sangat banyak.

Yah cara beli banyak dapat diskon memang bisa dibilang sangat ampuh dan cukup menggoda untuk konsumen. Namun sebagai konsumen Anda juga harus teliti dan melek terhadap barang. Karena bisa jadi barang yang Anda beli belum tentu berguna bagi Anda. Apalagi jika di beli dalam jumlah banyak hanya untuk mendapatkan diskon yang tak seberapa.

Modus diskon memang sangat menarik, namun terkadang diskon ini lah yang menjadi bumerang bagi konsumen yang ingin membeli. Terkadang juga untuk menghabiskan barang dagangan yang hampir sudah memasuki masa kadaluarsa beberapa pihak supermarket kerap memakai diskon gila ini. Jangan sampai Anda tergoda oleh diskon dan membuat Anda membeli semua barang tersebut. Apalagi jika masa kadaluarsanya akan segera berakhir, tentu barang tersebut akan mubajir dan Anda pun akan rugi seketika.

Terkadang supermarket memainkan kebutuhan kita akan suatu barang, dengan cara memiringkan harganya. Tentunya Anda sendiri yang harus menomorsatukan kebutuhan Anda ketimbang 'murahnya harga.' Karena ini juga salah satu strategi supermarket untuk menghabiskan stok barang di gudang sebelum tanggal kadaluarsa tiba.

Fenomena Musik Di dalam Supermarket

AnakRegular - Mungkin yang satu ini tak masuk dalam kategori trik kotor supermarket namun efek dari lagu yang di putar di dalam supermarket ini sangatlah signifikan. Dalam sebuah penelitian memutar musik dengan irama yang sangat lambat dan lebih lambat dari detak jantung akan membuat pergerakan seseorang juga akan lambat. Hal inilah yang patut diwaspadai, jika di dalam sepurmarket lagu dengan irama lambat yang diputar bisa menjadi hipnotis tak terduga bagi konsumen.

Musik yang lebih 'slow' akan membuat konsumen lebih rileks untuk berjalan-jalan di setiap lorong yang ada di supermarket, dan berpotensi untuk memenuhi kereta dorong dengan berbagai item diskon yang disediakan supermarket. Tentu jika barang sudah berada di kereta dorong mau tak mau Anda harus membayarnya bukan? Jika tidak malu mengembalikan lagi ke rak barang.

Letak Buah Dan Sayuran Selalu Berada di Depan Supermarket

AnakRegular - Seringkali kita masuk ke sebuah supermarket dan kita langsung disambut dengan keberadaan buah dan sayuran di lorong makanan. Hal ini bukan tidak sengaja. Karena secara psikologis peletakan buah dan sayur di depan memancarkan ketertarikan, dan membuat toko lebih terlihat menyenangkan dan menerima dengan senang hati.

Secara psikologis juga meletakkan setumpuk buah dan sayur yang berwarna-warni di bagian depan, membuat konsumen berpikir bahwa supermarket ini punya banyak penawaran yang diberikan. Konsumen akan berpikir demikian dan secara perilaku akan lebih mengeksplor apa yang ada di dalam supermarketnya. Sedikit banyak, imbal balik terhadap keuntungan tentu dapat dirasakan oleh pihak supermarket, jika strategi ini berhasil. Serta jika supermarket ini memang memiliki banyak hal untuk ditawarkan pada konsumen tentunya.

Buah dan Sayur Selalu Rutin di Semprot Air

AnakRegular - Mungkin hal ini sudah tidak asing bagi Anda, di mana buah dan sayur di supermarket akan selalu disemprot dengan air untuk menjaga kesegarannya. Bahkan mungkin Anda pernah melihat sendiri seorang pegawai menyemprot-nyemprot kol dan brokoli di sebuah rak supermarket. Yah, hal tersebut memang membuat buah dan sayur lebih menarik dan terlihat segar. Buah dan Sayur memang kehilangan kelembapan semenjak mereka dipetik, dan menyemprot adalah cara mudah untuk membuatnya tampak segar.

Namun apa yang nampak dari luar tak selalu sama dengan kualitasnya. Terlalu banyak air yang disemprot akan mendorong tumbuhnya jumlah bakteri, terutama pada sayuran seperti jamur yang sebenarnya tak butuh penambahan kelembapan. Terkadang penyemprotan air ini juga menambah bobot dari beberapa produk. Hal ini ditujukan agar jika ditimbang, berat total akan bertambah dan konsumen membayar jumlah uang yang sedikit lebih banyak.

Pojok makanan di supermarket

AnakRegular - Produk bahan makanan yang berlebih yang sudah mendekati kadaluarsa, biasanya akan dibuang oleh pihak supermarket. Namun terkadang ada ide yang lebih brilian dari sekedar meletakkannya di tong sampah. Yap, dijual lagi dalam bentuk makanan yang telah di sajikan. 

Biasanya terdapat pojok makanan yang menjual berbagai macam makanan mulai eskrim, salad, hingga berbagai kudapan, dan bahannya diambil dari produk di supermarket yang akan segera kadaluarsa jika tak dibeli atau diolah.

Hal ini sebenarnya adalah hal yang baik ketimbang membuang berbagai produk makanan menjadi sampah. asal pertanggung jawaban akan tanggal sebelum kadaluarsa adalah yang paling penting bagi supermarket.

Hal ini juga seringkali dilakukan ketika ada salah satu produk ternyata gagal menjadi konsumsi masyarakat. Misalnya jika ada salah satu rasa eskrim yang gagal, bagian kantin akan membuat eskrim tersebut masuk dalam menu banana split dan dicampur dengan eskrim lain yang punya rasa yang telah diterima masyarakat.

Di Amerika Serikat, Badan Kesehatan dan Obat di negeri Paman Sam tersebut menyetujui pendekatan seperti ini, asalkan makanan yang dihasilkan aman bagi konsumsi manusia.

Banyak Barang Khususnya Makanan Yang Dibuang Setiap Hari 

AnakRegular - Anda mungkin tak percaya, namun jumlah makanan yang dibuang dari supermarket berjumlah fantastis. Hal ini dikarenakan perilaku konsumen yang tak akan memilih buah atau sayur yang jumlahnya tinggal sedikit di rak, karena konsumen akan berpikir itu adalah buah dan sayur pilihan terakhir yang punya kualitas terburuk. Mau tidak mau, supermarket akan melakukan 'overstock' setiap saat agar konsumen tetap membelinya.

Sayangnya, stok berlebih tersebut juga tak akan pernah terjual. Selalu ada sayur dan buah yang layak buang tiap harinya, bahkan terdapat buah dan sayur yang masih layak dan tetap dibuang karena ada stok baru yang lebih segar.

Hal ini yang menyebabkan makanan yang terbuang selalu menumpuk menjadi berton-ton tiap tahunnya. Untuk mendistribusikannya pun merupakan hal yang mustahil, karena hal tersebut butuh biaya yang tak sedikit. Hal ini membuat makanan yang sebenarnya masih layak makan terbuang sia-sia menjadi sampah.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.